Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam Bab 205


__ADS_3

Gigi Deon saling beradu ketika membaca pesan yang Rosi kirimkan.


"Kurang ajar, berani beraninya Jec, dia bermain-main dengan aku. Mungkin dia lupa siap aku," ucap Deon dengan gigi saling bergemelutuk. Bahkan Deon langsung menyambar kunci mobilnya dan  menuju ke rumah sakit yang Rosi katakan. Laki-laki itu sudah tidak sabar ingin memberikan pelajaran pada Jec.


Padahal seharian ini Jec sudah bekerja di kantor, tetapi Deon yang tidak  bekerja pun tidak tahu kalau  Jec pergi ke kantor untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menggunung. Mungkin. laki-laki itu kira kalau Jec itu sedang bermain-main dengan Cucu.


Sedangkan Jec sendiri yang memang tidak tahu kalau Deon sedang mencarinya ia tetap santai kembali ke ruangan Qila, yang Jec tahu sekarang kondisinya makin membaik.


"Apa Cyra dan yang lainya sudah pulang?" tanya Jec begitu masuk dan Qila sudah makin membaik buktinya wanita yang sudah menyadang istrinya sudah jalan-jalan. Bahkan Dokter juga sudah mengatakan kalau besok hasilnya baik semua, Qila sudah boleh pulang.


"Sudah dari abis Ashar," jawab Qila tetap santai dan tidak juga menatap Jec, dia lebih senang menatap layar datar yang tergantung menampilkan acara-acara film darama Korea.


"Dokter ada bilang sesuatu pada kamu?" tanya Jec lagi sembari mengambil duduk di sofa sembari menyiapkan makan untuk dirinya dan juga Qila.


"Tidak ada selain mengatakan untuk pemeriksaan besok, dan dokter mengatakan sudah boleh pulang, aku rasa kamu pasti sudah tahu kalau semua  hasilnya baik maka aku sudah boleh pulang," jawab Qila dengan santai.


"Yah, dokter penanggung jawab kamu sudah memberitahu kabar itu pada aku. Kamu mau makan ini atau makanan dari rumah sakit?' tanya Jec sembari menunjuk makanan yang dia bawa, dan sengaja beli dua karena takut sang istri bosan makan-makanan rumah sakit.


Untuk beberapa saat Qila menatap pada makanan yang Jec beli, hati kecilnya tentu mengatakan kalau dirinya ingin makan-makanan yang Jec beli tetapi apa daya gengsi lebih besar dan menguasai dia. Maka dari itu dia lebih memilih makanan dari rumah sakit.


"Aku makan-makanan dari rumah sakit saja, lagian aku juga belum tahu boleh atau tidak makan makanan itu," ucap Qila dengan  hati yang berat, masih ada harapan kalau Jec itu memaksanya, dan berkata kalau dirinya boleh makan-makanan yang dia beli.


Namun, nyatanya tidak Jec malah tetap makan dengan lahap tanpa menawarkan Qila lagi. Jujur dalam hatinya gondok karena wanita itu ingin makan-makanan yang Jec beli.

__ADS_1


Bahkan Qila untuk beberapa kali menelan salivanya, meneguk salvanya dengan tegukan kasar dan besar setiap Jec menelan makanan yang dia makan.


Brakkkk... Jec dan Qila pun terkejut dengan pintu yang di buka dengan kasar. Qila pun nampak kaget dan juga ketakutan, hal berbeda Jec tunjukan. Laki-laki itu setelah tahu siapa yang datang ke ruangan sang istri dia pun langsung datang.


Deon nampak mengawasi seisi ruangan mungkin dia berpikir kalau Cucu. ada di dalam ruangan itu.


"Makan Bos, kebetulan saya beli makan dua tapi Qila tidak mau menyantapnya, dia malah ingin makan-makanan rumah sakit saja. Mungkin Anda butuh makan agar tenaganya semakin banyak," ucap Jec tanpa memalingkan pandanganya dari makanan yang sedang dia santap.


"Jangan banyak ba-cot loe. Di mana loe sembunyikan Cucu?" bentak Deon dengan mata yang memerah dan suara yang bergetar. Qila sendiri langsung menciut nyalinya ketika mendengar suara Deon yang terdengar sangat tinggi, bisa dia simpulkan bahwa laki-laki itu sangat marah dengan suaminya.


Namun, nyatanya Jec justru tetap santai menanggapi Deon. Bahkan laki-laki itu tidak menghentikan kunyahan bibirnya menikmati makanan yang sangat lezat.


Brugg... Bruggg... Deon menghajar Jec hingga laki-laki itu tersungkur di sofa dan Deon di atasnya hampir melakukan tinjuan lagi, tetapi buru-buru Jec yang sebenarnya menguasai ilmu bela diri langsung menangkisnya dan bergantian menghajar Deon, bukan hanya dua tinjuan, tetapi ia menghadiahkan empat tinjuan.


Buggg... Buggg... "Itu balasan dari saya untuk apa yang Anda lakukan pada saya." Jec meninju Deon dua kali.


Bruggghhh...."Itu tinjuan dari almarhum papah dan juga kakak Anda karena kecewa punya anak dan adik berkelakuan be-jad seperti Anda." Jec membiarkan Deon tersungkur dengan darah mengalir dari ke dua sudut bibirnya yang pecah. Sedangkan Qila semakin ketakutan. Dia bersembunyi di pojok ranjang dengan duduk seperti se'ekor anak kucing yang sedang ketakutan.


"Kurang ajar kamu Jec. Di mana Cucu kamu sembunyikan." Deon kembali bangkit dengan mengucap darah yang masih ke luar. Bahkan giginya rasanya rontok semua karena tinjuan dari Jec.


Jec yang kembali menikmati makananya dan duduk santai mun kembali menatap bosnya.


"Untuk apa Anda tanya Cucu? Untuk memuaskan nafsu Anda di atas kasur? Apa selalu seperti ini kelakuan Anda Tuan Deon? Kapan Anda mulai sadar bahwa wanita juga perlu dihormati? Bukan sebatas memuaskan nafsu Anda saja. Ok saya tahu Anda memang terlahir dari seorang pe-la-cur, tetapi setidaknya Anda memiliki empati pada wanita bukan merendahkannya. Buang sifat buruk ibu Anda yang menempel pada Anda sebelum Anda kehilangan semuanya,"balas Jec dengan tatapan yang tidak kalah sengit dari Deon. Bahkan rasanya kalau Jec tidak sadar bahwa Irawan dulu menitipkan Deon pada dirinya mungkin dia akan terus menghajanya tanpa berhenti sampai  membiarkan Deon terbaring di rumah sakit.

__ADS_1


Namun, Jec selalu berpikir sebab dan akibat, dia menghajar Deon untuk menyadarkanya bukan untuk membuat di hilang dari peradaban muka bumi.


"Jaga mulu kamu. Aku memperlakukan Cucu seperti apa itu bukan urusan kamu, kamu itu hanya asisten aku, tidak perlu kamu menasihati aku, apalagi kamu ikut campur dengan urusan aku," balas Deon semakin murka.


"Kalau gitu Anda juga tidak harus bertanya pada saya, tentang keberadaan Cucu, karena saya tidak akan mengatakanya," balas Jec kembali dia menyuapkan nasi beserta lauk pauknya.


"Mau kamu apa bang-sat," bentak Deon kembali terpancing dengan Jec yang songong itu.


"Ceraikan Cucu. Karena dia wajib bahagia dengan laki-laki yang benar-benar menyayangi dia, bukan laki-laki yang hanya ingin menjadikanya  permainan." Jec kembali mwletakan nasi yang sudah hampir sampai di mulutnya.


"Tidak bisa. Aku cinta dia," balas Deon semakin dilarang dan juga ditentang maka laki-laki itu akan semakin menjadi-jadi.


"Kalau begitu. Anda juga tidak akan pernah tahu di mana Cucu berada. Karena dia sendiri yang ingin pergi dari Anda." Jec pun kali ini benar-benar tegas berada di pihak Cucu. Meskipun harus beradu pendapat dan juga beradu kekuatan dengan bosnya dia sudah kuat.


"Kurang ajar...


Brugghh...


Brugghh...


Pertarungan pun kembali dimulai.


#Tebak siapa yang menang? 🏆💪

__ADS_1


...****************...



__ADS_2