
setelah meyakinkan bahwa Melda telah mendapatkan taksi online nya maka Adrian bergegas kembali ke kantor, dia sangat heran kenapa Melda menolak dia mengantarnya sampai rumah dengan alasan dia sudah besar. memang setelah dipikir pikir ada benarnya, Melda telah tumbuh menjadi gadis remaja putri yg cantik tanpa Adrian sadari selama ini dia selalu menganggap Melda adalah peri kecilnya. mungkin kini peri kecilnya tidaklah kecil lagi, segera dia akan menjelma menjadi seorang Dewi dan hanya dengan memikirkan hal itu Adrian merasa sedikit sesak nafas.
"ar bagaimana progress project yg sedang dikerjakan oleh kakak ku Anton" Adrian
"maaf tua muda saya seharusnya melaporkannya pagi ini, tapi karena tuan agak sedikit sibuk maka saya tunda dan saya berencana untuk melaporkan details nya sepulang kita dari makan siang" Aris
"jelaskan secara garis besar saja sekarang sambil jalan, apakah kau bisa" Adrian
"bisa tuan, saya rasa proyek tersebut tidak berjalan dengan mulus. saya mendengar beberapa mandor proyek melayangkan surat keberatan resmi kepada perusahaan mengenai cara tuan muda Anton menjalankan nya. namun saya akan segera mengumpulkan beberapa data tambahan dalam 2 hari ini untuk lebih jelasnya mengenai masalah ini" Aris
"aahh Anton, apa lagi yg akan kau lakukan sekarang. kenapa kau tidak pernah serius dalam menjalankan perusahaan ini. sudah muak aq sebenarnya mencoba men tolerir semua tingkah menyebalkan mu itu. apa yg harus kulakukan sekarang kepadamu" Adrian sambil menghela nafas yg sangat panjang...
sesampainya Adrian dilantai ruangannya dia menyapa 3 orang sekretaris nya dan memerintahkan untuk membawakan semua pekerjaan yg sempat tertunda oleh makan siang dengan adik terkasihnya.
terdengar suara ketukan halus dipintu.
__ADS_1
"permisi tuan muda, saya Rosie. apakah saya bisa masuk keruangan tuan saat ini" Rosie
"masuk saja Rosie...!!" Adrian
Rosie masuk kedalam ruangan dan menutup kembali pintu ruangan, dia bergegas mendekati meja Adrian dan menyerahkan beberapa dokumen yg harus Adrian tanda tangani
"apakah ada pesan atau orang yg mencari ku selama aq tidak berada dikantor..??" Adrian
"tuan muda Anton datang berkunjung dan sempat menanyakan anda namun beliau tidak meninggalkan pesan tuan" jawab Rosie sambil tersipu malu mengingat percakapan antara dia dan Anton melalui sambungan telepon siang ini
"baik tuan saya akan segera sampaikan, saya permisi terlebih dahulu" Rosie sambil bergegas keluar ruangan dan mencari Donna dan memintanya masuk kedalam ruangan Adrian seperti perintahnya
tak beberapa saat kemudian Donna mengetuk pintu dan meminta izin memasuki ruangan.
Donna menanyakan kepada Adrian apa yg dia bisa lakukan dan kenapa dia memanggil nya
__ADS_1
"Donna gadis baru bernama Rosie, bagaimana performa kerjanya" Adrian
"sampai saat ini dia sangat membantu banyak pekerjaan kami, dia sangat rajin dan pintar. selain cepat belajar dia juga sangat bersemangat bekerja, namun saya memiliki sedikit kekawatiran" Donna terdiam sesaat sebelum melanjutkan kata katanya, dia agak sedikit ragu mengucapkan kebenaran karena takut akan menyebabkan malapetaka
"apa itu..!???" Adrian
"saya belum berani menyimpulkan namun sepertinya tuan muda Anton sangat tertarik kepadanya, karena pada saat saya sedang mampir ke bagian Human Resources saya diberitahu bawa tuan muda Anton menelepon untuk menanyakan semua hal tentang Rosie" Donna
"sial..!! apa lagi yg akan dia lakukan sekarang, aq tidak akan membiarkan dia mengulangi lagi kesalahannya. sepertinya aq perlu berbicara padanya" Adrian
"baiklah kau bisa pergi Donna, untuk hal yg telah kau sampaikan aq akan menindak lanjuti segera. aq yg akan bicara kepada Anton agar tidak menggangu kinerja kalian" Adrian
"baik tuan saya permisi dahulu. selamat siang" Donna
Adrian menghempaskan tubuhnya dan merasa pening.
__ADS_1