
kupeluk Aisha dengan erat dan kuucapkan selamat tinggal, Pesawat yg akan membawaku pulang sudah bersiap untuk terbang dan kujanjikan padanya untuk selalu berkabar saat aq tiba dikampung halaman.
kuhirup udara kota yg kutinggalkan beberapa tahun lalu untuk mengejar mimpiku, saat ini aq telah kembali dan siap untuk membalas budi orang2 tercinta yg telah memberikanku kesempatan menggapai cita2 ku. kulangkahkan kaki keluar dari bandara dan memanggil taksi untuk segera meluncur ke Rumah Kasih.
sepertinya semua orang sudah bersiap menyambutku, ada rasa yg hangat melihat mereka menungguku dan memelukku erat, kulihat ada beberapa anak2 asuh baru yg memandangku dengan penuh tanda tanya.
Rangga menunjukkan kamar sementaraku, kenangan itu kembali lagi bagai hujan dimusim semi saat aq memasuki kamar itu. aq berada disini lagi namun dengan suasana yg berbeda dan tanpa adanya Rosie. setelah meletakkan barang2 aq segera membongkar beberapa bungkusan kecil yg telah kupersiapkan sebagai oleh2 untuk adik2 tercintaku.
kulihat wajah2 bahagia itu, dengan malu2 mereka meraih bungkusan hadiah2 tersebut dan mengucapkan terima kasih. hadiah terakhir kuberikan kepada ibu Darmi, wanita yg paling kami cintai dan hormati.
"kenapa harus repot2 membawa hadiah, kau saja sudah cukup bagi ibu" Darmi
__ADS_1
"tidak repot bu, aq menabung dan memang ingin memberikan hadiah itu. ibu terima kasih ya atas support nya selama ini" Meigie
"jangan terlalu formal seperti itu, aq ini ibumu walaupun kau tidak keluar dari rahimku. kau tetaplah anakku, katakan padaku apa rencanamu setelah ini..?" Darmi
"itu yg ingin kubicarakan kepada ibu, aq tahu, ini akan membuat ibu sedih namun aq tidak bisa menyimpannya sendiri. aq menerima sebuah paket dan sepucuk surat dari Rosie beberapa waktu lalu. aq yakin dia mengirimkan nya sebelum dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. aq merasa ada yg aneh ibu, sepertinya dia ingin menyampaikan sesuatu namun dia belum siap untuk itu" Meigie
"benarkah...!!! boleh kah ibu membacanya..??" Darmi
"tentu saja ibu.. aq akan membawakannya padamu" Meigie
"Meigie apa yg ingin dan akan kau lakukan nak..?" Darmi
__ADS_1
"ibu aq ingin tahu kenapa Rosie memutuskan untuk mengakhiri hidupnya..!!" Meigie
"dan apabila kau tahu.. apa yg akan kau lakukan selanjutnya..??" Darmi
"entahlah ibu... aq hanya ingin tahu itu nanti biarlah waktu yg menjawabnya" Meigie
"tunggulah sebentar ibu akan menunjukkan sesuatu padamu" Darmi
Darmi beranjak pergi menuju kamarnya dan membawa satu amplop berwarna kecoklatan, diserahkannya amplop itu kepada Meigie, dia meminta Meigie untuk membuka dan membacanya.
aq menerima amplop berwarna coklat itu, kubuka dan kubaca apa yg ada didalamnya. beberapa saat kemudian leherku serasa tercekat dan aq merasa kesulitan bernafas, kulihat air mata ibu kembali jatuh dipipinya, pandangan ku mulai kabur oleh air mata tak kuasa kutahan dan aq pun menangis kembali mengetahui bahwa ternyata Rosie tidaklah sendiri pada saat dia meninggalkan kami, dia membawa serta seorang calon bayi bersamanya. hatiku terasa perih bagaikan luka yg kembali terbuka, kutatap ibu dan kutanyakan siapa ayah dari bayi itu..?? ibu hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"ibu tidak tahu siapa ayah bayi itu, Rosie tak memberitahu ibu bahwa dia hamil. ibu mengetahuinya dari laporan dokter yg menangani kejadian tersebut" Darmi dengan air mata bercucuran
"kenapa dia sangat bodoh dan melakukan itu, kenapa dia bercerita kepadaku...!! ini tidak adil, Ibu aq akan mencari tahu" Meigie