Cinta Berselimut Dendam

Cinta Berselimut Dendam
Cinta Berselimut Dendam #Episide


__ADS_3

"Saya dari awal sudah bilang Tuan Dokter, kalau saya tidak akan bersaing dalam urusan percintaan. karena hati yang akan memilih bukan keegoisan. Anda bisa tanya pada Qila apakah dia nyaman dengan saya atau tidak. Dan alasan saya memindah Qila bukan semata urusan persaingan cinta yah. Tetapi saya ingin agar Qila benar-benar istirahat untuk memulihkan kesehatanya. Dia butuh tempat yang tenang, tanpa ada gangguan dari siapa pun," jawab Jec dengan malas dan laki-laki itu kembali meninggalkan Sam, padahal obat belum Jec terima. Laki-laki itu malas berurusan dengan Sam.


Jec pun semakin yakin akan mengurus Qila pindah malam ini juga.


"Mulai sekarang kamu fokuslah kesembuhan kamu. Dan aku akan fokus dengan pekerjaanku, tetapi aku akan tetap menemani kamu sampai sembuh," ucap Jec ketika Qila sudah di pindahkan ke rumah sakit yang lain, bukan hanya Qila yang butuh ketenangan, Jec juga merasa kalau dirinya harus tenang.


Jujur dengan kehadiran Sam, Jec mulai tidak nyaman lagi di rumah sakit Qila sebelumnya di rawat. Apalagi Sam juga semakin menjadi-jadi. Jangankan untuk istirahat untuk mencari makan saja sudah tidak tenang. Meskipun untuk memindahkan Qila benar-benar sulit. Bahkan Jec merasa kalau dirinya seolah tengah dibuat tidak bisa memindahkan sang istri, tetapi dengan segala kekuatan Jec, bahkan akan meng-viralkan kejadian ini kalau sampai Qila tidak diberikan surat rujukan untuk pindah. dan jelas alasannya untuk dia yang ingin memindahkan istrinya karena dia merasa tidak nyaman di rumah sakit ini. Setelah melewati perdebatan yang cukup berat kini Qila pun bisa di pindahkan ke rumah sakit lain. Dan Jec bisa tidur dengan nyenyak. Tentunya setidaknya tidak ada yang mengganggu Qila


"Terima kasih Jec, kamu sudah memberikan ketenangan untuk aku," ucap Qila dengan wajah yang terlihat datar dan suara serak. Ini adalah ucapan pertama Qila setelah cukup lama antara Jec dan Qila saling diam.


"Yah, istirahatlah, jangan pikirkan sikap baik aku. Karena nanti kamu tidak akan menemukan sekecil apapun kesalahanku. Aku akan istirahat. Kalau kamu butuh sesuatu bisa panggil aku," ucap Jec, lagi-lagi dengan tatapan yang dingin, Jec hanya ingin mengistirahatkan pikiran dan juga tubuhnya yang dia rasakan sangat berat itu.


Tubuh kekar Jec di baringkan di atas sofa yang cukup empuk. Tidak lama pun langsung terdengar bunyi-dengkuran halus dan juga nafas yang teratur. Yang menandakan kalau Jec sangat lelah.


Sedangkan Cucu yang sudah beristirahat tidak merasakan ngantuk. Wanita itu kini masih diselimuti rasa bersalah dengan Jec. Dia juga tidak tega dengan laki-laki itu. Tetapi hati kecilnya dia masih menyimpan nama Sam. Entah bukan dia tidak ingin melupakan laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu. Qila juga tahu bahwa perbuatanya justru hanya akan menambah sulit dia lepas dari masalah-masalah ini. Dan dia juga masih diliputi rasa bersalah, ingin dia tetap berdiri di tengah-tengah mereka agar tidak terjadi perdebatan antara Jec dan juga Sam, tapi itu akan sangat sulit.

__ADS_1


Kembali Qila pun meraih ponselnya, yang mana dia merasa bosan. Wanita ingin mencau hiburan untuk menghilangkan ke rasa bosanya.


Namun Qila justru kembali di kagetkan dengan adanya pesan dari Sam.


"Dari mana Sam tahu nomor aku? Bukanya rumah sakit saja tidak tahu nomor ponselku," batin Qila dia benar-benar dirunding kebingungan. Sam kini semakin sulit untuk dia kendalikan malah sekarang Sam sudah memiliki nomor ponsel Qila yang itu artinya Qila akan makin sulit untuk kabar darinya. Bisa saja di Blok nomor Sam. Namun apakan Sam akan berhenti mengejar yang tidak pasti?


Qila malah takutnya Sam akan berbuat yang tidak-tidak.


[Qila, katakan suami kamu bawa pindah kamu ke man?] Itu adalah pesan yang Sam kirimkan pada nomer ponsel Qila. Tubuh wanita yang saat ini sedang bersandar pun bergetar hebat. Jari jempolnya ingin membalas pesan yang Sam kirin, tetapi tubuhnya seolah tidak mau untuk bekerja sama, sehingga tubuhnya bergetar dengan hebat.


[Maaf Sam, lebih baik kamu lupakan aku karena aku sudah menikah. Aku tidak ingin menyakiti hati suami aku. Hubungan kita sudah berakhir sejak lama, sehingga tidak ada alasan lagi aku terus berharap pada laki-laki lain, sedangkan aku saat ini sudah punya suami yang jauh lebih perhatian dari siapa pun,] balas Qila dengan yakin. Bahkan wanita itu entah  menghapus berapa kali pesan yang ia tulis barusan.


Send! Qila mengirim pesan yang dia yakini mampu membuat Sam pergi menjauh dari dirinya. Meskipun sakit Qila akan mencoba membuka hati untuk Jec yang sudah sangat baik untuk dirinya.


Cengkring...

__ADS_1


Pesan kembali masauk yaitu dari orang yang sama. [Apa yang laki-laki itu katakan pada kamu? Aku tahu kamu tidak mungkin membiarkan semuanya berakhir begitu saja. Kamu pasti sudah di provokasi oleh laki-laki itu.] Sam kembali mengirimkan pesannya untuk Qila. Wanita itu pun menghirup nafas beratnya. Qila berpikir kalau Sam dapat pesan dari dirinya maka Sam tidak akan mengganggunya lagi, tetapi nyatanya salah Qila justru terus terikat dengan Sam.


Wanita itu pun memutuskan tidak akan mengangkat membalas pesanya lagi dia tahu kalau Sam bisa saja semakin membuat dirinya tidak bisa berkutik.


[Kenap tidak kamu balas? Kamu takut kalau suami kamu bakal marah karena kamu ketahuan berkirim pesan dengan aku? Padahal aku hanya ingin tahu di mana kamu di rawat, aku tahu kamu sudah menikah dengan orang lain. Aku juga tidak mungkin berbuat semena-mena sedangkan kamu sudah punya suami,] Pesan dari Sam kembali. Qila yang tadinya tidak ingin membaca pesan itu karena penasaran pun kembali di baca hingga tanpa sadar dia kembali membalas pesan yang Sam kirimkan.


Malam ini pun entah Qila sadar atau tidak, dia dan Sam justru kembali berkirim pesan dari yang menolak dan marah-marah hingga tanpa sadar dirinya terlibat obrolan yang semakin menjauh dari  wanita yang sudah bersuami.


Entah Qila sendiri tidak bisa tertidur terus berkirim pesan dengan Sam di tempat yang berbeda. Hingga Jec yang sedang tertidur terbangun, karena mendengar bunyi pesan masuk berkali-kali.


"Apa kamu tidak tidur Qila, ini sudah pukul satu dini hari. Bagaimana kamu akan sembuh kalau kamu sja selalu bermain ponsel. Pesan dari siapa yang membuat kamu melupakan waktu istrirahat kamu?" tanya Jec dengan suara yang terdengar berat dan serak, khas bangun tidur.


"Iya, aku akan segera tidur. Kami bertukar kabar dengan Meta," balas Qila, tidak mungkin kalau wanita itu mengabarkan yang sebenarnya yaitu diri sedang bertukar kabar dengan Sam.


Untuk terakhir kalinya Qila juga tidak membalas pesan dari Sam, dia memilih untuk tidur mengingat benar kata Jec, bahwa ini sudah di luar batas berkirim pesan dengan laki-laki lain.

__ADS_1


"Maafkan aku Jec, aku diam-diam masih bertukar kabar dengan Sam," gumam Qila dalam batinya.


__ADS_2