
"Itu Killa gak apa-apa, yah? Aku masih gak tega kalau dibiarkan di kamar atas sendirian."
"Gak sendirian sayang, ada suster Arumi. Sudah hampir dua minggu, Arumi merawat Killa. Pasti aman, sudah gak usah bahas Killa dulu. Ini kita main sama Kira aja, itu ranjang yang satu itu, nanti ayah suruh Mamat keluarin aja. Taruh digudang." Reegan tidak ingin membahas Killa dulu, dia ingin fokus pada putrinya, Kira.
Dia tau gadis kecil itu pasti merasa tidak enak, terlihat sejak tadi Kira lebih banyak diam. Benar-benar turunan istrinya, benar orang bilang. Darah lebih kental dari air.
Selama beberapa hari ini suasana di rumah mereka begitu hidup, keceriaan dan kecerdasan Kira membuat mereka tidak berhenti, untuk mencurahkan perhatian pada gadis kecil itu. Sampai ketidak beradaan Killa di rumah, tidak terasa sama sekali. Karena jujur, ketika Killa sedang pergi sekolah atau menginap di rumah para sahabat mereka. Rumah itu akan benar-benar terasa seperti rumah untuk pulang. Keberingasan dan kenakalan Killa, membuat seisi rumah menjadi gerah. Saat mereka berada di dalam rumah tersebut, dalam waktu lama.
"Kira main apa sih, sampe ayah dicuekin. Ayah nangis loh nanti kalo gak diajak main. Bunda juga, ya kan bun?"
"Ya nih, Kira nya bunda main apa sih ini. Ini mau di pakein apa lagi dek, sepatu udah, bando nya udah, apalagi ya yang belum. Ayah lihat tidak, Barbie nya belum pake apa ini?" Sarah mencoba mengikuti alur permainan sang anak, untuk mengalihkan pikiran Kira dari memikirkan Killa.
"Apa ya bun, kok ayah juga gak liat. Sudah semua deh kaya, bun. Barbie nya udah bisa hangout sekarang. Masukkan ke mobil apa naik Vespa aja dek, Barbie nya?" Reegan pun mulai larut dalam permainan Barbie Barbiean tersebut.
"Belum ayah-bunda, tas nya belum, kalungnya juga belum. Nanti Barbie nya kurang cantik. Kan dia malu yah." Kira protes pada kedua orangtuanya.
__ADS_1
Klek
"Kakak boleh gabung gak nih? Seru banget mainnya." Ternyata Keenan kembali ke kamar orangtuanya, setelah mengantar nona muda ke kamarnya.
"Boleh, sini kak. Ini Barbie nya Kira mau jalan-jalan ke mall. Pake tas yang mana ya kak, ini kalungnya bagus tidak?" Kira menimbang kalung yang akan dia pakaikan pada Barbie nya.
"Yang putih ini bagus, bajunya udah biru terang, kalungnya yang netral aja. Kalo tasnya.... Yang ini deh, cocok." Keenan tampak menikmati perannya dalam bermain boneka patung tersebut.
"Ya, ini lebih bagus. Oya teteh mana kak, bobo siang ya. Killa udah berhenti nangis belum kak, kasian. Nanti bagiin boneka Hello Kitty yang ungu itu ya kak, buat Killa. Pasti dia senang. Kalo udah sehat kakinya, kita ajak ke mall buat cari Barbie yang kaya gini lagi." Ujar Kira dengan mata berbinar
Tidak tau saja Kira, jika saudara beda perut nya itu, tidak akan senang bila mendapat pemberian dari orang yang dia anggap musuh.
Reegan dan Sarah saling bertukar pandang, mereka tau, putra sulung nya itu memang tidak pernah dekat dengan Killa. Namun melihat kedekatan Keenan dan Kira sekarang, membuat mereka mengerti, jika memang ikatan batin antara saudara itu. Sangatlah kuat dan tak terpisahkan, walau Kira baru kembali ke tengah keluarga mereka.
"Ini namanya blue, kalo yang ini purple kak." Kira begitu bersemangat menjelaskan nama boneka Barbie nya. Saat di mall kemarin, banyak mainan yang ditawarkan oleh kedua orangtuanya juga kakak-kakak nya. Namun si kecil Kira yang begitu menghargai setiap lembar rupiah tersebut, menolak nya dengan halus.
__ADS_1
Dia hanya memilih dua Barbie serta aksesoris nya, dan 2 boneka hello Kitty. Maksud hati ingin masing-masing dari mainan itu, akan dia bagi pada saudara angkat nya. Yang baru dia tau satu hari setelah tinggal bersama orangtuanya. Karena tanpa sengaja, dia melihat foto keluarga yang terpampang diruang keluarga dirumah itu.
Dengan ragu dia bertanya, siapa gadis kecil yang lebih besar darinya itu pada sang ayah. Ketika mendengar penjelasan ayahnya, Kira kecil yang pengertian sama sekali tidak menunjukkan kesedihan apapun. Dia bahkan dengan senang menerima dan merencanakan banyak hal, ketika saudara nya itu pulang dari rumah sakit. Dimulai diajak bermain bersama, bahkan saat saat sang ayah bertanya, apa boleh sementara Killa tidur di kamarnya. Kira tampak begitu antusias, tidak ada raut iri, marah apalagi benci.
Killa tertahan hampir 4 hari di rumah sakit, karena terjatuh dari ranjang saat anak itu ngotot ingin jalan-jalan karena bosan. Namun menolak untuk menggunakan kursi roda, Arumi yang malang malah di lemparnya dengan botol minuman. Sebenarnya tidak ada yng perlu dicemaskan, hanya saja Killa si tukang drama berdalih, jika pinggangnya mengalami sakit yang luar biasa. Hingga akhirnya, Reegan meminta Dokter membiarkan putri nya itu tetap di rawat.
Dengan begitu, Reegan dan Sarah punya banyak waktu, untuk bermain bersama Kira kecil mereka tanpa gangguan Killa. Mereka juga membuat foto keluarga, yang di dalamnya ada Kira dan seluruh anggota keluarga lainnya. Bahkan para pekerja pun tak luput, semua begitu antusias dan bahagia dengan kehadiran Kira dirumah itu. Begitu juga keluarga Angga, mereka tampak senang dengan kembali nya Kira ketengah keluarga kandungnya.
Kira yang manis, cantik dan menggemaskan itu, menjadi rebutan para sahabat keluarga tersebut. Entah kutukan atau apa, di antara personil ayam sambal itu. Hanya Reegan yang dikaruniai anak perempuan. Kecuali Bastian, dia beruntung karena menikahi janda dengan satu anak perempuan berusia 2 tahun.
Kira kecil mereka sama sekali tidak banyak tingkah, bahkan sesekali anak itu lupa jika dirinya sedang berada dimana. Beberapa kali anak itu kepergok, sedang membersihkan daun-daun ditaman rumah besar itu. Juga mencuci pakaiannya sendiri, serta menanyakan pekerjaan apa yang bisa dia lakukan, pada ART dirumah orangtuanya tersebut.
Jiwa pejuang dan pekerja keras Kira, tidak layu hanya karena sudah kembali pada keluarga nya yang kaya raya. Kehadiran Kira menjadi obat lelah bagi Reegan, ketika dirinya pulang bekerja. Kira kecil sudah menunggu nya diruang tamu. Kira dengan antusias menyambut sang ayah, membawa kan ayahnya air minum, membuka sepatu dan mengambilnya alih tas kerja ayahnya.
Pernah dia menolak karena merasa memperlakukan anaknya seperti pelayan, namun Kira justru terlihat sedih. Akhirnya Reegan membiarkan saja, dia sengaja membawa dua pasang sepatu kerja. Satu khusus ditaruh di mobil, jika sudah sampai pelataran rumah, Reegan akan mengganti sepatu nya dengan yang bersih. Dia tidak ingin sepatu kerja kotornya, mengotori tangan mungil sang anak.
__ADS_1
Begitulah keseharian mereka dirumah semenjak 5 hari yang lalu, namun kini nampaknya mulai kembali suram karena kehadiran Killa. Entah bagaimana menjelaskan pada anak itu, jika dirinya bukan anak kandung mereka tanpa melukai hati nya.
Pasti akan sulit, mengingat perangai nya yang buruk itu. Mereka hanya khawatir, jika kaki anak itu sudah pulih, maka akan banyak peluang bagi Killa untuk menyakiti Kira. Dosakah Reegan, jika meminta kesembuhan kaki sang anak agar lebih lama pulih. Dia hanya takut Kira kecilnya, akan disakiti seperti yang sering anak itu lakukan pada Keyra juga istri nya.