Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Part LXV


__ADS_3

Sarah menuruni tangga dengan setengah berlari kecil, tadi setelah pamit pada kekasihnya, Sarah bergegas pergi. Saat sudah mencapai basement, beberapa orang tampak tengah berlari masuk menuju elevator, sebagian lagi memeriksa mobil yang terparkir dengan cara mengintip dari balik kaca.


Sarah tampak begitu ketakutan, keringat dingin mulai membanjiri keningnya. Dia bingung harus bersembunyi dimana, ayahnya tidak pernah menjelaskan, harus bagaimana jika berada disituasi seperti ini.


Sarah nyaris saja berteriak kencang, saat tangan seseorang membekap mulutnya.


"Non Sarah, ini saya orang suruhan pak Angga. Ayo lewat sini, mobil sedang menunggu kita diluar, situasi sedang kurang mendukung untuk masuk." Pria asing itu trus menuntun Sarah, hingga mencapai mobil Pajero hitam, persis yang dikatakan oleh Angga.


"Kita langsung ke villa nya, Jak. Orang-orang itu pasti akan mendatangi rumah pak Adnan, setelah tidak menemukan non Sarah di dalam." Ucap pria itu lagi pada temannya yang sedang menyetir mobil.


"Kamu yakin aman, Dro. Tidak ada yang melihat kalian keluar dari parkiran gedung itu tadi?" Tanya temannya yang dia panggil,Jak tadi.


"Aman, sekuriti disana teman mangkal kita dulu, si Abdul." Ujarnya lagi.


"Non, kenalkan nama saya Andro dan ini Rojak, ingat wajah kami baik-baik. Hanya kami yang boleh non Sarah percayai, dan ada beberapa orang lagi, yang sekarang sedang menuju villa pak Angga di luar kota. Ayah non Sarah aman, sudah kesana bersama orang-orang kita." Jelas pria yang baru saja Sarah ketahui bernama, Andro tersebut.


"Sebenarnya ini ada apa pak, kenapa situasi ini tampak begitu menakutkan begini. Siapa yang sudah mengejar saya dan ayah saya, apa salah kami?" Sarah bertanya secara beruntun sambil terisak pelan.


"Mereka orang-orangnya tuan Prayoga, non. Mereka ingin menangkap nona karena non Sarah tau banyak hal, tentang barang bukti yang pernah ayah kandung non Sarah dapatkan. Dan non Sarah adalah kunci dari semua masalah ini, non Sarah akan tau nanti setelah samapi di villa. Pak Adnan akan menjelaskan semuanya." Jelas Andro lagi.


"Ndro, seperti nya kita diikuti, mobil hitam itu, keluarkan senjata mu, berikan satu pada non Sarah." Perintah Rojak pada temannya.


"Ini non, ini kunci nya sudah saya buka, bidik target lalu tembak." Jelas Andro pada Sarah, yang masih mematung memegang senjata itu.


"Non?"...


"Eh, ya Andro, ini gimana cara nya? Saya tidak berani, bagaimana jika mengenai orang, bisa mati. Saya nggak mau, saya takut." Ujar Sarah ketakutan, dengan tangan gemetar dia mengembalikan pistol tersebut.

__ADS_1


"Non Sarah bisa, dulu waktu kecil non Sarah sering menggunakan nya. Hanya soal waktu, nanti akan mulai terbiasa kembali. Nih ambil lagi, ingat. Bidik sasaran, lalu tembak."


Sarah melongo, mendengar penjelasan sesingkat diklat itu. Bagaimana mungkin dia sudah pernah menggunakan benda tersebut, dia bahkan baru melihat dan memegang nya langsung hari ini.


Dorr dorr dorr...


"Merunduk non!" Seri Rojak pada Sarah.


Tiba-tiba kepala Sarah terasa berputar-putar. Sekelebat bayangan seorang anak perempuan dan seorang pria, sedang berada disebuah lapangan tembak. Sarah mulai kehilangan kesadaran nya, pandangannya sudah mulai mengabur, dan


Gelap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Braakkk..


Orang gila mana yang berani mengusik ketenangan nya, sudah berani merusak pintu apartemen nya.


"Apa-apaan ini, siapa kalian?" Seru Reegan dengan sangat marah.


"Mereka orang-orang kakek, Reegan. Sudah saatnya kamu kakek didik menjadi anak yang baik dan tau balas Budi." Pria tua itu tiba-tiba muncul, dari arah belakang orang-orang berbadan kekar tersebut.


"Apa maksud kakek merusak pintu apartemen ku, apa tangan Kakek sudah tidak berfungsi, walau hanya untuk menekan bell yang ada diluar pintu itu." Teriak Reegan dengan suara tinggi, pria itu muak dengan tingkah diktator sang kakek.


"Pintu itu tidak seberapa penting, dari yang akan kakek sampai kan padamu sekarang. Lihat ini!" Seru sang kakek, seraya melempar beberapa lembar foto seorang wanita.


"Kenapa kakek melakukan ini pada Sarah, cukup kakek menyuruh orang menguntitku, jangan lakukan itu pada Sarah!" Seru Reegan tak terima.

__ADS_1


"Lihat semua foto-foto itu baru kamu boleh memaki kakek sepuasmu, atau kamu akan berterimakasih pada hasil temuan kakek ini." Ucap pria tua itu dengan nada sombong.


Reegan mengambil foto yang berserakan dilantai itu, kemudian melihatnya satu persatu. Kedua matanya membulat sempurna, bagaimana bisa Sarah bersama ayahnya, dan terlihat sangat akrab.


"Katakan apa maksud dari semua ini, kek. Berhenti bermain-main dengan ku!" Seru Reegan dengan perasaan campur aduk.


"Dia adalah alasan, kenapa ayahmu pergi meninggalkan kau dan ibumu. Namanya Sarah Sudibyo. Lihatlah, bahkan ayahmu menyematkan nama belakangnya pada anak itu. Sampai disini apa kau sudah mengerti." Ucap pria tua itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Dia bukan adikku! Kakek hanya ingin mengecoh ku, kan? Ya, kakek selalu tidak suka pada sikapku yang pembangkang, untuk itulah kakek mengarang semua ini." Ujar pria itu menggeleng kan kepalanya, berusaha untuk tidak percaya apa yang dia dengar.


Lalu dia teringat kata-kata Sarah sebelum pergi. Harus tetap mempercayai nya apapun yang terjadi, apakah ini ada hubungannya dengan ini. Apa Sarah tau kakeknya akan datang, sehingga wanita itu tampak sangat terburu-buru tadi.


"Jadi kamu masih ingin mengelak kenyataan yang ada, lihatlah dirimu, Reegan. Kamu bahkan lebih bejat dari seorang bajingan, meniduri adikmu sendiri dengan bangga. Ckckck kakek kasian padamu." Pria tua sengaja mempermain kan emosi Reegan, dan membuat mentalnya pria itu down karena rasa bersalah, sudah meniduri adik kandungnya sendiri.


Dengan begitu, dia bisa mengendalikan cucunya tersebut sesuai kehendaknya. Dan mulai sekarang, Reegan telah resmi menjadi pion nya.


"Tidak kek tidak mungkin, Sarah sedang hamil anakku, anak kami. Ini tidak mungkin, kenapa Sarah tidak mengatakan nya padaku, kenapa dia mau aku perlakukan seperti seorang wanita dewasa bukan sebagai seorang adik?".. Reegan terisak-isak dilantai dingin apartemen nya, hatinya begitu sedih sekaligus marah, bagaimana bisa Sarah mempermain kan perasaan nya.


"Itu sama seperti yang dilakukan oleh ibunya, ibumu sudah sangat baik, menjadikan nya layak nya seorang saudari, namun justru menikam, berselingkuh dengan ayahmu hingga menghasilkan seorang anak." Inilah saatnya dia yang akan mengambil alih keadaan, Reegan akan patuh padanya mulai sekarang.


"Maksud kakek, bibi Samira. Bukankah bibi Samira menikah dengan Paman Ram? Bagaimana bisa dia berselingkuh dengan ayah."


"Sopir ayahmu itu tameng, kamu lupa, setelah ayahmu dan Samira serta anaknya menghilang, Sopir ayahmu itu juga raib entah kemana? Pernikahan itu pura-pura, untuk menutupi kebejatan ayahmu. Sayang kamu harus mengulang kebejatan yang sama, meniduri adik kandungmu sendiri. Bagaimana kalian akan membesar kan anak hasil inses tersebut. Itu memalukan, Reegan!" Pria tua itu semakin dalam memprovokasi mental Reegan.


"Temukan, dan gugurkan anak itu! Bukankah kamu ingin membalas sakit hati ibumu, yang nyaris mati diruang operasi. Tuntaskan, cari wanita itu dan ayahmu." Setelah berkata seperti itu, tuan Prayoga pergi dari apartemen Reegan. Meninggalkan pintu depan, yang rusak parah karna perbuatannya.


"Aarrggghh...!!" Reegan meluapkan emosinya, dengan menghambur barang-barang milik Sarah dilemari nya. Dia sangat membenci wanita itu sekarang, bagaimana bisa wanita itu menipunya, mempermain kan perasaan nya dan membuatnya meniduri adik kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2