Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Part XCIX


__ADS_3

"Jadi gimana, tu perempuan udah lo tanganin?" Tanya Revan pada Satria.


"Udah, anggota gue udah bawa tadi gak lama kami sampe rumah sakit. Ada di markas sekarang." Jelas Satria masih fokus pada gelas kopinya. Mereka sedang duduk di kantin rumah sakit.


"Lo udah nyuruh orang lo ngambil sampel dari Sasa buat tes DNA sama Killa?" Ujar Bastian menimpali.


"Udah." Singkat padat dan menjengkelkan. Satria


"Oh." Jawaban yang mancing masalah. Bastian


"Hmm." Mulai memperkeruh suasana. Revan


"Baiklah kawan-kawan, sebelum kantin ini berubah menjadi arena sengit-sengitan. Mari kita bersikap senormal nya manusia biasa." Bintang si biang kerok sedang dalam mode yang cukup manusiawi.


"Jadi gimana nasib si Killa, kalo seandainya Sasa memang nyokap kandungnya dia? Lo pada setuju Killa dibalikin atau di tukar sama Kira atau mungkin tetap dalam asuhan Reegan dan Sarah." Ujar Bintang melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Gue belum bisa komen dulu, itu semua hanya Reegan dan Sarah yang bisa mutusin. Kita hanya dukung, gak lebih. Jangan ada yang berat sebelah, kalo Reegan mau pertahankan Killa, itu hak dia. Secara hukum Killa anak kandung mereka. Kira akan menyusul, menjadi bagian dari keluarga Sudibyo. Itu mutlak, Kira anak kandung gak bisa dihapus kan begitu saja. Kira adalah korban dari sesorang yang berniat jahat pada keluarga mereka." Penjelasan Revan sudah menjawab sebagian pertanyaan Bintang, meski itu adalah jawaban menurut sudut pandang nya.


"Gue setuju, semua tergantung Reegan dan istri nya. Sebenarnya yang perlu kita cemaskan sekarang adalah Killa, anak itu sangat tidak suka berbagi apapun, termasuk Reegan dan Sarah. Gue hanya mikirin nasib Kira, jika disatukan dalam ruang lingkup yang sama dengan Killa. Apakah kita semua bisa menjamin, keamanan dan keselamatan gadis kecil kita yang satu itu. Gue ragu Killa bisa selapang Kira, dalam menerima kenyataan. Kira itu anak yang cerdas, jelas bibitnya, dia mampu mencerna keadaan dengan cepat. Tanpa drama dan tingkah rewel ala anak seusianya. Tapi Killa, dia anak yang sangat berbeda." Bastian menjelaskan panjang lebar, apa yang ada dikepalanya dengan lugas.


"Lo ,Sat?" Ujar Bintang meminta tanggapan Satria.


"Gue ikut mana baiknya aja, kalo misalnya mau dibalikin. Gue oke aja, tu anak juga bukan kaya anak manusia kelakuan nya. Gue gak bisa bayangin hidup suramnya Kira, bisa malah semakin suram kalo digabungin sama anak demit itu. Itu anak bisa seagresif itu, gue yakin, emaknya kebanyakan ngobat waktu hamil. Maksud gue, secara finansial dia udah gak punya apa-apa, dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dia harus melayani berbagai jenis pria, dari yang bersih, wangi sampe yang bulukan, dengan tingkatan umur yang berbeda-beda. Untuk membuatnya tetap berselera sama tu laki, dia pasti butuh stimulasi." Satria menjeda ucapannya


"Dia butuh obat yang bisa buat dia birahi, kebayang gak lo, tu perempuan harus ekstra kerja keras, buat naikin libidonya saat teman kencannya. Yang on nya butuh waktu setengah jam, mainnya cuma mampu 10-15 menit, itupun udah syukur-syukur." Lanjut pria itu sambil menyesap minuman berkafein tinggi miliknya.


Jelas Revan menimpali. Jika dua orang pakar ************ itu sudah berbicara, Daddy Babas sama Papi Bintang bisa apa. Kedua manusia itu minim pengalaman di bidang tersebut, jadi hanya bisa berkontribusi dalam hal mengangguk dan menggeleng saja, selebihnya, no komen.


"Baiklah, kawan-kawan mari kita renungkan ini bersama. Jangan sampai diskusi sudut pandang kita ini, sampai ke telinga Reegan. Untuk sementara biarkan dulu, Reegan sedang dalam suasana hati yang baik. Namum juga bimbang, bagaiamana pun, anak demit versi Papa Satria, adalah anak yang mereka besarkan selama bertahun tahun. Jadi cerpen kita soal obat mendesah Versi Didi Revan, juga gak boleh sampe dulu ke telinga beliau. Gue yakin Pikiran nya akan semakin kacau, bisa-bisa tu anak akan dia tinggal dirumah sakit ini tanpa berpikir panjang."


Bintang mulai merangkum isi diskusi mereka, dan mulai menjelaskan langkah-langkah aman yang akan mereka ambil kedepannya. Bintang bertindak sebagai moderator nya saja, walau di otaknya juga tersimpan banyak persepsi pribadi. Namun apa yang teman-teman nya sampaikan, sudah mewakili sebagian besar pertanyaan dan rasa penasaran nya. Itu cukup dulu untuk saat ini, mereka akan fokus dulu pada nasib Kira juga Killa.

__ADS_1


Bintang tidak habis pikir, bagaimana bisa nama kedua anak itu nyaris sama. Apa selama ini wanita itu masih memantau kehidupan Reegan dan keluarga nya, jika ia. Maka dia tau banyak tentang keluarga itu, atau bahkan bagaimana kelakuan Nauzubillah si Killa.


"Gue sih oke aja, tapi lo Sat, jangan sampai ****** itu kabur dari sana. Gue sendiri yang akan bunuh dia kalo sampe itu terjadi. Wanita seperti itu tidak akan ada kapoknya, gagal berkali-kali, dia akan coba lebih gencar lagi. Motto hidup wanita seperti itu adalah, jika Reegan tidak bisa dia dapatkan, maka tidak ada satupun wanita, yang akan dia biarkan hidup tenang, bersama sahabat kita yang malang itu." Ujar Daddy Bastian menyerukan argumentasi keduanya.


"Ck, gue gak se-teledor itu. Tu perempuan udah dirantai sama anggota gue dimarkas, bahkan kalo gak dirantai pun. Gue yakin, untuk sekarang, sekedar gerak buat buar air kecil aja masih butuh perjuangan." Ujar Satria dengan senyum menyeringai. Membuat keempat personil ayam sambal itu bergidik ngeri, senyum itu sama sekali tidak mempesona dimata mereka.


"Oke kalo gitu, diskusi selesai. Sebelum kita bubar, mari kita susun kata-kata yang enak dicerna oleh pikiran kacau Reegan. Jangan ada bahasan soal anak demit atau obat mendesah. Jangan ada tatapan iba atau kata-kata yang berisi belas kasih. Itu akan membuat Reegan semakin merasa tidak berguna, baik sebagai pria sejati atau seorang ayah. Apa kita perlu berpelukan terlebih dahulu, sebelum balik keruangan calon mantu aku.?"


Oh, Bintang. Selalu saja mampu membuat suasana,menjadi warna warni dengan kata-kata dan tingkah konyol nya. Dan Bintang pun, berhasil mendapatkan hadiah delikan tajam dari para sahabat nya. Pria itu hanya bisa nyengir tak berdosa.


"**sebelumnya makasih udah mampir dan memberikan author dukunganπŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Maaf, kalo up nya agak lambat, tapi tiap hari pasti up kok. Jadi readers nya jangan khawatir. Author sayang kalian, sekali lagi makasih banyak yaa. Udah mampir di karya receh ini, semoga terhibur. Semua isi cerita hanya sudut pandang author saja, maaf jika banyak kekurangan dalam penulisan dan alur cerita nya. Mohon dukungannya agar author lebih semangat lagi dalam berkarya dan memberikan kalian bacaan-bacaan yang menarik.


Note : Cerita Keyra sama abang Al nanti otornya buat novel sendiri ya, sudah ada kerangka ceritanya, tapi tunggu novel ini kelar dulu. Atau minimal udah mau kelar, udah otor up novel barunya. Di novel itu nanti emosi kalian akan aku buat seperti rollercoaster. Jadi jangan berhenti memberi otornya semangat. Lopheee yuu para Readers ku yang terkasih dan baik hatiπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ˜š**

__ADS_1


__ADS_2