Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Part LIII


__ADS_3

Setelah puas berbelanja, Sarah dan Reegan mampir ke apartemen, tadi Sarah membeli beberapa peralatan masak dan stok makanan untuk di simpan kulkas kekasih nya itu.


"Yang ini bukan nya punya mama, Ree." Sarah bingung, kenapa Reegan menyingkirkan semua paper bag, yang isi nya dia belikan untuk sang ibu.


"Itu semua punya kamu, sayang. Sengaja nggak aku kasih tau tadi, kamu mana mau kalau aku bilang, itu aku beli buat kamu." Balas Reegan santai.


"Ck, kamu itu boros banget, tau gitu aku nggak beli lagi tadi, pikirku itu buat mama." Sarah kembali ke mode mengomel.


"Ngomelnya nanti di kamar, sayang. Kamu bisa mengomel sepuasnya, sambil mendesah juga aku jabanin." Ucap Reegan mengerlingkan matanya pada Sarah.


Saat mereka memasuki lift, seseorang histeris menyebut nama Reegan. Membuat Sarah dan si empu nya nama, menoleh kebelakang. ketika masuk tadi, mereka tidak memperhatikan orang yang ada di dalam, tidak penting juga pikir mereka.


"Reegan, astagaa! Beneran kamu ini, kamu tinggal di sini juga? Abis belanja ya? ini sama siapa, Gan? Pembantu apartemen kamu? kebetulan banget, aku lagi butuh orang bersih-bersih sama beresin barang-barang aku. Aku baru pindah dua hari yang lalu, unit apartemen kamu lantai berapa,Gan. Mbak tolong geser dulu." Tanpa perasaan wanita itu menggeser tubuh sarah kebelakang nya.


"Owh, lantai 30, sama dong berarti. Tetanggan lagi kita kaya waktu di Jerman dulu, jodoh kali ya." Ucap wanita itu dengan pede nya, sambil terkekeh manja pada Reegan.


"Kamu udah kelar ngomong nya? Pertama, ya aku tinggal di sini, abis belanja, trus orang yang kamu sebut pembantu itu calon istri aku, aku nggak nanya kapan kamu pindah, aku nggak suka satu apartemen apalagi satu lantai sama kamu dan aku nggak sudi kalau kita berjodoh. Sampai sini kamu paham, kan? Awas, minggir." Reegan dengan tidak berperasaan menarik kasar tangan wanita itu kemudian menarik pelan tangan Sarah hingga masuk ke dalam pelukakan nya.


Wanita itu melongo dengan perlakuan kasar Reegan, yang selalu saja menolak kehadiran nya, lalu menatap tajam pada Sarah. Dia tidak suka melihat adegan Romantis yang tengah berlangsung di depan nya itu.


"Kamu kok gitu sih, Gan. Kita kan udah lama kenal, bukan baru kemarin sore trus belagak tau kamu segalanya. Kamu lupa, kakek Prayoga bilang mau jodohin aku sama kamu." Ucap wanita itu merasa terhina dengan perlakuan kasar Reegan pada nya.


"Tapi aku nya nggak mau, aku juga nggak suka sama kamu, baik sebagai teman biasa apalagi teman hidup." Sarkas pria itu datar.


ting...

__ADS_1


"Yuk sayang, aku pengen lanjutin yang di mobil tadi, udah nggak tahan nih." Ujar pria itu ngarang bebas, dia sengaja mengeraskan suaranya. Membuat Sarah cengo, memangnya apa yang mereka lakukan di mobil tadi, sampai membuat Reegan tidak tahan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nggak nyangka aku, kamu bisa sekasar itu sama perempuan, Ree." Ujar Sarah sambil merapikan barang-barang yang akan dia susun di kulkas.


"Perempuan model Sasa begitu, kalau di lembutin biasa ngelunjak, kita ramah dikit dikira jatuh cinta. Nggak bisa di bawa nggak enak orang seperti itu, harus bisa tegas kalau bisa tumpaskan biar nggak berkeliaran, ganggu banget. Aku nggak suka di kejar-kejar, aku sukanya ngejar, berasa lebih tertantang aja gitu. Kaya aku ngejar kamu, udah dapat gini, ya mesti di jaga baik-baik." Balas Reegan memeluk pinggang kecil Sarah dari belakang.


"Pengen banget aku isi ini perut kamu, sama Reegan dan Sarah junior. Pasti kamu makin seksi kalau hamil, udah menghayal aku tuh. Ngelus-ngelus perut buncit kamu kaya gini. Kita cetak duluan yuk, aku pengen pas nikah udah ada bonus nya di dalam sini. Gemes banget aku, pengen makan kamu sekarang." Ujar pria itu menggigit pelan leher Sarah.


"Ree, jangan gini ah. Mama tar lagi pulang loh, aku juga udah mau balik. Nggak sabar aja aku tuh, pengen nyobain mesin cuci baru." Ucap Sarah tersenyum sumringah.


"Nanti dulu, baru jam 3 ini. Ini udah biarin aja, aku mau mandi, gerah banget. Siapin aku baju yuk, kita simulasi suami istri yang berbahagia dulu." Bukan Reegan namanya, jika tidak bisa memodusi Sarah untuk kesekian kalinya.


"Iya, siapin baju aja. Kalau nggak khilaf sih." Reegan berlari menuju kamar di lantai dua, menghindari lemparan buah tomat dari sang kekasih. Pria itu tertawa terbahak-bahak sambil berlari kecil menaiki tangga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nih, bajunya udah siap, aku turun ya mau masak sebelum aku pulang. Kamu mandi gih, itu kenapa malah handukan gitu." Sarah berbalik menuju pintu, namun sebelum mencapai pintu, sebuah tangan kekar melingkar di perutnya.


"Mandi, Ree." Perintah Sarah menahan kesal.


"Mandi bareng yuk, janji nggak ngapa ngapain. Mandi aja, kamu sabunin punggung aku, udah itu aja. Nggak minta yang lain, kecuali kamu yang maksa ngasih. Aku mau aja sih." Kekeh Reegan menggigit pelan ujung telinga Sarah.


"Ihh, nggak. Kamu tuh nggak bisa konsisten sama janji, yang make baju lengkap aja kamu udah on. Apalagi aku nggak make apa-apa, nggak bisa jamin aku tuh kamu bisa megang janji. Sudah mandi sana, mama keburu pulang nanti." Cerosos Sarah panjang lebar.

__ADS_1


"Makanya ayo, buruan. Aku bantu buka baju kamu, ya." Reegan menarik kaos yang dipakai Sarah tanpa aba-aba, membuat wanita itu mematung kaget. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh otak cerdas Reegan, dia kembali membuka Zipper celana jeans yang Sarah gunakan, kemudian melorotkannya sampai sebatas paha. Dengan kakinya, Reegan menurunkan celana Sarah hingga ke mata kaki.


"Eh, Ree. Iiihh, apaan sih ini, yang mau mandi kamu kenapa aku yang ditelanjangin." Kesadaran wanita itu kembali, lalu berjongkok bermaksud menaikkan celana nya kembali.


"Udah, kenapa mau dipake lagi itu juga udah kotor, udah sini." Reegan mengangkat Sarah ke bahunya seperti memikul karung beras, dengan tangan aktif nya Pria itu kembali menarik celana Sarah hingga terlepas. Sarah berontak takut-takut, dia takut terlepas dan jatuh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Astaga, Ree." Sarah kesal bukan main, dirinya di masukkan ke dalam bathtub, yang airnya masih sangat dingin.


"Geser sini, ngapain jauh-jauh gitu, aku udah liat juga, telat kamu kalu mau nutup nya sekarang, udah aku aku kasih enak juga." Ucapan frontal Reegan membuat Sarah sangat malu.


Reegan menggosok punggung Sarah dengan lembut dengan satu tangannya, sementara satu lagi sedang merantau menuju gunung Himalaya.


"Ree, udah jangan gini, nanti kamu nggak bisa nahan lagi, gimana?".. Sarah bisa merasakn benda tumpul itu mengeras menyentuh bokongnya.


"Sekali aja, boleh ya." Suara serak Reegan berbisik pelan di telingan Sarah, membuat Sarah semakin merinding.


Reegan memutar tubuh Sarah menghadap kearah nya, dengan rakus Reegan melahap benda favoritnya itu, Sarah menggeliat gelisah, akal sehatnya masih bekerja walau sedikit.


"Ree... Udah." Tidak dipungkiri dia juga menikmatinya.


"Aku masuk yaa.." Ucap pria itu serak matanya sudah dipenuhi oleh kabut gairah. Tanpa menunggu jawaban Sarah, Reegan mengangkat pinggang kecil kekasihnya itu untuk melakukan penyatuan.


Sarah terpekik, saat benda keras menerobos masuk kedalam intinya, dia hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan gejolak sensasi yang dia rasakan dibawah sana.

__ADS_1


__ADS_2