
Reegan mulai nampak tak sabar, sudah dua kali ponselnya dia lempar ke dashboard mobilnya, lalu diambilnya lagi dan mengulangi panggilan ke nomor yang sama.
("Iya halo, siapa?") Terdengar suara serak khas orang bangun tidur atau lebih tepatnya terbangun, karna suara getar ponsel yang sudah berhasil membangunkan Sarah dari mimpi indahnya.
"Kamu itu tidur apa pingsan sih, ini panggilan aku yang sebelas baru kamu sadar." Terdengar suara orang mengomel, yang suaranya sangat tidak asing di telinga Sarah.
("Ree, ini kamu?"..) Sarah mendudukkan dirinya di sisi ranjang, lalu mengambil gelas air minum di atas nakas, meminumnya hingga tandas. Serasa seluruh nyawanya masih tersangkut di kerongkongan.
"Hp kamu itu coba kamu kasih suara, biar kalo orang telpon itu dengar. Tadi kenapa lebih milih pulang sama Reza, kan aku udah bilang. Aku jemput, aku yang ngantar pulang. Suka kamu diantar sama dia, dia lebih hebat gitu karena dia seorang dokter?"... Cecar pria itu kesal.
("Astaga Ree, nyawa aku belum pada kekumpul semua, udah kamu cecar begitu.") Ucap Sarah kesal, kenapa dia bertindak seperti seorang suami yang sedang cemburu.
("Aku nggak minta di antar pulang sama dokter Reza, Ree. Dia inisiatif sendiri, aku tau nya pas udah mau pulang. Dia yang jemput keruangan, aku sama ayah nggak enak buat nolak, dianya sampe tukar jam dinasnya segala.") Jelas Sarah panjang lebar, dia juga bingung kenapa mereka seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.
__ADS_1
("Kamu kalo telpon aku cuma buat marah-marah nggak jelas gitu, aku matiin aja ya. Kamu kaya nya butuh minuman dingin, omongan kamu bikin kuping aku gerah.") Niat hati berharap tidak lagi berhubungan dengan pria itu, sekarang malah dia sedang di cecar seperti kekasih yang ketahuan selingkuh.
"Jangan coba-coba ya kamu matiin, aku nikahin kamu hari ini juga kalo kamu berani matiin ponsel kamu." Reegan sudah mulai kehilangan akal sehat nya, semenjak malam dimana mereka makan bersama di dalam mobil waktu itu. Reegan tidak bisa berhenti memikirkan Sarah, senyum teduh wanita itu membuatnya benar-benar terpesona, sikapnya yang apa adanya telah membuat seorang Reegan jatuh cinta.
("Kamu lagi banyak masalah, Ree. Kerjaan kamu? keluarga kamu? atau pacar kamu selingkuh? Jangan lampiasin ke aku dong, aku tau kamu masih marah karna isi perjanjian tempo hari, tapi nggak gini caranya kamu balas aku. Ini udah kelewatan, bermain-main dengan perasaan orang lain itu nggak baik, Ree.") Suara Sarah terdengar putus asa, mengahadapi pria dingin dan datar seperti Reegan, membuat nya tidak bisa berpikir jernih.
"Aku nggak main-main, Sar. Kamu butuh aku buktiin, baik. Kamu tunggu aja, mendingan kamu mandi trus dandan yang cantik. Aku kerumah kamu sekarang." Reegan memutuskan panggilannya sepihak. Biarlah Sarah menganggap nya tidak waras, nyata nya dia memang sudah tergila-gila dengan wanita itu.
Sarah masih melongo mendengar kalimat terakhir yang Reegan ucapkan, ah biarlah paling Pria itu sedang banyak masalah pikirnya. Sarah beranjak keluar dari kamar menuju dapur, dilihatnya pintu belakang terbuka, pasti sang ayah sedang dikebun.
"Udah bangun, Sar. baru aja mau ayah bangunkan, udah sore soalnya, itu kamu mau panasin lauk yang ayah taruh di kulkas tadi?".. Pak Ramdhan terlihat membawa sedikit sisa sayur yang panen kang Sadin kemarin.
"Iya, yah sarah mau panasin dikit aja, nggak semua, nanti malah nggak enak kalau dipanasin mulu. Itu sayurnya mau Sarah masak apa, yah?"..
__ADS_1
"Kamu bikin sayur bening aja, itu ada bayam merah sama gambas. Sudah ayah cuci diluar, ayah mau mandi dulu, abis ini mau kerumah pak Lurah sebentar, ada keperluan sedikit. Kamu dirumah sendiri nggak apa-apa?".. Tanya pak Ramdhan.
"Nggak apa apa, yah. Ayah jangan pulang kemalaman, ayah baru sembuh, harus banyak istrahat." Ingat Sarah pada ayahnya, yang suka khilaf jika sudah berkumpul bersama para bapak-bapak itu.
"Iya, bentar aja, ada yang mau ayah urus dikit. Kamu kalo lapar makan duluan aja, takutnya ayah lambat dikit pulangnya." Ujar pak Ramdhan lalu bergegas ke kamar mandi, karna di rumah itu hanya di kamar Sarah yang ada kamar mandi nya di dalam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Drrrt drrrtt ddrrrrtt...
Dengan malas Sarah mengangkat panggilan itu.
"Iya, Ree. Mau marah-marah lagi, ak...."
__ADS_1
("Aku di depan rumah kamu, keluar sekarang atau aku yang masuk.") Panggilan terputus, membuat Sarah mematung, darimana pria itu tau alamat rumahnya. Tiba-tiba tubuh Sarah menjadi panas dingin, bisa-bisa nya Reegan nekat mendatangi nya kerumah.