Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Sesuatu yang disebut, keegoisan


__ADS_3

Asha terlihat menikmati kesendirian nya, walau hati nya di liputi banyak pertanyaan. Bagaimana bisa Daniel memiliki anak dengan wanita lain.


Arti nya hubungan itu sudah terjalin, sebelum Daniel bertemu kembali dengannya. Tidak masalah sebenarnya, mengingat semua orang sudah menganggap nya tiada.


Namun kenapa Daniel harus menikahinya, jika sudah ada wanita lain yang mengisi kekosongan hatinya. Entah karena rasa suka atau sekedar hubungan saling membutuhkan.


flashback


Asha terlihat baru saja pulang dari kantin rumah sakit, terlihat satu kantung plastik berisi beberapa bungkus roti ditangannya. Tadi dia pamit pada sang ayah ingin membeli sesuatu. Selama 5 hari menemani Sarah di rumah sakit, ini pertama kalinya, dia keluar dari ruangan sang ibu.


Brukk


"Maaf nona, apa kau baik-baik saja. Aku terburu-buru, istri ku akan melahirkan dan aku baru mengetahui nya. Kau tidak apa-apa, mau aku antar ke UGD?" tawar seorang pria terlihat panik, antara merasa bersalah pada Asha juga mencemaskan istrinya.


"Tidak perlu, aku baik-baik saja. Pergi lah, istri anda pasti sudah menunggu," balas Asha cepat.


"Baiklah, terimakasih. Sekali lagi maafkan aku, nona. Permisi," setelah kepergian pria yang tidak dia kenali itu, Asha menuju kursi yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


Lorong rumah sakit terlihat sepi, mungkin karena sudah malam pikir nya.


Kepalanya berdenyut hebat, padahal hanya terbentur tembok tidak terlalu keras. Kenapa bisa sampai sesakit ini.


Pandangan nya mulai buram, sekelebat bayangan buruk melintas dikepalanya. Menambah denyut semakin tak tertahankan, perlahan mata Asha mulai meredup. Tubuhnya luruh dari kursi, terakhir yang dia ingat. Kepalanya kembali terbentuk lantai cukup keras, lalu mulai menggelap.


Samar dia mendengar seseorang memanggil namanya, namun dia sudah tidak bisa mengenalinya. Dan...


Asha terbangun di sebuah ruangan yang di dominasi warna putih cream. Nyeri di kepalanya masih terasa, namun sesuatu yang lain dia rasakan.


Ingatan nya kembali ke beberapa tahun yang lalu, airmata nya mengalir tak terbendung. Perlahan Asha turun dari brankarnya menuju kamar mandi.


Didalam kamar mandi, Asha meluruhkan semua kesedihan nya. Bayangan buruk itu masih terekam jelas di ingatan nya, tangannya mengepal kuat. Dia ingat siapa dirinya, siapa yang melakukan hal jahat itu padanya.


Dalam hatinya tersusun semua rencana pembalasan dendam.

__ADS_1


Sejak hari itu, Asha berubah menjadi pribadi ganda. Kehidupan tenang Justin pun mulai terganggu, dengan berbagai teror mengerikan dari wanita yang pernah disakitinya.


Di mulai merencanakan kehamilan Killara, menjauh kan wanita itu dari hidup Daniel, dan beberapa kecelakaan yang di sabotase oleh Asha dan sahabat nya. Teman-teman Justin yang ikut andil melakukan hal bejat pada Asha, satu persatu menghilang layaknya angin. Tak berbekas.


Justin mulai merasa hidupnya tidak aman, setelah berhasil membuat Killara hamil sesuai perintah Kira. Justin menyerahkan diri pada Daniel, hingga di aniaya sampai babak belur. Semua adalah rencana Kira.


Meski pada dasarnya Justin memang sangat mencintai Killa, namun menghamili wanita itu diluar rencana nya. Tapi tanggung jawab baru kembali dia emban, yaitu menikahi Killa bagaimana pun caranya.


Justin benar-benar di landa frustasi setiap saat, karena tekanan yang Kira berikan. Sampai ke perusahaan yang dia bangun dengan susah payah, teror itu kembali mengguncang perusahaan kecilnya. Tugas lainnya adalah membuat Arsa lenyap, demi Tuhan. Justin sungguh stress memikirkan nya.


Meski dulu dia pernah begitu kejam pada Kira, namun tidak sampai membunuh wanita itu. Wanita itu babak belur dipukuli oleh teman-temannya karena terus memberontak. Meski sudah dia ingatkan berkali-kali.


Namun dialah orang pertama yang merenggut mahkota berharga milik Kira, dan dia sangat menyesali nya.


Hingga 4 bulan setelah kejadian, saat dia tertangkap oleh salah seorang suruhan dokter Bram, Justin memohon untuk hidupnya. Pria itu bahkan dengan sukarela, memberikan satu ginjalnya yang kebetulan cocok dengan Kira. Lalu 3 bulan, kemudian melakukan transplantasi hati (cangkok hati). Sungguh siksaan berat bagi Justin, merelakan organnya diambil meski melalui persetujuan nya sendiri.


Dia melakukan itu semua, untuk menukar nya dengan nyawanya. Walau dia sadari, bisa saja efek samping dari operasi itu, mengantarnya pada kematian. Namun paling tidak, tidak sekarang. Dirinya masih terlalu muda, dan berniat memperbaiki dirinya.


Meskipun sebagai sandera dia diperlakukan dengan cukup baik, diperlakukan layaknya porselen, pola hidup sehatnya diatur sedemikian rupa. Tetap saja, dia seorang tawanan.


Dan pada akhirnya, dia harus merelakan pisau bedah menyayat kulit mulusnya, hingga meninggal kan bekas luka yang tak kecil. Justin benar-benar konsisten, setelah hampir 7 bulan dalam sanderaan Bram dan kawan-kawan. Pria itu mulai mengubah hidup nya dengan benar. Dimulai kembali mendekati Killa, berharap wanita itu pun perlahan berubah bersama nya.


Namun sayang, ambisi Killara lebih besar dari niat baik Justin. Hingga bertahun-tahun hidup mengenal Killa luar dalam, perasaan Justin justru terikat pada wanita itu.


Justin menyimpan semua rahasia tentang Kira dan para pamannya yang masih hidup, sungguh merupakan beban batin baginya. Namun rahasia tetaplah rahasia, hidupnya sudah dia pertaruhan kan untuk menjaga rahasia tersebut.


Hingga saat Kira kembali ke kehidupan nyata, dia merasa was-was. Namun beruntung wanita itu mengalami amnesia. Namun belakangan, hidupnya mulai terusik secara terang-terangan oleh Kira dan para sahabatnya.


Justin mulai menyerah. Penjara adalah tempat aman baginya, dapat dia lihat kilat dendam begitu membara dalam pancaran mata Kira. Dia ketakutan, akan bernasib sama seperti teman-temannya, yang entah masih hidup atau sudah mendahului nya ke alam baka.


Bukan soal mati yang dia takutkan, namun proses kematian yang mengerikan, membuat Justin tidak bisa tidur nyenyak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Asha tersentak oleh kehadiran Lumina, yang tiba-tiba muncul disamping nya.


"Masih belum mengaktifkan ponselmu?" Lumina bertanya dengan mulut penuh kentang goreng.


"Makan yang benar, Mina. Kau bisa mati tersedak kalau begitu caranya," nasihat Asha yang tak terdengar seperti sebuah nasihat di telinga Lumina.


"Nasihatmu sungguh mengharukan, Kirasya Resar Sudibyo!" Terimakasih banyak!" balas Lumina kesal setengah mati.


Lalu keduanya kembali terdiam.


"Mina?"


"Hmm?"


"Kira-kira kau tau alasan Daniel menikahiku? Kasihan? Atau karena rasa bersalah di masa lalu?" tanya Kira tiba-tiba.


Lumina menatap nanar sahabat nya dengan perasaan miris, dapat dia lihat iris mata Kira yang memerah. Menandakan, pertahanan sahabat nya itu telah mencapai batas maksimum.


"Aku tidak tau," jawab Lumina apa adanya. "Kurasa Daniel sedang tersesat dalam sesuatu yang di sebut, keegoisan. Kehadiran putrinya yang tidak dia sangka-sangka, membuat matanya sedikit menggelap. Dan sekarang aku yakin, setelah kepergian mu, cahaya itu kembali bersinar." Terang Lumina mengungkapkan argumen nya.


"Apakah kejadian di masa lalu, benar-benar membuat ku tidak berguna sebagai seorang wanita? aku ingat, bagaimana diriku di perlakukan layaknya binatang oleh para ba*ji*ngan itu. Semua masih terekam jelas dalam memori ku, Mina." Untuk pertama kalinya, Kira menangis tersedu. Wanita tegar, tenang dan selalu terlihat sempurna dalam mengelola emosinya itu. Kini terlihat begitu rapuh dan hancur berkeping-keping.


Hati Lumina bagai tersiram air panas mendengar curahan hati sahabat nya. Untuk pertama kalinya, wanita itu mencurahkan apa yang dia simpan rapi dalam hati dan pikirannya pada seseorang.


"Bagiku kau sempurna, Sa. Daniel lah yang tidak bisa mensyukuri nikmat Tuhan, dalam wujud malaikat berhati tulus dan mulia seperti mu." Lumina meraih bahu Kira dan memeluknya erat, kedua wanita itu terisak. "Jika Daniel lebih memilih putrinya, maka lepaskan lah dia. Aku akan menjagamu disisa hidup mu. Aku tidak akan menikah dengan siapapun. Seperti janjiku dulu, kebahagiaan mu, diatas segalanya. Kau sahabat yang kukasihi, kau adik yang paling kusayangi." Ujar Lumina menenangkan sahabat nya meski hatinya pun sama sakitnya.


∆Part berikut nya akan di jelaskan, siapa Bram, Danu, Varel, Levita dan juga Lumina.


∆Alasan kenapa mereka rela mengorbankan banyak hal untuk Kira.


∆Dipantau terus yah, Readers ku yang baik hati😘😘😘😘🥰🥰🥰


Mohon terus dukung author receh kalian ini yah🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2