Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Satu persatu pergi


__ADS_3

"Sini biar sama aku aja, mi." Daniel mengambil alih Delia dari pangkuan sang ibu. Delia begitu hafal hangat tangan Daniel atau bukan, sehingga jika dia bangun Daniel tidak segera menggendong nya. Delia akan menangis sejadi-jadinya.


"Yakin mau ajak anak-anak tidur dikamar kalian? sama mami aja ya, Debya nanti sama oma Nabila. Ya kan oma Bila?" Sinta menatap Nabila yang memang sejak siang, sudah menyegel Debya ikut tidur di kamar mereka.


"Ya benar Dan, anak-anak sama kami aja. Jangan khawatir, anakmu aman bersama para lansia ini" seloroh Nabila.


"Aku tidakk tega, biasa kalau tidur aku jagain, aku timang. Nanti pasti susah tidur kalau anak-anak tidak ada di kamar, ada yang kurang aja." Selama satu bulan ini, Daniel tidur di kamar Kira dan anak-anaknya, dia ingin Kira punya banyak waktu untuk beristirahat. Dia akan menjaga si kembar sambil mengerjakan pekerjaan nya. Semenjak menjadi pengangguran, Daniel bekerja di rumah saja. Walau sebenarnya, dia sudah merintis perusahaan baru selama 3 tahun ini.


Namun dia diam saja, agar Tiara tidak mengusik lagi perusahaan nya itu.


"Ishh, seperti sama siapa aja. Ini mimi sama mami mu loh. Kalian nikmati momen pengantin baru aja sana, Delia nanti kalau rewel, tenang aja, sekutu di rumah ini banyak. Kami akan begadang semalaman untuk menemani mereka bermain." Ujar Nabila ngotot, lalu menggendong Debya dari stroller nya, membawa ke kamar. Sinta pun mengulurkan tangannya pada Daniel, meminta cucunya.


"Sini cucu mami" Daniel dengan wajah di tekuk memberikan bayinya, namun sebelum itu dia mencium seluruh wajah Delia.


"Iyyuuhhh, papa mu jorok. Lihat ini, cucu oma jadi iler semua, opa minta tissue nya dong, pipi aku bau liur papa nih." Daniel mendelik mendengar ucapan sang ibu.


"Delia aja suka, oma nya aja yang sewot. Ya nak ya, sayang papa yaa." Kira diam-diam mengusap sudut matanya. Hatinya merasa kan gelayar luar biasa atas perlakuan Daniel terhadap anak-anak nya dan Justin.


"Sayang, kok mellow sih. Maaf ya, aku jadi cuekin ibunya anak-anak aku ini. Abis twin udah mengambil alih semua hati aku, jadi sabar ya, di Sayang nya nunggu giliran." Seloroh Daniel mencium pucuk kepala istri nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu berlalu begitu cepat, ada banyak hal yang telah mereka lewati, seperti kehamilan Kira hasil kecurangan nya seperti di masa lalu. Anak-anak nya sudah besar semua, dia mulai kesepian. Sang ayah telah di panggil pulang 4 tahun lalu, rumah benar-benar sepi jika anak-anak pergi ke sekolah.


Daniel baru akan pensiun tahun depan, hingga dia sengaja tidak mengkonsumsi penunda kehamilan nya. Agar rumahnya kembali riuh dengan suara tangisan bayi.

__ADS_1


Kini usia kehamilan nya sudah memasuki bulan ke 7, Daniel sangat menjaga istri nya dengan proteksi tinggi.


"Pagi bu, pa. Nanti kami pulang telat ya, mau ada kelas tambahan buat persiapan ujian akhir kelulusan." Jev duduk disamping sang kakak yang sibuk mengoleskan selai di roti adik nya. Keempat anak Daniel itu sudah kelas 3 SMA.


"Lagi?" Protes Kira sedikit kesal.


"Twin gimana? ada pelajaran tambahan juga buat persiapan kelulusan?" tanya Kira pada kedua Putri nya yang kini sudah kelas 3 SMP.


Keduanya saling menatap lalu menatap sang ayah meminta pertolongan.


"Ya sayang, mereka ingin mendapatkan nilai yang bagus, hari ini papa akan di rumah saja. Kita akan membuat proyek kebun bunga di taman belakang rumah bagaimana?" Daniel mencoba memberikan solusi pada Istri kesayangan nya itu.


Delia dan Debya tersenyum lega, biasanya mereka pasti akan di suruh les di rumah saja. Padahal usia mereka sudah hampir 15 tahun, ingin sesekali bergaul dengan anak lain di luar jam sekolah.


Untung saja ayah mereka sangat pengertian, untuk itu mereka selalu patuh pada Daniel. Jika waktu nya pulang maka mereka harus pulang, keduanya tak ingin mengecewakan sang ayah yang begitu tulus menyayangi mereka berdua.


Dua kali setahun mereka akan berkunjung ke villa untuk berlibur dan mengunjungi makam Justin. Sepasang suami istri telah dipercaya merawat villa berserta makam Justin hingga selalu terawat dengan baik.


"Baiklah, tapi papa janji tidak ada meeting dadakan atau apapun itu. Ibu tidak suka di tinggal sendirian" tegas Kira dengan wajah merengut.


Anak-anaknya hanya bisa menghela nafas sabar, semakin hari ibu mereka semakin labil. Wanita itu selalu berpesan agar Keenam anaknya kuliah di dalam negeri saja, jadi bisa dari rumah.


No apartemen. Kira tidak suka berjauhan dari anak-anaknya, dan keenam anak penurut itu pun sama sekali tak keberatan.


"Janji, hari ini papa milik kalian berdua baby" ujar Daniel meyakinkan dengan sabar. Istri montok nya itu semakin menggemaskan jika sudah seperti itu.

__ADS_1


Di usianya yang ke 47 tahun, dia mendapat kado luar biasa. Yaitu calon bayi di dalam perut sang istri. Daniel sering di ledeki oleh para sahabat nya, mereka bilang Daniel terlalu ganas hingga mampu membobol pertahanan kontrasepsi sang istri. Tidak tau saja mereka, jika istri nya itu bermain ninja dengannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Dek nanti kalau sudah habis les, langsung pulang ya sama kakak-kakak. Jangan main lagi, ponselnya jangan di silent."


"Pa.. kami bukan adek lagi" protes Delia.


"Ya nih papa, kami ini sudah mau jadi kakak tau." Debya menimpali ucapan sang adik.


"Ya ya, papa lupa. Tapi selama adik belum lahir, kalian tetap anak kecil papa, titik. No debat!" Tegas Daniel membuat kedua putrinya cemberut.


Daniel terkekeh, "cium papa dulu sini, kasih upah sama sopir pribadi kalian ini" Daniel mengarah kan pipinya pada kedua gadis remajanya itu.


Setelah selesai berpamitan ala berangkat perang, keduanya mulai masuk ke dalam gerbang sekolah. Daniel menyeka sudut matanya lalu menatap awan cerah di balik kaca mobilnya.


"Lihatlah, putri kita sudah dewasa dan sangat cantik. Aku selalu ketakutan jika mereka tumbuh begitu cepat, aku belum rela melepas kan keduanya pada pria lain. Terimakasih sudah menitipkan kebahagiaan tak terhingga ini padaku, berbahagia lah di atas sana. Aku akan melanjutkan misiku untuk menjaga dan membahagiakan mereka semua. Kau akan menjadi ayah lagi, Kira kita sedang hamil lagi. Wanita keras kepala itu berhasil mengelabuiku, hingga kini aku akan di panggil papa lagi l, dengan celotehan lucu khas balita." Daniel terkekeh lalu mulai menjalankan mobilnya kembali, dia ingin mampir membeli bibit bunga. Hari ini dia akan menjadi pekebun bunga demi menyenangkan hati bidadari nya.


Satu persatu orang-orang kesayangan mereka berpulang, setelah bunda Sarah belasan tahun lalu, disusul oleh ayah mertuanya, lalu didi Revan 3 bulan setelah nya, mom Marissa pun tak mau mengalah, ikut menyusul tahun lalu.


4 bulan yang lalu, papa Satria pun menyerah pada penyakit liver nya. Kini hanya tinggal kedua orang tua nya yang utuh. Namun sang ayah mulai sakit-sakitan, penyakit tua biasalah. Begitu yang selalu di katakan oleh ayahnya. Kehilangan para sahabat satu persatu, membuat mereka merasa kesepian, kosong dan kehilangan yang begitu dalam.


Kini kelima sahabat yang tersisa itu, menjalani hidup dengan sedikit tak bersemangat. Setiap minggunya, Daniel dan anak-anak yang lain akan bergiliran mengunjungi para orang tua mereka, agar di hari tua mereka tidak terlalu kesepian.


Sekarang Daniel mengerti, kenapa istrinya tidak ingin berjauhan dengan anak-anak mereka. Dia tidak ingin hari tua mereka di landa kesepian.

__ADS_1


∆Sedikit lagi ya guys🤗🤗 tadinya mau tamatin di bab 207, angka favorit othor. Tapi cerita ending nya terasa kurang afdol.


∆Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya, dilaman komentar 😘🙏 Semoga author khilaf dan ngasih ekstra part nya🤭🤭🤗🤗


__ADS_2