
"Maaf yah, Sarah telat bangun. Jam berapa yah?".. Ucap Sarah sambil menguap lebar, biar aja pikirnya, toh hanya ayahnya yang melihat, sisi kiri dan kanan tempat ayahnya ada pembatas sampai telinga orang dewasa.
"Ngantuk banget, Sar?".. Suara tak asing itu membuat Sarah segera menutup mulutnya, kemudian menoleh kesamping. Terlihat dokter Reza dan satu orang perawat perempuan yang sedang memegang berkas pasien.
"Ihh, ayah kok nggak bilang sih kalau ada orang." Omel Sarah pada ayahnya, meskipun dia tidak menyukai dokter itu. Tapi dia tetap malu jika tingkah konyol nya itu, ada yang melihat.
"Kamu juga bangun-bangun, langsung nguap lebar gitu, mana sempat ayah mau bilang apa-apa. Ucap pak Ramdhan terkekeh pelan melihat tingkah putri nya itu.
"Sarah mau mandi dulu yah." Sarah ingin segera kabur dari sana, dia masih sangat malu dengan dokter Reza dan perawat itu.
"Nanti kamu ke ruangan aku ya, Sar. Soal pak Ramdhan, nggak ada yang perlu di cemas kan. Hanya beberapa hal saja yang perlu di ketahui tentang kondisi ayah kamu pasca pasang ring jantung." Dokter tampan itu tampak sangat mendalami peran nya, sebagai seorang dokter demi bisa memodusi Sarah, agar mau ke ruangan nya.
"Gitu ya, ya sudah nanti aku kesana." Ucap Sarah bergegas menuju kamar mandi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Pagi ma." Reegan mencium pipi sang ibu, membuat ibu nya sedikit heran.
"Semalam kamu pulang jam berapa, Gan?".. Tanya bu Maya.
"11 mungkin, Reegan nggak perhatikan juga. Kenapa, ma?"...
__ADS_1
"Nggak apa apa, mama nunggu kamu semalam, mau temanin kamu makan ceritanya. Eh , mama malah keburu ngantuk. Itu sate nya punya Sarah, kamu yang makan?
"Owh itu, ya aku yang makan. Takut basi aja, udah kenyang sebenarnya." Reegan menjawab tanpa melihat ibu nya.
"Makan malam sama Sarah?".. Tanya ibu nya lagi.
"Iya, makan di mobil, di parkiran rumah sakit." Jawab Reegan santai.
Sontak jawaban Reegaan membuat sang ibu, pak Amat dan beberapa ART yang sedang sarapan di dapur, tersedak oleh makanan masing masing.
"Kamu makan di mana tadi? Kantin rumah sakit, gitu? Memangnya masih buka jam segitu? Tanya bu Maya beruntun, dia berusaha untuk meyakinkan pendengaran nya.
"Makan di mobil, ma. Berdua sama Sarah. Abis makan Reegan langsung pulang." Ulang Reegan pada ibu nya, dia tau sang ibu pasti syok mendengar diri nya makan di dalam mobil. Apa kabar nya jika dia bercerita bahwa semalam dia makan tanpa menggunakan sendok, bisa-bisa ibu nya itu terkena serangan asma mendadak.
"Loh, Kan Pacar Reegan yang punya, jadi harus Reegan juga yang makan." Ucap Reegan tak mau kalah.
"Memang nya kamu benaran gitu, pacaran sama Sarah. Mama kok kaya nggak yakin, Sarah mau sama kanebo kaku kaya kamu. Lagipula dia masih istri orang, Gan." Ucap sang ibu meragu sekaligus mengingat kan anak nya itu.
"Bentar lagi bakal pisah, ma." Ucap Reegan ngotot.
"Iya sudah terserah kamu aja, mama hari ini mau di rumah, istirahat. Nanti kalau Sarah sudah nggak sibuk di rumah sakit, mama mau ajak di temani mama jalan-jalan lagi. Berasa punya anak perempuan mama tuh kalau jalan sama Sarah." Ucap bu Maya senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
"Berasa punya menantu dong, ma. Kok anak perempuan sih, adik aku dong." Protes Reegan tak terima.
"Ck, kamu itu sekarang kok, jadi suka protes sih." Ujar bu Maya kesal. "Lagian belum tentu Sarah mau jadi istri kamu, mana bisa jadi mantu mama. Kok kamu yang maksa, heran mama." Gerutu nya lagi.
"Pasti mau, belum di coba mana tau. Jadi mama mau di rumah aja ini? Yakin?." Tanya Reegan memastikan, tentu saja dia senang ibu nya di rumah, lebih mudah dia awasi melalui CCTV di ponsel nya.
"Iya, yakin. Pasti kamu senang, kan, kalau mama di rumah. Kok ya hobby banget ngurung ibu nya di rumah." Dumel bu Maya pada anak nya itu.
"Semua juga buat kebaikan mama. Udah ya ma, aku berangkat dulu, mau belikan Sarah sarapan. Dah!".. Ucap Reegan kemudian mencium pipi sang ibu.
"Salamin dari calon mertua ya, Gan!" Seru bu Maya pada anak nya, yang sudah berjalan dengan tergesa-gesa keluar rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tok tokk tokkk..."Permisi dok."
Klek.. "Langsung masuk aja, Sar. Nggak usah pake ngetuk segala." Ujar dokter Reza pada Sarah.
"Nggak enak lah dok, masa main nyelonong aja. Nggak sopan itu nama nya." Terang Sarah yang sedang dalam mode bijak. "Jadi apa yang mau di bahas tentang ayah saya, dok?".. Tanya Sarah to the point.
"Duduk dulu dong, Sar. Kamu ini, nggak usah kaku gitu, sama aku juga loh. Aku kamu aja, nggak usah se formal itulah.".. Ucap dokter Reza, yang gemas dengan sifat kaku Sarah pada diri nya.
__ADS_1
"Udah duduk, kan. Jadi gimana, Nggak ada masalah kan sama kesehatan ayah?".. Tanya Sarah tak sabar.
"Nggak ada yang perlu di khawatir kan, kondisi pak Ramdhan sudah baik sekarang. Kamu hanya perlu menjaga pola makan nya saja, hindari makanan yang menjadi pantangan pak Ramdhan, itu saja. Siniin nomor hp kamu, aku mau kirim beberapa list makanan yang nggak boleh ayah kamu makan." Jelas dokter Reza dengan wajah seserius mungkin, dan jurus permodusan pak dokter tampan itu pun dimulai saat ini.