
Rasa lelah bercampur bahagia kini menjadi satu dalam diri keduanya, Daniel dan Asha baru saja bisa kembali ke kamar setelah pukul 21:30 Malam. Resepsi yang di selenggarakan dari pukul 11;30 siang itu telah membuat tubuh Asha seperti mati rasa.
Daniel yang tengah membuka jas nya teralihkan oleh pemandangan di depannya. Asha tengah membuka gaun pengantin nya seorang diri, tanpa drama pengantin baru seperti yang dia baca di novel-novel romantis. Istri nya bahkan tidak meminta bantuan nya sedikitpun.
"Mau aku bantu, sayang?" akhirnya Daniel gemas sendiri melihat nya, bagaimana Sang istri terus berusaha menurunkan kancing gaunnya susah payah.
Asha menoleh pada sang suami, "boleh, kenapa gak dari tadi. Gak pekaan banget" gerutu Asha berupa gumaman kecil, namun telinga tajam Daniel mampu mendengar nya dengan jelas.
Pria itu hanya menggeleng lucu "aku kira istri ku ini bisa sendiri, sini aku bukain." Seloroh Daniel terkekeh pelan kemudian membuka kancing gaun tersebut.
Setelah selesai dengan segala keribetan gaun, dan pupusnya harapan mesum seorang Daniel. Asha rupanya memakai pakaian dalam yang lumayan tertutup, hingga harapan nya untuk mengintip punggung mulus sang istri, berganti dengan tatapan cengo.
"Gak gerah make dalam seketat itu trus sampe ketutup gitu badan nya?" pertanyaan Daniel hanya di tanggapi senyuman oleh sang istri.
Asha kemudian menuju kamar mandi tanpa menjawab pertanyaan suaminya, membuat Daniel semakin melongo. Istri nya ini, bahkan diam saja bisa begitu mengerikan, apa kabar jika dia sedang marah dan kesal. Daniel bergidik ngeri sendiri dibuatnya, Asha perlahan berubah tegas dan kadang tak tersentuh sewaktu waktu. Namun Daniel menyukai nya, Asha yang suka mengalah dan memaklumi apapun, biarlah mati bersama Keyra nya yang dulu.
Klek
Asha dan Daniel saling menatap, pria itu memicingkan matanya melihat penampilan sang istri. Ini benar-benar malam pengantin yang berbeda dengan pasangan lainnya, begitu pikirnya.
Suana romantis jauh dari sikap keduanya, yang nampak tak canggung satu sama lain. Berbeda sekali batinnya.
"Mandilah, aku udah siapin air hangat. "Ujar Asha tersenyum lembut. Lagi-lagi Daniel melongo, melihat perubahan sang istri yang begitu cepat. Segera Daniel bergegas menuju kamar mandi, sepanjang ritual mandinya. Tak henti-hentinya Daniel melafalkan banyak doa dan harapan, agar malam pengantin nya dapat berjalan lancar selayaknya pengantin baru lainnya.
Klek
Daniel keluar dengan handuk melilit di pinggang nya, memperlihatkan deretan roti sobek yang menggugah selera siapapun yang memandang nya. Sejenak Asha terdiam dengan pemandangan di hadapannya itu, susah payah dia menelan ludahnya yang terasa kaku di tenggorokan.
Namun pengendalian diri wanita itu patut diacungi jempol, lihat lah sikap tenang nya lagi-lagi mampu menguasai keadaan.
__ADS_1
"Kemarilah, aku akan mengeringkan rambutmu." Asha mengarah kan Daniel menuju meja riasnya.
Daniel hanya menurut saja, walau dia sedikit kecewa dengan reaksi biasa saja dari sang istri.
"Rambutmu bagus, tebal dan... wangi, aku suka." Lagi dan lagi, Daniel terkesima oleh pujian sang istri. Asha yang pemalu kini tengah memujinya tanpa rasa canggung.
"Suka ya, ini shampoo yang sama dengan yang kamu pakai padahal. Beda ya, kalo dipakai sama orang lain, wanginya lebih terasa." Balas Daniel apa adanya sambil menatap pantulan istri nya di balik cermin besar itu. Dapat dia lihat perubahan raut wajah Asha berubah dengan cepat, apa ada kata-katanya yang salah. Perasaan nya tidak ada, benar kan, jika akan terasa berbeda meski kita memakai barang yang sama.
"Ya, benar. Akan terasa berbeda jika dipakai oleh orang lain, " ucap Asha datar dan ambigu. Daniel mengerutkan dahinya dalam, apa maksud dari perkataan sang istri.
Namun yang ditatap seakan tak tau-tau, "sudah beres, "Asha meletak handuk yang dia pakai untuk mengeringkan rambut suaminya, di gantungan kecil disamping meja rias.
Lalu perlahan membuka kimono tidur yang dia pakai, baju itu panjangnya hingga betis dan sama sekali tidak transparan seperti harapan Daniel.
Mata Daniel hampir meloncat keluar, saat kimono sialan itu berhasil di lepaskan oleh istrinya. Mulutnya sampai terbuka lebar saking kagetnya, istri nya itu nampak sedikit liar dalam pandangan matanya. Namun dia menyukai nya.
Daniel tak menyia-nyiakan kesempatan, diangkat nya tubuh mungil sang istri ke atas ranjangnya. Asha hanya menunduk dengan wajah merona.
"Kamu sudah siap sayang? Bolehkah aku meminta hak ku sekarang juga?" tanya Daniel dengan wajah berkabut gairah, dia pria dewasa, walau usianya sudah menginjak 31 tahun. Namun pria itu belum pernah melakukan hal seperti ini, pada wanita lain meski hanya sekedar berciuman.
Asha hanya bisa mengangguk dengan wajah yang semakin memerah menahan malu, berbeda sekali dengan keberanian nya tadi, saat dengan berani, mempertontonkan Daniel lekuk indah tubuhnya dari balik kain tipis yang dia pakai.
Daniel tersenyum gemas melihat anggukan malu-malu sang istri. Kemudian melanjutkan aksinya malam pengantin yang dia harapkan lalu....... (Maaf guys, aku revisi tambah bab untuk paragraf ini tar malam yaa, abis buka🤭🤭, mari hargai teman-teman kita yang sedang berpuasa🙏🙏😘😘)
Setelah kegiatan penuh peluh yang sudah kesekian kali itu selesai, Daniel kini tengah memeluk erat tubuh p*l*.... sang istri.
"Makasih sayang, sekarang kamu adalah milik ku seutuhnya. Aku bahagia bisa menjadi suamimu, aku sangat mencintaimu sayang." Ungkap Daniel seraya menghadiahi wajah sang istri dengan banyak ciuman.
Asha hanya menggeliat saja, sejatinya wanita itu telah tertidur pulas akibat kelelahan. Daniel semakin di buat gemas dengan tingkah lucu istri nya, dia beruntung memiliki wanita itu. Walau pun harapan mereka untuk memiliki anak kandung hanya 0 koma sekian persen, namun itu tidak masalah bagi nya. Dia sudah punya banyak rancangan bagi hidup mereka ke depannya.
__ADS_1
Tidak ada anak kandung tidak membuat kiamat, bukan? Maka dia akan mengadopsi sebanyak-banyaknya, anak-anak tak beruntung untuk menjadi anak-anak mereka. Akan dia curahkan semua cinta dan kasih sayang nya pada keluarga kecilnya, istri dan anak-anak nya tanpa peduli darimana anak-anak itu berasal.
Mata Daniel mulai meredup, rasa lelah juga bahagia membuat pria itu mulai terlarut dalam mimpi indah nya, lalu menyusul tidur nyenyak sang istri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Asha menggeliat kemudian mengerjakan kedua matanya, yang pertama dia lihat adalah pemandangan indah didepan nya. Sang suami tentunya.
Indahnya ciptaan Tuhan yang satu ini, dia tak henti hentinya mengucapkan banyak kata-kata syukur, atas berkat baik yang Tuhan berikan dalam hidupnya. Keluarga yang menyayangi nya, juga suami yang sangat mencintai nya. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang coba dia dustai.
Diusapnya pelan wajah sang suami, jari mungilnya menelusuri setiap lekuk wajah pria tersebut. Hingga berhenti di bibir tebal, yang melahap habis dirinya hingga tak bersisa semalam.
Grep, tangan nya ditangkap oleh Daniel yang masih memejamkan matanya. Perlahan Daniel membuka kedua matanya lalu menatap pada sang istri. Daniel sudah terbangun saat merasakan gerakan sang istri, namun dia diam saja dan pura-pura masih tidur. Dia ingin melihat, kejutan apalagi yang istri nya itu berikan padanya.
"Aku tampan ya, " ucap Daniel narsis.
"Ck, pede sekali anda tuan Daniel. Aku hanya sedang membersihkan kotoran di mata mu tadi, "elak Asha malu, karena telah tertangkap basah sedang mengagumi keindahan dan ketampanan sang suami.
"Baiklah nyonya Daniel, coba lihat sini.. Kenapa wajah anda merona seperti ini, hmm? " kekeh Daniel membuat Asha semakin malu.
"Aku mau mandi, gerah. "Balas Asha sekenanya, kemudian beranjak. Namun saat mendudukkan dirinya di sisi ranjang, Asha meringis menahan nyeri. Astaga, suaminya itu benar benar keterlaluan, pasti dia akan kesulitan berjalan hari ini.
"Masih sakit? aku gendong ya?" tawar Daniel. "Kita mandi bareng, janji gak bakal ngapa-ngapain. Kecuali aku khilaf dan kamu juga mau, "ujar Daniel merendahkan suaranya di ujung kalimat.
Asha mendelik mendengar perkataan absurd sang suami. "Aku bisa sendiri, kalo mandi bareng, alamat gak akan cuma mandi doang mah." Balas Asha sewot.
Daniel tergelak renyah, mendengar gerutuan sang istri. "Siapa suruh buat aku ketagihan, kan aku nya jadi mau terus, lagi dan lagi." Gelak nya lagi.
Asha segera beranjak setelah memakai kimono tidur nya, dan sedikit berlari tertatih menuju kamar mandi. Dia ingin segera kabur dari suami nya yang mesum juga hypper tersebut. Gila saja jika mereka sampai mandi bersama, bisa-bisa dia keluar dalam keadaan tak sadar kan diri dari dalam kamar mandi. Semalam saja pria itu seperti orang kesurupan, hingga membuat nya tak bisa tidur hingga menjelang pagi. Terakhir dia lihat waktu menunjukkan pukul 5 dini hari, rasanya masih malas untuk bangun. Namun berleyeh-leyeh ditempat tidur, sama saja bunuh diri.
__ADS_1