Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Kau ku ceraikan dengan talak 3


__ADS_3

Hingga beberapa bulan yang lalu Dean mendapat kabar yang tidak mengenakkan, bunda yang di kagumi dan sangat dia sayangi. Telah di panggil pulang membawa hati yang belum sembuh sempurna. Dean begitu terpukul, pria itu bahkan menangis tergugu di ruang meeting nya, tanpa peduli tatapan bingung karyawan nya.


Pesan singkat yang dia baca dari sang istri, mampu meruntuhkan image garang seorang Dean. Tanpa menyelesaikan meeting nya, Dean pulang dan segera bergegas ke Jakarta saat itu juga. Beruntung sang istri memaklumi nya, dan menyusul dengan penerbangan berikutnya.


"Seharusnya kau melakukan itu sejak dulu" Ketus Dean masih tak bersahabat. "Lebih memilih mempertahankan wanita ular itu, demi perusahaan." Lanjut Dean kesal.


"Maaf, aku pikir bisa menyelesaikan nya dalam waktu bersamaan. Sekarang aku sudah tidak peduli dengan apa yang wanita itu ambil, aku ingin melanjutkan hidup ku bersama anak-anak ku dan Kira. Kami akan menikah minggu depan, kakak datanglah menginap di rumah kami. Aku sudah membangun rumah menyambung dengan rumah ayah, anak kami banyak. Kira tidak ingin kami berjauhan dengan anak-anak nantinya." Daniel tersenyum membayangkan wajah sumringah calon istri nya, saat merangkai masa depan mereka di kebun belakang rumah minggu lalu.


"Kakak pasti akan datang menginap, kakak juga merindukan Kira, kemarin bertemu sebentar dengan nya dan anak-anak. Masih kangen" Dewi menyela suasana sedikit tegang itu, dengan membawa nampan berisi minuman dingin dan beberapa potong kue.


"Mami juga kangen anak-anak, terutama kembar dua" suasana keluarga mulai mencair.


"Waah! pelanggaran ini, kenapa berkumpul aku tidak di tungguin dulu" Protes Dion dari arah pintu depan, menggendong putra bungsunya nya dan satu tangan menarik koper. Sementara istri nya menyusul tak kalah riweh, dua koper besar dia tarik susah payah. Sementara anak sulung nya sibuk memeluk mobil remote control nya, seolah takut di curi oleh seseorang.


"Loh? kenapa tidak suruh pak Bayu bawakan koper ini, Lita? Astaga!"Seru Dewi langsung meraih kedua koper dari ibu hamil itu.


"Kau ini, istri mu hamil malah kau aniaya dengan membawa koper sebesar itu. Tidak punya perasaan" cecar sang kakak Kembali ke mode sangar.


"Ck! ini namanya kerjasama yang baik antara suami-istri" bela Dion membela diri karena terus di tatap horor oleh sang kakak.


Dean berdecih, "kerja sama dari mananya? kau itu menyiksanya" tuduh Dean tak mau kalah.


"Kakak ini sebenarnya anak siapa sih? kenapa berbeda sekali, curiga aku, kakak tertukar waktu dilahirkan. Galaknya nuruni siapa itu," gerutu Dion kesal, di tuduh menganiaya istri nya sendiri.

__ADS_1


Bug!


"Auwww! KDRT nih kakak, sayang, lihat suamimu yang tampan paripurna ini di timpuk bantal. Benjol tidak?" Dion mengadu pada sang istri sambil memperhatikan keningnya, yang terkena lemparan bantal sang kakak.


"Auw auwww! sayang? kenapa malah di tambah sih, jahat nian padaku." Rajuk Dion memanyunkan bibirnya.


"Manja" ledek Daniel mencebik sang kakak.


"Lihat istri mu, hamil besar saja tidak manja." Sang ayah menambah kan.


"Tadi aku sengaja tinggal kan di mobil nanti baru diambil lagi, eh udah di bawa sama nyonya, aku bisa apa" elak Dion tak mau kalah.


Tadinya dia ingin membawa dua koper, namun putranya rewel ingin di gendong. Jadi akhirnya dia menaruhnya di mobil nanti dia akan kembali mengambil nya. Siapa sangka istri perkasa nya malah membawa dua-duanya sekaligus. Pak Bayu seperti nya sedang di toilet, pos depan kosong.


"Alasan!" seru keluarga nya kompak, membuat Dion bergumam tak jelas.


Tiara yang tengah tidur siang di kamar nya menangkap suara berisik dari lantai bawah, karena kamar nya persis di dekat tangga.


"Siapa sih berisik Banget dirumah orang, apa tidak lihat ini jam nya orang istirahat" Gerutu Tiara keluar dari kamar nya menuruni anak tangga, dengan mata masih berat efek mabuk semalam.


"Woi! berisik banget sih, bertamu tidak tau aturan!" seru Tiara dari arah tangga tanpa melihat jelas, siapa yang sedang dia teriaki.


Semua mata memandang ke arah Tiara dengan tatapan nyalang. Tiara yang baru sadar terkesiap, wanita itu bergetar ketakutan, apalagi saat melihat Dean yang menatap nya dengan wajah galak.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak tau jika kalian yang bertamu di rumah ku. Maksud ku di rumah kami eh ituu... maksud ku.." Tiara kebingungan sendiri, pasalnya dia yang menumpang di rumah itu.


"Dasar tidak tau malu!" Desis Dean mengeras kan rahangnya.


"Aku istrinya Daniel jadi aku berhak atas rumah ini," bela Tiara dengan suara bergetar.


"Lalu apa kabar istriku, dan istri nya Dion. Mereka juga istri dari anak pemilik rumah ini, kau itu bahkan bukan istri sah adikku. Sekali terucap talak, kau selesai!" Dean mengepal tangannya kuat.


Kemudian berbalik menatap adiknya, Daniel yang mengerti arti tatapan sang kakak segera angkat suara.


"Tiara lestari, kau ku ceraikan dengan talak 3 kau bebas sekarang, kita bukan suami istri lagi." Ucap Daniel dengan suara lantang. Tidak ada keraguan di setiap kalimat nya.


Tiara menggelang kuat kepalanya, "tidak, aku tidak mau, aku tetap istri mu sampai kapanpun. Siri selamanya pun tidak masalah. Aku tidak mau Daniel, tidak!" Tiara histeris seperti orang gila lalu mendekati Daniel namun dengan sigap, Dion menghalau nya.


"Kau sudah bukan siapa-siapa, pergilah, bawa anak mu itu. Keluar dari rumah orang tua ku sekarang juga, atau kau akan tau akibatnya." Ancam Dion tegas dengan suara dingin. Semua keluarga menatap nya takjub, pria ramah ini ternyata bisa segarang ini sekarang.


"Aku tidak akan pergi ini rumah ku juga, ingat Daniel perusahaan atas namaku, kau akan jadi gembel jika tidak bersama ku." Tiarap balas mengancam Daniel agar pria itu kembali luluh padanya.


"Ambillah, aku sudah tidak peduli lagi pada perusahaan itu. Sekarang pergi dari rumahku!" Usir Daniel ke sekian kalinya.


"Aku tidak mau!" teriak Tiara histeris.


plak plak

__ADS_1


Semua mata melotot tak percaya, wanita sabar dan lembut seperti Dewi, bisa berprilaku kasar dalam sekejap.


Darah mengalir di sudut bibir Tiara, "harus nya aku lakukan ini sejak dulu, saat kau merampas kebahagiaan adik ipar ku. Kau j*a*lang rendahan yang tak punya malu, keluar dari rumah mertua ku atau kau akan ku seret ke jalanan." Kata-kata kejam Dewi mendapatkan hadiah kecupan mesra dari sang suami.


__ADS_2