
"Ayah harap apa yang kamu dengar ini tidak merubah sikap kamu pada ayah, ayah sangat menyayangi mu, Sarah. Kamu anak yang baik dan bijak, kamu pasti bisa mencerna apa yang akan sampaikan ini." Pak Ramdhan sesungguhnya belum siap menceritakan semua rahasianya, namun dia tidak ingin orang lain, yang memanfaatkan cerita tersebut untuk menundukkan mereka didalam tekanan dan intimidasi.
"Ayah dan ibu tidak pernah menikah, nak. Surat nikah dan kartu keluarga itu, bukan milik ayah." Mata Sarah sudah berkaca-kaca, banyak kemungkinan buruk berseliweran di kepala Sarah, mungkinkah dia korban penculikan ayah dan ibunya.
"Nama ayah adalah, Adnan Sudibyo. Nama belakang yang kamu pakai adalah nama belakang ayah." Lalu pak Adnan atau dikenal sebagai pak Ramdhan, itu mulai bercerita dari awal mula kenapa sampai ayah kandung Sarah tiada, bahkan hingga kini jasadnya tidak pernah ditemukan. Dan bagaimana bisa dia yang berperan sebagai ayahnya selama ini, bagaimana kehidupan mereka setelah kejadian itu. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Dan siapa orang yang telah menyuruh Sarah membuat lukisan itu, tidak lain adalah putra nya sendiri. Lukisan itu di buat oleh mendiang Samira, ibu kandung Sarah, sebagai hadiah kelahiran putranya, Reegan. Samira adalah sahabat dekat sang istri, anak dari pekerja rumah tuan Prayoga. Menikah dengan sopir pribadi pak Adnan, Ramdhan Herlambang.
Adnan mengetahui rahasia besar sang ayah mertua, dan tidak ingin rahasia itu sampai ke publik. Tuan Prayoga berniat melenyapkan Adnan, menantunya. Yang memang sejak awal mula tidak dia sukai, karna memiliki menantu yang jauh dari ekspektasi nya, berasal dari keluarga biasa. Dan dia menganggapnya sebagai lintah, yang menempel pada keluarganya. Hingga terjadilah hari naas itu. Sarah terisak didalam pelukan sang ayah, dia tidak menyangka orang yang membesarkannya adalah majikan dari ayah kandungnya.
Tiba-tiba Sarah menjadi ciut, dia malu karna selama ini sudah menyusahkan ayah angkatnya itu. Nyatanya dia hanyalah anak seorang sopir.
"Saat itu umur kamu baru mau 8 tahun, kita berpindah-pindah tempat selama dua tahun, kita mengalami kecelakaan. Mobil yang kita tumpangi ditabrak oleh orang-orang nya tuan Prayoga. Kamu mengalami amnesia sejak umur sepuluh tahun, dan sejak itu yang kamu tau, ayah adalah ayah kandungmu." Jelas pak Adnan panjang lebar.
"Jadi bu Maya itu, istri ayah. Kenapa ayah nggak katakan yang sebenarnya, bukankah kita ada di kota ini sudah 15 tahun lamanya." Tanya Sarah masih penasaran.
__ADS_1
"Kamu benar nak, tapi kebencian anak itu, membuat ayah mengurungkan niat ayah untuk mendatangi mereka." Pak Adnan teringat saat dia akan mendatangi toko, sang mantan istri, beberapa orang suruhan anaknya itu hampir saja menangkapnya. Untung dia segera masuk ke salah satu toko alat pancing, dan berpura-pura sebagai pembeli.
Sarah pun teringat akan hubungan mereka, bagaiamana jika dia sampai hamil, sementara Reegan sangat membenci ayahnya. Dan selama ini, Reegan telah termakan kebohongan yang dibuat oleh sang kakek. Jika ayahnya pergi bersama wanita lain, dan sudah memiliki anak dari wanita selingkuhannya tersebut.
"Kamu jangan memikirkan apapun, masalah ini biar ayah yang tangani, ada beberapa orang yang akan membantu kita temasuk pak lurah dan kang Ujang. Mereka lah orang yang tau siapa kita sebenarnya." Sarah sungguh terkejut, itukah alasannya sang ayah mendatangi pak lurah, bersama kang sadin sebulan yang lalu. Masalah inikah yang sedang mereka bahas.
"Berhati-hatilah, nak. Orang-orang suruhan tuan Prayoga itu sedang mencari keberadaan kita, lebih baik kamu jangan terlalu banyak di luar rumah dulu, itu akan membahayakan kita semua, nak."
"Baik yah, Sarah mengerti. Maaf jika Sarah sudah menyusahkan ayah selama ini, masih bolehkah Sarah memanggil ayah setelah ayah kembali pada keluarga ayah kelak." Sarah bertanya dengan suara bergetar, dia sangat sedih mengetahui fakta, jika dirinya sudah yatim piatu.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu nak, kamu anak perempuan ayah satu-satunya, tentu saja selamanya ayah akan menjadi ayahmu. Tidak ada yang berubah, ayah menyayangi mu, nak. Jangan Ragukan itu." Pak Adnan mengerti apa yang sedang Sarah rasakan, mengetahui jika yang membesarkannya selama ini, bukanlah ayah kandung nya, tentu suatu hal yang tidak mudah untuk diterima.
Hati Sarah tersentuh oleh kata-kata sang ayah, namun bagaimanapun, dia tidak boleh memisah kan ayah dan anak kandungnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Sarah sangat sulit untuk memejamkan mata, pikirannya masih belum bisa diajak kompromi. Sarah masih memikirkan kemungkinan yang akan terjadi, jika Reegan tau tentang dirinya. Apakah pria itu akan meninggalkan nya.
Drrrttt ddrrrt ddrrrt
"Iya, Ree". Sarah menjawab dengan tidak bersemangat, pikirannya sedang kacau.
("Suara kamu kenapa gitu, kaya males banget, aku dengernya. Masih marah kah? Hmm?") Tanya Reegan cemas, dia takut Sarah masih marah kepadanya.
"Nggak, Ree. Aku kaya ngantuk banget gitu, kebanyakan kamu sedot tenagaku tadi, sampe nggak nyisa gini." Kelakar Sarah menenangkan kekasihnya itu.
("Tapi kamu suka kan, aku sedot. Sampe gelinjang-gelinjang gitu, aku sampe... suka banget.") Reegan terbahak mengingat momen panas mereka di kamar tadi sore.
"Issh kamu tuh, itu tetangga kamu jangan dikasih masuk dalam apartemen kamu, bisa bahaya. Kamu nggak bisa nahan gitu, bisa bablas." Peringat Sarah pada kekasihnya.
("Nggaklah, gila aja. Dia itu udah pernah lebih gila lagi. Manfaatin aku waktu mabuk, untung aku Nggak mabuk-mabuk banget.") Reegan mengingat wanita itu, pernah meraba bagian sensitifnya ketika dirinya sedang sedikit mabuk. Bukannya dia tidak normal, namun dia tidak memiliki nafsu pada wanita yang mengumbar tubuhnya kesana kemari.
__ADS_1
"Kalau kamu sampe kecewain aku, aku bakal bawa pergi benih kecambah yang kamu tabur tadi." Sarah berkata dengan nada serius. Membuat Reegan ngeri mendengarnya, tidak bisa dia bayangkan jika Sarah sampai meninggal kan dirinya.
(" Aku janji sayang, ingatin aku kalau aku mulai sedikit salah jalur, ingatin aku bagaimana susahnya aku bisa dapatin kamu. Tapi jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku.") Reegan berkata dengan nada yang tak kalah serius, dia sangat mencintai wanita itu. Dia berharap agar Tuhan selalu membantunya, untuk menjaga hati dan juga pikirannya. Tetap selalu tertuju pada wanita itu, apapun yang akan terjadi ke depannya nanti.