Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Daniel-Asha S2


__ADS_3

Di sebuah apartemen, terdengar suara desah manja dari seorang wanita. Dan suara percintaan yang bersahutan di dalam sebuah kamar, suara-suara yang menuntut untuk saling di puaskan.


"Faster baby.. I like it..!" racau seorang pria pada patner ranjang nya.


"I am... coming.. Juss..tin.. aaakhhh hah hahh..." Desaha panjangnya menandakan, jika si wanita baru saja mencapai puncak kenikmatan nya. Gadis itu menjatuhkan tubuhnya ke dada sang pria.


"Aku akan ambil alih, beib..." Dengan segenap kekuatan nya, pria itu membalikkan tubuh wanita nya.


Setelah memposisikan diri, pria itu kembali menghujami milik si wanita dengan ritme cepat.


"Kau suka ini, baby... hmm?..." tanyanya sambil menatap wanita di bawah Kungkungan itu.


Sementara si wanita hanya mengangguk saja, dengan wajah memerah dan penuh bulir keringat.


"Buka matamu, beib.. tatap aku, memohon lah pada ku..." tuntut sang pria dengan arogan.


Mata sayu yang diselimuti gairah itupun tebuka, selalu seperti itu. Pria itu tidak suka jika mereka bercinta, lawan mainnya memejamkan mata. Dia suka di tatap liar dan penuh na*fsu. Maka libido akan meningkat drastis.


"Ya... begitu.. memohon lah sayang..." ujar masih menuntut. Dengan sengaja dia menurunkan tempo permainan nya, dia suka jika wanita itu memohon pada nya.


"Jus..tin lakukan dengan cepat, aku suka, aku suka milikmu yang panjang dan besar... Akhh aakh..."


Justin menyeringai devil, dia suka saat miliknya di puji. Dengan semangat, Justin memompa inti sang wanita hingga membuat kedua gunung Himalaya itu bergerak kuat naik-turun. Diremasnya kuat dada Asara, kemudian menunduk untuk menikmati puncak dada yang terlihat menantang itu.


Asara hanya bisa menggeliat menikmati sensasi yang di berikan oleh Justin.


"Justin.. apa pengamatan mu masih ada?" tanya nya di sela-sela rasa nikmat yang menjalar di seluruh tubuhnya.


Justin mendongak dengan mata sayu, lalu menggeleng pelan. Setelah itu tangan meraih tengkuk Asara dan mulai menciumi nya dengan ganas. Dia merasa akan mencapai puncak pelepasan, dia tidak ingin wanita itu mendorong nya lagi seperti waktu yang lalu.

__ADS_1


Justin menambah ritmenya semakin cepat, satu tangannya memainkan puncak dada Asara satu lagi masih menahan tengkuk wanita itu.


"Aakkhhhh babbyyy kau nikmat... hah hahh hahh..." Justin membenam kuat miliknya hingga beberapa saat. Justin menatap wanita yang masih memejamkan kedua matanya, menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja dia berikan.


Pria itu tersenyum penuh kemenangan, akhirnya, setelah bertahun-tahun kegiatan panas itu mereka lakukan. Dia bisa menyemburkan benihnya masuk kedalam rahim wanita itu, tanpa penghalang karet sialan itu lagi.


Asara membuka matanya perlahan, menatap Justin dengan tatapan kesal.


"Aku sedang subur, bagaimana jika aku hamil." Ketus nya kesal kemudian mendorong tubuh Justin yang masih menyatu dengan nya.


Pria itu berguling ke samping, kemudian memiringkan tubuhnya. Di raihnya tubuh Asara dan memeluknya tanpa rasa bersalah.


"Aku akan bertanggungjawab, tenang saja. Bukankah rasanya berkali kali lebih nikmat bukan?" Balas nya sambil merapikan anak rambut Asara, juga mengelap sisa keringat nikmydi dahi wanita itu.


Sementara Asara membuang pandangan ke sembarang arah, jujur memang lebih nikmat. Hanya saja dia tidak ingin hamil anak siapa pun selain Daniel. Namun jika dia sampai hamil, maka dia hanya perlu menjebak pria itu agar terikat dengan nya.


Diam-diam Asara tersenyum menyeringai, segala rencana licik sudah dia susun andai saja benih Justin tumbuh di rahim nya.


"Kau kenapa senyum-senyum gitu? Udah mau menerima ku Sebagai satu-satunya pria yang menidurimu?" tanya Justin sontak membuat Asara kembali menatap jengkel.


"Aku tidak bisa, selama pria itu masih ku butuhkan. Selama itu pula, tubuh ku ini bukan hanya milikmu." Ujar Asara membuat Justin tak bergeming.


Ditatapnya nanar wajah wanita yang sudah berhasil mencuri habis hatinya tiga tahun terakhir ini. Hubungan yang awalnya hanya sebatas simbiosis mutualisme, berakhir dengan hati yang jatuh cinta pada wanita yang salah. Namun perasaan siapa yang dapat mengatur nya harus jatuh kemana dan pada siapa, bukan?. Justin bahkan rela berbagi sang pujaan hati pada pria lain, agar bisa terus berada di samping wanita itu.


Setiap mereka bercinta, dia selalu berharap bisa membuat wanita itu segera hamil anaknya. Namun Asara tidak pernah memberikan nya kesempatan, hingga hari ini. Dia harus berbohong, saat wanita itu bertanya soal persediaan ko*d*om nya. sebenarnya benda itu sudah dia buang beberapa hari yang lalu.


"Tidak kah kau ingin sebuah pernikahan dan hubungan yang sah? Aku mencintai, La. Ayo kita menikah, lupakan semua kebencian dihatimu. Mari kita bentuk sebuah hubungan yang normal, aku ingin menjadi seorang ayah, aku punya pekerjaan yang bagus walau tidak sekaya Daniel. Tapi cukup jika hanya untuk memenuhi kebutuhan mu dan anak-anak kita kelak." Justin menatap sendu wanita nya itu. Tatapan nya yang memelas membuat Asara muak.


"Berhenti memanggilku seperti ini, Justin!" Serunya tak terima, baginya, nama Killara sudah mati dan tak ada lagi. "Aku tidak bisa menikah dengan mu, aku hanya menginginkan Daniel, dan hanya dengan Daniel lah aku menikah. Bahkan jika aku hamil anakmu sekalipun." Tegas Asara tak terbantahkan.

__ADS_1


Justin sedikit mendorong tubuh Asara dari pelukannya, kemudian berjalan menuju kamar mandi. Suara dentuman pintu kamar mandi menandakan, jika pria itu sedang sangat marah. Namun Asara sama sekali tak peduli. Baginya hanya Daniel yang layak menjadi suaminya, bagaimana pun caranya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dirumah besar keluarga Sudibyo sedang ramai berkumpul para sahabat keluarga itu. Mereka tengah membicarakan persiapan pernikahan Asha dan Daniel. Keduanya ingin acara sakral itu di lakukan di Gereja, kemudian resepsi nya di lakukan di taman belakang rumah itu. Dengan tema outdoor klasik.


"Jadi warna kemeja nya udah fix yang ini berarti kan? Soalnya kalo udah kejahit 2-3 baju trus batal kan sayang." Ujar Lusi memastikan. Pasalnya dia di percaya mengurus seragam yang di pakai untuk acara bersejarah tersebut.


"Aku sih sudah oke, yang lain gimana?" Reegan ikut menimpali.


"Aku juga, warna oke. Gak mencolok, suka sih aku. Tau yang lain?" Sambung Bintang sembari menatap para sahabat nya meminta kepastian.


"Deal sih aku, yang ini aja." Ujar Bastian melanjutkan.


"Oke kalo sudah deal semua, aku masukkan di list ya. No. komplain setelah barang di buat. Baiklah, para bapak-bapak sudah kelar, tinggal para ibu-ibu nya saja lagi. Permisi bapak-bapak, silahkan di lanjut ngerumpi manja nya." Setelah mengatakan hal menjengkelkan tersebut, Lusi beranjak dari sana dengan notepad ditangannya.


"Ck, istri mu itu... Benar-benar meresahkan, Ucapan nya selalu saja bikin orang geger otak" Decak Satria kesal.


"Mau gimana lagi, stok yang ada tinggal itu doang." Jawab Angga berseloroh, kemudian mereka semua tertawa renyah dengan guyonan tersebut.


"Walau begitu, istri-istri kita wajib kita beri penghargaan atas jasa, kesetiaan dan kesabaran mereka yang tiada batas dan tandingan nya. Siapa lagi yang mampu bertahan dengan pria-pria seperti kita ini, ya gak sih?" Ujar Bastian bijak. Mengingat bisa saja istri nya itu menikah lagi, namun wanita itu lebih memilih hidup 'menjanda'. Tanpa tau dirinya masih hidup atau tidak.


"Kamu benar, mereka bisa saja mendapatkan pengganti saat kita sudah di nyatakan tiada. Namun malah lebih hidup dalam kesendiria, juga kesepian dan memelihara rasa sakit akibat kehilangan." Lanjut Satria menerawang jauh, istri nya masih muda, usianya masih pantas menikah lagi dan memiliki banyak anak dengan suami barunya. Tapi malah bertahan dan berjuang sendirian, membesar kan kedua anak mereka tanpa mengeluh apapun.


"Untuk itu, kita wajib menjaga dan mencintai mereka lebih dari kita mencintai diri kita sendiri." Sambung Revan si mantan casanova.


Dan semua statement itu di benarkan oleh yang lain tanpa keraguan. Benar memang, para wanita itu layak untuk mendapatkan penghargaan, sebagai istri dan ibu terbaik dalam versi serta peran mereka sendiri.


∆Okeh guys, aku liat belakangan ini ada sedikit penurunan pembaca. Aku agak sedikit down, jujur saja. Namun sudah sejauh ini, yan sudah lah. Di lanjut aja. Namun jika masih belum ada peningkatan, mungkin cerita Daniel-Asha akan aku gas biar cepat kelar.

__ADS_1


∆Lalu fokus pada kisah Keenan-Arumi, sebelum akhirnya bikin novel baru. Kalla-Gendis. Novel Keenan-Arumi bukan novel kontrak, jadi masih bisa di pindahkan ke lapak lain. Jika misalnya kurva pembacanya tidak merangkak naik 🙏🙏


∆Jadi gas komen nya yaa, kalo masih suka sama cerita receh aku. Luv u Readers ku😘😘🥰🥰


__ADS_2