Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Part LVIII


__ADS_3

Klek...


Semua mata tertuju ke arah pintu yang sedang dibuka oleh seseorang dari luar.


"Loh! Yang, kamu kok ada disini?".. Sungguh Revan memang jagonya dalam hal ngedrama, nggak heran sih, mantan casanova kelas ikan lele. Omongan yang keluar dari mulutnya selalu licin.


"Aku lagi gerebek pasangan mesum ini, yang." Adu Nabila pada kekasihnya.


"Ck, enak aja lo bilang. Yang suka mesum, noh! Yang lo panggil yang yang, itu." Balas Reegan tak terima.


Wajah Revan seketika panik, bisa-bisa batal kawin kalau begini cerita nya. "Nggak yang, mana ada aku gitu. Aku tuh setia sama kamu, jangan dengerin Reegan. Baru pernah merasa yang namanya pacaran, makanya langsung ngegas. Sini, duduk sini dekat mas, kamu mau ke butik kan, yuk sama aku aja. Aku bebas kamu apain aja hari ini, just you and me." Ujar pria itu seraya mencium punggung tangan kekasihnya.


Membuat Reegan ingin muntah, mendengar apa yang diucapkan oleh sahabat nya itu, sungguh casanova sejati pikirnya. Tadi dia menyempatkan mengirim pesan SOS pada sahabat nya itu, seraya menyertakan rekaman suara Nabila yang sedang mencak-mencak diruangannya.


"Trus Sarah gimana, yang. Sahabat mesum kamu ini, tar ngapa-ngapain Sarahku yang baik hati ini." Ucapnya dengan nada manja.


"Nggak yang, Reegan udah jinak. Sudah ada pawangnya, udah nggak apa-apa. Lagian aku pengen berduaan sama kamu seharian, kamu nggak kangen gitu sama aku. Lebih sebulan loh kita gak ketemu." Sebisa mungkin, Revan memasang wajah yang tampak begitu menyedihkan, agar kekasihnya itu luluh. Diapun sangat merindukan sang kekasih, walau tidak terencana, dia ingin memanfaatkan waktu nya agar bisa berduaan, sebelum mereka dipingit.


"Iya udah deh, Sar kalo ada apa-apa hubungi aku ya." Ujar wanita itu seraya melirik sinis pada Reegan.


"Iya Bil, maaf ya. Jadi nggak bisa nemenin kamu hari ini, lain kali aku janji. Temani kamu seharian penuh tanpa gangguan lagi." Ujar Sarah tidak enak, lalu melirik tajam pada kekasihnya, yang sudah terlihat akan membuat suasana semakin runyam.


"Bro gue cabut dulu." Revan berjalan mendekat pada Sahabat nya, terlihat sedang membisikkan sesuatu, yang hanya mereka berdua yang tau.


Reegan meninju pelan lengan sahabat nya itu. "Anjir lo, tapi thanks ya. Tolong di jauhin dulu cewek lo dari cewek gue, bisa gak aman posisi gue kalo dia selalu menempel sama Sarah." Ucap Reegan pelan namun telinga tajam Nabila, masih bisa mendengar nya dengan jelas.


Membuat wanita itu kembali menatap tajam pada Reegan, yang terlihat acuh tak acuh.

__ADS_1


"Yuk, yang." Suara lembut Revan, kembali membuat telinga Reegan gatal.


"Aku jalan dulu ya, Sar. Kamu hati-hati, kalo dia macam-macam, sunat aja lagi." Ucap wanita itu masih dalam mode kesal, dia sangat ingin Sarah ikut bersamanya, namun mengingat kekasihnya juga merindukan nya. Biarlah dia mengalah dulu, sambil menyiapkan amunisi untuk menyingkirkan Reegan dari sahabat nya itu.


"Yuk, yang." Revan merangkul bahu Kekasihnya lalu membawa nya keluar.


"Resek banget teman kamu itu, merusak mood aja." Ujar pria itu kesal, kemudian membaringkan kepalanya dipangkuan Sarah. "Diusap sayang, kepala aku sakit banget." Pinta Reegan, menaruh tangan sang kekasih diatas kepalanya.


"Nggak sarapan dulu, yuk. Aku suapin. Ini gara-gara kamu telat makan, jadi nya gini. Sakit kepala." Ucap Sarah, sambil memijit pelan kepala kekasih nya.


"Udah nggak selera aku, sayang. Mau makan kamu aja, boleh " Ujar pria itu mendongakkan kepalanya menatap Sarah.


"Nggak boleh! Nanti Nabila marah, lagian kenapa harus ngomong gitu sih sama dia. Tau kan Nabila itu orangnya emosian." Ujar Sarah masih sedikit kesal.


"Biarin aja sih, kan memang benar, kecambah aku sedang otw pembuahan diperut kamu ini." Ucap pria itu kembali menenggelamkan wajahnya diperut Sarah.


"Udah sayang, diam. Kamu bikin kepala aku makin sakit nih. Pindah yuk, aku mau peluk kamu sebentar." Reegan mendudukan dirinya disamping Sarah, menatap wanita itu dalam.


"Kan disini juga bisa peluk, sini aku peluk." Sarah meraih tubuh kekasihnya itu membawanya dalam pelukannya.


"Aku suka nyium aroma shampo sama parfume kamu, enak. Nenangin, Aku merasa nyaman." Reegan menghirup dalam-dalam, wangi vanilla di ceruk leher Sarah. Membuat wanita itu merinding.


Klek..


"Eh, maaf. Saya tidak melihat apa-apa, tenang saja. Lanjutkan pelukan nya tuan, saya permisi dulu." Nindy kembali menutup pintu ruangan bosnya dengan perasaan was-was. Pasti akan di omeli lagi ini batinnya takut.


"Ck, rusak suasana aja." Reegan beranjak menuju pintu lalu menguncinya.

__ADS_1


"Loh, kok dikunci Ree. Kalo ada yang mau ketemu kamu gimana? Aku balik aja ya, kamu juga pasti sibukkan, tadi kamu bilang gitu waktu ditelpon." Sarah melirik tumpukan berkas diatas meja sang kekasih, bisa dipastikan bahwa pekerjaan pria itu sedang sangat banyak.


"Nggak, jangan . Disini aja, aku lagi nggak enak badan, kepalaku sakit banget, mau istrahat dulu bentar. Temani aku tidur ya, usap-usap kepala aku." Reegan menarik pelan tangan Sarah keruangan pribadi nya, Sarah melongo melihat ruangan yang begitu luas itu, lebih mirip kamar hotel saja.


"Duduk dulu sana, aku mau buka ini dulu." Reegan menarik pintu geser yang ternyata sebuah lemari pakaian. Pria itu membuka jasnya, menaruh di sofa tunggal dekat lemari tersebut. kemudian membuka kemeja yang dia pakai lalu menggantinya dengan baju kaos. Dia juga menganti celana panjang nya dengan hanya menggunakan kolor. Lalu menghampiri sang kekasih yang tampak sedang mengagumi ruangan pribadi nya.


"Kamu banget ya sama ruangannya, sampe aku dicuekin." Reegan melingkar kan tangannya diperut Sarah. Sarah menoleh, membuat tatapan mereka bertemu.


Reegan mencium lembut bibir kekasih nya itu, Sarah melingkarkan tangannya dileher Reegan. Pria itu mengangkat kaki Sarah hingga melingkari pinggangnya, tanpa melepas kan pagutan mereka, Reegan membawa Sarah ke atas kasur king size miliknya.


"Ree.." Sarah hanya tinggal mengenakan pakaian dalamnya saja, dia menatap Reegan yang sedang membuka semua pakaian yang menempel ditubuhnya.


Pria itu kembali merangkak pelan diatas tubuh kekasihnya, melepas pelan penutup dada sang kekasih. Lalu membungkuk, melahapnya seperti bayi yang sedang kelaparan.


Ciuman Reegan turun menyusuri perut rata kekasihnya, hingga sampai pada area kesukaan Reegan. Tanpa perasaan jijik, Reegan mulai menyusuri setiap area lembah tersebut. Membuat Sarah benar-benar seperti cacing kepanasan.


"Oughh.. Ree..." Sarah meracau tidak karuan. Seluruh tubuh nya terasa menegang, ada sesuatu yang mendesak keluar dibawah sana. Hingga akhirnya lenguhan panjang keluar dari mulut Sarah.


Reegan beranjak menindih tubuh kekasihnya, yang terlihat masih mengatur napasnya.


"Aku masuk sayang." Bisik Reegan dengan suara serak. Sarah hanya mampu mengangguk kan kepalanya pelan.


Sarah kembali memekik, saat benda tumpul itu melesak masuk ke dalam inti tubuh nya. Reegan memompa pinggulnya pelan, sambil menikmati sensasi pada adik kecilnya yang terasa seperti diremas.


Setelah hampir satu jam bermain keringat, dengan berbagai gaya, terdengar lenguhan panjang, dari kedua insan yang sedang dimabuk cinta tersebut.


Reegan menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Sarah, napas mereka terengah-engah.

__ADS_1


"Makasih sayang, kamu nikmat, aku puas banget." Ucap Pria itu penuh pujian, dia harap kekasihnya juga menikmati rasa yang sama dengannya. Reegan mencium seluruh wajah kekasihnya, yang sudah basah oleh keringat percintaan panas mereka tadi.


__ADS_2