Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Part CXVI


__ADS_3

Sementara di tempat lain, suara riuh music menggema di ruangan dimana Killa dan Kira berada. Gadis itu sedikit mual dan pusing, dia tidak terbiasa dengan hal semacam itu. Berbeda dengan Killa, yang tampak begitu luwes meliukkan tubuhnya, diantara teman-teman nya. Gadis itu bahkan terlihat sedikit mabuk.


"Kira ya, anak IPA III? Kita cuma beda kelas, aku kelas IPS, satu kelas sama Killa." Sapa seorang remaja pria pada Kira.


"Ya, Kira kak, sepupunya Killa." Balas Kira ramah. Lalu menggeser sedikit kursinya. Dia tidak ingin menambah masalah nya dengan Daniel, entah apa yang terjadi hingga pria itu mulai menjauhi dan bersikap dingin padanya.


"Kok geser? Risih ya aku deket gini, pria itu kembali menggeser kursinya ke arah Kira. Membuat Kira benar-benar tidak nyaman, apalagi tercium dengan jelas aroma alkohol dari mulut pria itu.


"Ya, aku risih kak. Bisa geser dikit tidak, aku gak nyaman kalo kakak mepet-mepet aku kaya gini." Balas gadis itu lugas, biarlah Pria itu sadar diri. Dia tidak peduli, jika nanti akan membuat pria itu tersinggung.


"Ck, segitu nya sama gue. Kenalin dulu, gue Justin, di inget ya, nama gue. Kali aja kita bisa pacaran beneran." Ujar nya pede, seraya berbisik di telinga Kira. Posisi seperti itu membuat orang yang terus memperhatikan mereka sejak tadi, tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia mengambil beberapa gambar keduanya, yang jika orang tidak teliti maka akan salah paham. Posisi tersebut, persis seperti orang yang sedang berciuman.


"Makasih kak, dan kakak bisa geser sekarang. Aku udah tau nama kakak. Inget banget malah." Balas Kira sedikit meninggi kan suaranya.


"Wow, keren. Ternyata gue selama ini, diam-diam diperhatikan sama cewe super cantik dan cerdas disekolah kita guys." Seru pria itu sedikit berteriak, membuat semua memperhatikan mereka berdua.


"Eh, apaan sih. Gak gitu ya, aku kenal kakak karena kakak sering wara-wiri keluar masuk ruang bp, dan di hukum di halaman serta bersihin toilet sekolah. Puas." Ujar gadis itu kesal, Kira meninggikan suaranya, hingga mengundang atensi semua orang pada Justin. kemudian beranjak dari kursinya menuju pintu keluar.

__ADS_1


Sementara Justin hanya terpaku, mendengar apa yang di ucapkan oleh gadis, yang diam-diam dia sukai sejak baru masuk kelas satu SMA. Dirinya malu, pasalnya dia menjalani hukumannya, disaat jam sekolah berakhir. Bagaimana Kira bisa tau hal memalukan tersebut. Justin langsung melotot tajam pada Killa, pasti gadis itu yang membocorkan rahasia super memalukan nya, pada Gadis pujaan hatinya tersebut.


"Kenapa lo liat gue, Kira tau sendiri, dia sering pulang telat karena nungguin Keenan jemput." Balas gadis itu yang seolah paham arti tatapan sengit Justin. Dia bahkan tidak memanggil Keenan dengan sebutan kakak. Berbeda jika dia berada langsung di depan orangnya, Killa akan begitu manis dan ramah.


"Gue pulang, lo harus bisa dapetin hati Kira gimana pun cara nya." Setelah memberikan ultimatum jahat terhadap Justin, gadis itu berlalu dari hadapan pria itu.


Killa menyusul Kira yang sudah menunggu nya sambil bersandar dipintu mobil. Bisa gawat kalau sampai gadis itu pulang duluan, reputasi yang sudah dia bangun selama 12 tahun ini, bisa hancur dalam sekejap mata.


"Maaf, gue gak tau kalo Justin gangguin lo. Lo gak apa-apa kan, gak sempet diapa-apain sama si playboy cap tikus itu kan." Ujar gadis itu seraya memutar tubuh Kira, seolah memindai nya takut terjadi sesuatu pada gadis, yang sudah dipercaya kan sepenuhnya pada dirinya itu.


"Yuk, udah mau jam 10 juga. Tar bunda riweh kalo anak kesayangan nya ini pulang telat." Balas gadis itu terkekeh pelan, meski hatinya dongkol dengan apa yang dia ucapkan. Namun demi menjaga image nya di depan Kira, semua rasa kesal dan marah itu, berusaha dia tekan. Dia senang Kira selalu tidak bisa menolak nya di depan Sarah, melihat Sarah kesal membuat hatinya senang. Selama sang ayah masih berada dalam pengaruh nya, semua akan aman terkendali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Daniel membuka notif pesan dari Killa, gadis yang sebenarnya tidak terlalu di sukai nya itu. namun sudah beberapa Minggu ini menjadi sangat dekat dengan dirinya.


'Sorry bang, aku gak bisa larang Kira ikut aku ke ultah teman sekelas aku. Gak enak sama ayah juga, yang selalu minta aku, buat ajak Kira kalo aku mau pergi.'

__ADS_1


'Dan maaf soal ini'......' Killa mengirim dua buah foto yang di ambil saat Justin berbisik di telinga Kira, posisinya persis seperti orang yang tengah berciuman.


'Maaf, Killa gak bisa cegah. Kira kalo udah jauh dari jangkauan ayah-bunda, susah banget buat di tegur dan di ingetin. Sekali lagi maaf bang, Killa yang salah gak bisa jagain Kira nya abang🥺😢' Gadis itu terus mengirim pesan yang semakin menyulut emosi di hati Daniel.


Daniel membanting ponselnya ke lantai, pria itu begitu marah dengan apa yang dia lihat di foto itu. Beraninya Kira menghianati cinta nya, demi gadis itu, Daniel lebih memilih bekerja di perusahaan sang ayah, ketimbang melanjutkan S2 impian nya.


Ternyata kelakuan gadis itu berada diluar perkiraan nya, sebulan yang lalu dia tidak sengaja melihat Kira di mall, saat dirinya sedang ada pertemuan dengan seorang klien. Gadis itu sedang di gandeng mesra oleh seorang laki-laki. Dia tau, itu bukan Keenan, Kalla ataupun Kavin. Sebab itu dia berusaha menghindar Kira, sampai gadis itu menyadari kesalahannya lalu meminta maaf padanya. Nyatanya Kira kembali berulah, dan sekarang sudah di luar batas.


"Abang gak nyangka kamu setega ini sama abang, Kira. Apa kurang abang sama kamu selama ini, hah!?" Pria itu berteriak sendiri, pada potret Kira yang berada di atas nakas di dalam kamar nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara Kira terus menunggu pesan dan telpon dari kekasihnya, tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi. Gadis itu merenung dalam kamarnya, sembari membuka album foto di ponsel nya. Foto kebersamaan nya bersama sang kekasih, sedari mereka masih kecil. Daniel dan Kira selisih hampir 6 tahun, dan selama hampir enam tahun ini, Daniel menunggu pujaan hatinya dengan setia. Berharap ketika gadis itu lulus SMA, yang hanya tinggal kurang dua bulan lagi, bisa langsung dia nikahi. Gadis itu bisa kuliah di bawah pengawasan nya, akan lebih mudah menjaga dan mengawasi Kira, jika mereka sudah menikah.


Namun niat hati yang tulus itu, kini terancam gagal, karena sebuah kesalahan pahaman yang di ciptakan oleh seorang gadis, yang memiliki rencana mengerikan pada Kira yang polos.


"Kangen bang, Kira kangen. Apa abang memang sesibuk itu, sampai gak pernah balas satupun pesan Kira. Huuhhh" Gadis itu menghembuskan napas kasar. Dirinya begitu rindu pada pria yang tanpa dia tau, kini sedang membencinya setengah mati.

__ADS_1


__ADS_2