
"Pagi bidadari nya abang Al. Cakep bener, padahal mau berangkat sekolah aja lo ini." Ujar pria itu sedikit cemburu.
"Adek gue emang udah cakep dari orok, lo aja yang baru nyadar. Minggir, gue mau bawa princess kesekolah." Ujar Keenan sewot.
"Ck, lo mah gitu. Keyra biar sama gue, lo gak anggep gue ada." Balas Al nyolot. "Sini princess nya abang, kita otw sekolah yuk. Abang Al yang antarin." Al membuka pintu mobi lalu menuntun Keyra masuk, agar Kepalanya tidak terhantuk pintu mobil.
"Loh, kok adek di depan. Sini aja, tukaran aja gimana. Biar kakak didepan." Keenan tak terima adiknya duduk didepan bersama Al.
"Ck, udah lo diam dibelakang atau lo diantar sama mang Ujang. Pilih mana lo?." Ancaman itu berhasil membuat Keenan terpaksa mengalah. Enak aja adiknya ditinggal berdua bersama pria bucin itu sendiri. Big no!
"Cepetan jalan, tar kita telat gara-gara lo. Lagian kenapa pake pindah segala sih, udah mau lulus juga." Keenan masih belum menerima, jika sang adik lebih banyak menghabiskan waktu bersama Al ketimbang dirinya.
Rasa sayangnya terlampau besar pada adiknya itu, baginya, Keyra adalah satu-satunya adik perempuan nya. Dikarenakan sifat nakal si kecil Killa, membuat Keenan susah untuk menyayangi anak itu. Ada hal yang aneh jika ia mencoba mendekatkan dirinya pada Killa, dia tidak merasa menyayangi adiknya itu seperti dia menyayangi Keyra.
"Suka-suka guelah, gua mau sekolah dimana kek. Keyra aja gak protes, ya kan sayang?" Ujar pria itu membela diri, seraya mengelus pelan rambut sang pujaan hati.
"Ck, gak usah sayang sayang. Ada gue kakaknya, hargain dong. Gak sopan banget. Lupa gue, lo abis sekolah diluar, mana ada pelajaran budi pekertinya." Balas Keenan tak mau kalah.
Jawaban nyolot Keenan tak digubris Al, dia lanjut menggenggam jari mungil Keyra. Sengaja mencium mesra punggung tangan gadis itu dengan sayang.
"Bang Al, malu dilihat sama kakak." Ucap Keyra setengah berbisik, gadis itu berusaha menarik pelan tangannya, namun tak Al lepaskan.
__ADS_1
"Udah gak apa-apa, orang yang gak pernah jatuh cinta, mana tau. Makanya bawaannya gedek mulu liat orang lain punya kesayangan." Balas Al sambil melirik kaca tengah, bermaksud menyindir si penumpang gelap dibelakang.
" Gak usah? lirik-lirik gue, tar lo jatuh cinta juga sama gue." Keenan menatap sebal pada Al. '" Gue juga punya kesayangan, enak aja lo bacot." Ujar Keenan tak terima. Dirinya punya sang ibu dan adik perempuan nya itu, itulah para wanita kesayangannya Keenan.
"Udah dong, jangan ribut mulu, Key jadi gak enak ni." Ujar gadis itu sendu. Selalu seperti itu, jika kedua manusia itu dipersatukan dalam satu ruang yang sama.
"Gak dek maaf ya. Jangan ngerasa gitu, udah itu muka nya jangan ditekuk dong. Senyum dulu coba, kakak mau liat." Suara datar Keenan yang tadi, seketika berubah dahsyat.
"Nah kan cantik, kakak jadi gemes liatnya." Ujar Keenan seraya mencium pipi sang adik dengan sayang.
Al audah terbiasa dengan pemandangan itu, dia tau seberapa besar kasih sayang Keenan pada Keyra nya. Mereka sama-sama menyayangi gadis itu, dengan cara mereka sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kedua matanya membulat sempurna, Reegan terlihat sangat gusar. Ini tidak mungkin, bagaimana Killa bisa-bisanya bukan anak kandung mereka. Lalu anak siapa gadis kecil itu, dan dimana keberadaan anak kandungnya.
Reegan ingat malam itu, sang istri tiba-tiba merasa mulas, dan dia membawa istrinya kerumah sakit bersalin yang paling dekat jaraknya, dari rumah sakit milik mereka. Dia ingat dengan jelas, bahwa hanya istrinya yang melahirkan melalui operasi Caesar malam itu. Juga tidak ada wanita lain, yang melahirkan melalui persalinan normal.
Reegan memang tidak sempat memperhatikan wajah bayinya, ketika diangkat dari rahim sang istri. Keadaan Sarah yang tiba-tiba drop akibat tekanan darahnya yang naik drastis, membuat Reegan tak fokus pada bayinya. Hingga saat bayi itu dipindah kan keruang inkubator untuk dihangatkan, Sarah yang kondisinya lemah pun hanya melirik sekilas pada bayi mereka. Namun ingatan wanita itu cukup bagus, dia peka akan kejanggalan yang terjadi. Berbeda dengan sang suami, yang bahkan tidak merasa kan perasaan aneh pada putri mereka.
"Bagaimana ini Bisa terjadi, kenapa rumah sakit bisa se-teledor itu. Ya Tuhaaann. Sampai kapan hukumanku ini Engkau beri kan, bagaimana bisa aku membesarkan anak orang lain, sementara anak kandung ku sendiri entah bagaimana nasibnya diluar sana." Reegan tergugu sambil meremas kertas hasil tes DNA tersebut, dengan perasaan yang hancur sehancur hancurnya.
__ADS_1
Ternyata inilah jawaban Tuhan, atas rasa penasaran nya selama ini, akan sikap putri bungsunya yang begitu berbeda. Tidak ada satupun kemiripan pada anaknya itu, dia pikir adalah hal yang wajar. Bukankah setiap anak itu memang berbeda, baik sifat atau pun rupanya.
Bahkan kedua pasang anak kembarnya pun tidak begitu sama persis, dan sifatnya pun berbeda. Keenan, si sulung yang dingin dan datar pada orang lain. Keyra, si cantik kesayangan seluruh keluarga dan para sahabatnya, memiliki hati yang sehalus sutra, perasa dan punya sifat lemah lembut. Lalu Kalla si pecicilan dan Kavin si gamers sejati, tidak memiliki sifat se-dingin Keenan, tidak se-kalem Keyra dan tidak se-pecicilan Kalla. Anak itu cenderung netral, tidak condong kemanapun.
"Reegan? Hei, lo kenapa? Lo sakit? Atau Sarah? Keyra? Apa Keyra gue baik-baik saja, Reegan? Jawab!?" Pria itu bertanya dengan tidak sabar. Dia mengguncang bahu Reegan, yang masih tergugu dalam kesedihan hatinya.
"Reegan lo dengar apa yang gue tanya? Jawab, apa Sarah sama Keyra baik-ba....."
"Baik, mereka berdua baik, kalau itu yang lo mau tau. Gue yang gak baik-baik saja, gue!" Reegan memukul dadanya sendiri, dengan perasaan yang yang sangat hancur.
"Lo sakit? Sakit apa? Apa separah itu, gimana Sarah. Lo udah ngasih tau?" Satria trus mencecar pria itu dengan pertanyaan nya.
"Hati gue, hati gue sakit banget, Sat. Sakiiit." Reegan menunduk hingga posisi duduknya melorot ke lantai. Tampak sekali jika pria itu begitu terpukul, dengan kenyataan yang ada. Putri yang dia sayangi, meski berkelakuan cukup mengerikan untuk ukuran anak seusianya, ternyata bukan anak kandungnya.
"Maksud lo apa, Sarah selingkuh? Itu gak mungkin, gue kenal Sarah dengan baik. Lo kalo fitnah jangan keterlaluan, kalo lo udah gak sayang sama Sarah. Kembalikan dia sama gue." Rasa empati yang tadi Satria rasakan, seketika meluap entah kemana. Berganti dengan amarah, yang sudah siap diluapkan pada pria itu.
"Lo liat sendiri, gue gak tau mau ngomong dari mana. Gue syok, gue benci Satria, hati gue marah." Seru Reegan dengan suara tercekat di tenggorokan.
Satria meraih kertas yang sudah layak disebut sampah itu, karena sudah lecek akibat diremas oleh Reegan sejak tadi. Pria itu mencoba membaca tulisan yang sudah tak berbentuk, mulut Satria menganga karena syok. Bukankah itu data Killa anak bungsu sahabat nya tersebut, bagaimana bisa anak itu bukan darah daging Reegan.
Benarkah Sarahnya yang baik hati telah berselingkuh, namun mengingat betapa baiknya wanita kesayangannya itu, rasanya tidak mungkin. Namun fakta ditangannya seperti menamparnya telak.
__ADS_1
"Bagaimana bisa Sarah melakukan hal ini, itukah sebabnya anak itu begitu berbeda dari keempat kakaknya. Astaga Sarah, apa yang sudah kamu lakukan." Monolog pria itu dengan suara yang sangat frustasi.