
Saat sudah merasa aman, Tiara menghentikan mobilnya di tepi jalan yang disampingnya adalah jurang terjal.
Tiara keluar untuk memastikan, benar dugaannya, jurang itu sangat dalam. Melalui cahaya bulan yang terang benderang, dapat dia lihat sepanjang jalan itu adalah jurang.
Wanita hamil itu kembali masuk ke dalam mobilnya, menjalankan mobilnya hingga mencapai bibir jurang. Tiara turun saat mobil masih dalam keadaan menyala. Wanita itu melirik kesana kemari, saat matanya menemukan apa yang dia cari. Tiara tersenyum menyeringai.
Diambilnya batu yang dia rasa cukup untuk dia gunakan sebagai ganjalan pedal gas, lalu mengangkat nya kedalam mobil. Namun dia menyadari posisi Bryan yang berada di kursi penumpang, maka dengan susah payah. Tiara memindahkan tubuh kekar suaminya ke kursi kemudi.
Setelah berhasil Tiara beristirahat sejenak, perut buncitnya sangat menggangu. Setelah cukup beristirahat, Tiara kembali pada rencananya. Batu besar itu dia letakkan dipedal gas, lalu mulai memutar perseneling. Mobil itu dengan sempurna meluncur bebas ke dalam jurang terjal tersebut.
Tiara berteriak mengucapkan selamat tinggal pada suaminya, wanita itu tertawa terbahak-bahak seperti orang gila. Tak lama setelah beberapa kali terguling, mobil itu meledak. Wajah Tiara nampak senang melihat nya, seolah itu adalah hiburan pesta kembang api.
Wanita itu sejenak memikirkan nasibnya, orang akan curiga jika melihat dirinya baik-baik saja. Maka dengan nekat, Tiara membentur kepala hingga terdapat dua luka, menggores batu kasar ke kulit tangannya, punggung nya juga kakinya. Belum puas, Tiara menjatuhkan bokong nya ke aspal, agar bayi nya mengalami sedikit guncangan. Dia yakin, diri nya akan diperiksa beserta bayinya juga.
Sedikit bercak darah mengalir di sela pahanya, wanita itu tersenyum puas, lalu menelpon bantuan. Selama menunggu bantuan datang, Tiara berbaring di atas tanah kering hingga tubuhnya kotor. Dia lakukan itu dengan sengaja, akan aneh jika dia nampak bersih, untuk ukuran orang yang berjuang hidup, setelah maut hampir merenggut nyawa nya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Tiara histeris, saat dia terbangun. Wanita itu meraung mencari suaminya, beberapa orang perawat berusaha menenangkan nya. Tak lama seorang wanita paruh baya masuk keruangan itu, lalu memeluk Tiara sambil menangis tersedu-sedu.
"Maafkan mom, Tiara. Maafkan mom," isak wanita itu pilu. Putranya dinyatakan meninggal dan hanyut dalam deras nya arus sungai. Hanya puing-puing mobil yang ditemukan oleh para team SAR, juga sobekan baju Bryan yang tersangkut dikaca pintu mobil.
Tiara bergeming, dia dulu begitu memdamba pelukan hangat wanita ini, namun sekarang, sudah tidak dia butuhkan lagi.
"Ini salah mu, mom. Kaulah penyebab nya, suamiku meninggalkan ku dan juga anakku. Kau selalu menekan nya, agar berpisah dariku, kalian keluarga yang sangat jahat." Teriak Tiara kembali histeris.
__ADS_1
Dua minggu setelah kejadian naas itu, Tiara memilih pulang ke tanah air. Tujuannya adalah Daniel. Walau pria itu baru saja menikah, dia tidak peduli, dia punya senjata yang kuat untuk menjerat Daniel dalam muslihat nya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Daniel terkesiap melihat siapa yang berkunjung ke kantor nya, pria itu menatap tak percaya pada Tiara.
"Tiara? kenapa kau bisa berada disini?" tanya Daniel heran, dia bahkan tidak tau, jika sahabat nya mengalami musibah.
Tiara yang masih berdiri di pintu masuk menatap Daniel dengan mata berkaca-kaca. Daniel segera membawanya duduk di sofa, setelah menutup pintu. Dia tidak ingin kehadiran Tiara mengundang salah paham karyawan nya.
"Katakan kenapa kau bisa sampai kemari, perjalanan jauh tidak baik untuk kandungan mu. Dimana Bryan? jangan bilang kau datang sendiri karena bayimu ingin kupesankan makanan lgi." Kekeh Daniel menebak.
Tiara semakin terisak, membuat Daniel serba salah.
"Jangan bercanda padaku Tiara, jangan bermain-main dengan nyawa seseorang. Dia suamimu," tegur Daniel tak terima.
Tiara kemudian menceritakan kronologi karangan nya dengan Begitu sempurna. Bahkan pesan-pesan Bryan agar bayinya, di serahkan pada Daniel dan istrinya pun dia katakan. Meski tidak lah begitu.
Tiara memohon belas kasihan Daniel agar mau menampung nya di rumah, namun Daniel menolaknya dengan tegas. Akhirnya pria itu membelikan sebuah rumah di perbatasan kota, untuk ditempati oleh Tiara.
Awalnya semua berjalan normal, sesekali Tiara meminta tolong Daniel membelikan kebutuhan bayinya seperri susu hamil dan vitamin. Namun Daniel masih belum memberikan respon apapun padanya, hingga akhirnya Tiara membawa Daniel menemani nya memeriksa kandungan. Disitulah awalnya, Daniel mulai melunak.
3 kali seminggu, pria itu mendatangi rumah Tiara untuk mengantar kebutuhan Tiara. Hatinya menghangat setiap kali melihat gerakan bayinya di dalam perut Tiara, hingga akhirnya Tiara membawa tangan Daniel menyentuh perut nya.
Perasaan Daniel menghangat tanpa bisa dia jabarkan. Ada perasaan bahagia menyelinap masuk dihatinya, hingga apapun yang Tiara inginkan, selalu Daniel penuhi.
__ADS_1
Terutama saat memasuki usia kehamilan 8 bulan, Daniel mau tak mau harus selalu berbohong pada istrinya. Jika dia harus lembur setiap hari, karena ada proyek besar yang sedang dia tangani. Nyatanya, Daniel menemani Tiara membeli kebutuhan bayi mereka, dan menemani wanita itu sekedar jalan-jalan.
Daniel selalu pulang kerja jam 4 sore, dan pulang kerumahnya jam 10 bahkan pukul 1 malam. Itu karena Tiara merengek untuk di temani tidur, dia susah tidur karena perutnya yang semakin membesarnya. Dan dokter bilang itu hal normal, harus di maklumi oleh Daniel karena mengira Daniel adalah suaminya. Daniel tidak bisa berbuat apa-apa, selain menemani Tiara hingga tertidur dengan mengelus perutnya. Hampir satu bulan kebiasaan itu, membuat Daniel merasakan Ikatan yang dalam pada calon anaknya. Walau hatinya mencintai istrinya, namun kehadiran bayinya. Memberi warna lain dalam hati Daniel.
Jika di tanya perasaan nya pada Tiara, Daniel tidak tau. Yang jelas dia merasa dekat dengan wanita itu karena adanya bayi diantara mereka. Dia tau dia salah, secara tak langsung dia telah mengkhianati pernikahan nya. Dengan masuk ke kamar wanita lain, berbaring di ranjang nya dalam posisi yang begitu dekat. Namun Daniel bisa apa, Tiara selalu menggunakan bayinya agar Daniel luluh.
"Dan, bisakah kau mengelus perut ku hingga aku tertidur. Aku kurang tidur sejak memasuki usia kehamilan 7 bulan, sudah satu bulan ini aku sulit tidur nyenyak. Mungkin itu penyebab tekanan darah ku sangat rendah." Ujar Tiara dengan wajah sendu.
"Maaf Tiara, itu sedikit keterlaluan. Kita tidak bisa sedekat itu, apalagi tidur di ranjang yang sama. Aku tidak ingin menyakiti hati istri ku," balas Daniel tegas.
Tiara mulai terisak, "aku juga tidak ingin meminta bantuan mu jika ini bukan anakmu juga, Daniel. Aku kesulitan tidur setiap malam, aku sering mengalami sesak nafas. Dan semua ini karena ada nya bayi ini, aku pun lelah. Disaat seperti ini, aku ingin mati saja menyusul suamiku." Ujarnya semakin terisak.
Daniel menjadi serba salah harus berbuat apa, akhirnya Pria itu mengalah. Mulai malam itu, Daniel selalu menemani Tiara tidur, dengan mengelus perut wanita itu dalam posisi berhadapan. Melihat Tiara yang gelisah dalam tidurnya, Daniel tak tega untuk meninggalkan nya sendirian.
Makanya dia sering pulang hingga tengah malam kerumah, dan mendapi istrinya dengan setia menunggu nya di sofa ruang keluarga. Tertidur meringkuk Di sana dengan selimut tipis seorang diri. Hati Daniel mencelos berkali-kali namun tidak bisa berbuat banyak, sebelum anaknya lahir, inilah yang harus dia lakukan.
Selama hampir 5 bulan pernikahan nya, sudah hampir 4 bulan, Daniel hidup dengan membohongi sang istri. Bahkan sering dia meninggal istrinya di restoran atau pusat perbelanjaan, jika Tiara mengeluhkan sesuatu tentang bayinya. Daniel merasa sangat berdosa, namun bisa apa.
Mengingat Istrinya yang tidak bisa memberi kan dia anak, maka calon anaknya yang ada dirahim Tiara, harus dia jaga sedemikian rupa. Hingga perasaan istri nya menjadi nomor dua.
Sementara Tiara, mengabadikan momen dimana Daniel tertidur lelap karena menunggu nya tidur. Dengan sengaja Tiara membuka baju tidur nya hingga perut, membuka kancing kemeja Daniel. Lalu memeluk pria itu, sambil memasang kamera ponselnya di atas nakas dengan mode otomatis. Sudah berapa banyak foto yang dia hasilkan, dengan berbagai pose dan tentunya baju Daniel yang berbeda-beda. Dengan begitu, orang akan yakin jika mereka memang sudah seintim itu.
Bahkan di beberapa fotonya, terlihat telapak tangan Daniel yang mendarat sempurna di dada polos Tiara. Dengan posisi wanita itu tertidur telentang.
Sungguh wanita yang licik.
__ADS_1