
"Kau dengar, the next mrs. Wardhani yang sesungguhnya telah mengusir mu. Jika aku jadi kau, aku akan bergegas pergi. Istriku ini bisa sangat buas sewaktu waktu, jika situasi mendesak." Dean tersenyum miring mengejek ke arah Tiara sambil merangkul bahu sang istri.
Tiara masih menatap nyalang ke arah Dewi namun tidak bersni membalas.
"Aku akan balas kalian semua, dan ya, aku tidak akan pergi dari sini sampai kapanpun." Ujar Tiara menantang.
Bugh bugh bugh
Tiara terjengkit kaget hingga terjengkang, sungguh posisi jatuh yang menyakit kan. Bagaimana tidak, pan*tat Tiara, sebelum mendarat di lantai terpentuk ujung meja kaca sangat keras.
Wanita itu berteriak kesakitan, tubuhnya sampai bergetar menahan sakit.
Lita tersenyum senang melihat penderitaan wanita siluman itu, sejak awal dia tidak pernah menyukai Tiara. Hingga akhirnya bisa melampiaskan amarahnya yang terpendam cukup lama.
"Upz?! sayang aku tidak sengaja, ini kenapa kopernya besar sekali sih, kan jadi sangkut di kaki meja" Lita seolah tidak tau jika Tiara tengah mengumpat nya akibat menahan rasa sakit.
"Apa kau tidak bisa melihat orang dengan benar, hah?" teriak Tiara, untung saja Sinta sudah membawa cucu-cucu nya ke kamar tamu.
"Loh? kok ada suara orang mbak? jadi ngeri gini ya rumah mami papi sekarang. Harus di doakan ini kalau begini, pasti setan'nya udah berkembang biak. Aku jadi serem, ayok mbak temani aku masak aja. Jadi laper gini aku," Lita dan Dewi menuju dapur, namun saat Dewi akan melewati Tiara yang masih duduk dilantai. Wanita itu sengaja menginjak tangan Tiara menggunakan tumit sepatu 7 cm nya. Pasti nikmat sekali rasanya batin Dewi tertawa senang.
Para pria hanya bisa meneguk ludah dengan susah payah, para istri telah menunjukkan gejala istri yang galak dan tangguh. Seperti nya mereka harus berhati-hati dalam bersikap mulai sekarang.
Tiara bangkit dari lantai lalu berlari dengan tubuh terseok-seok, sakit di bo*kongnya masih sangat terasa, ditambah punggung tangan nya yang memar nyut-nyutan. Lengkap lah sudah penderitaan wanita itu, janda baru itu emosi bukan kepalang.
__ADS_1
Sesampai di kamar, Tiara menghambur isi kamar nya dengan brutal. Berteriak histeris seperti orang kerasukan roh halus.
Sementara keluarga itu seolah tak terjadi apa-apa, mereka kembali larut dalam obrolan. Membahas rencana pernikahan Daniel dan Kira, tanpa peduli suara berisik dari lantai atas.
Jika wanita itu tidak keluar juga, maka mereka akan menginap di hotel saja, Sinta dan Bintang akan menginap di rumah Reegan. Selama mereka di Jakarta, mereka tinggak di apartemen. Padahal Keenan sudah beberapa kali menjemput keduanya untuk tinggal di rumah besar. Namun bayangan kenangan bersama Sarah, membuat hati keduanya belum bisa diajak berdamai.
Daniel membeli rumah tetangga Reegan, pak Dulah. Dia merombak rumah tersebut jadi dua lantai, dan menyambung ke rumah calon mertua nya. Jadi rumah mereka di sana di sebut rumah gedong oleh para tetangga, saking besarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seminggu sudah Daniel kembali menjadi duda, namun kali ini, dia merasa senang dengan status nya. Senyum sumringah Daniel tak pernah surut sejak tadi. Dia sedang berdiri di depan pastur, menunggu mempelai wanita nya datang.
Kira datang dengan di dampingi sang ayah, rasanya Dejavu, dulu dia pernah menyerahkan putri nya pada pria ini juga. Hatinya berdenyut mengingat momen itu, sekarang istrinya sudah tiada. Kursi yang di pasangi foto Sarah sengaja di kosongkan. Semua atas permintaan Kira, dia ingin ibunya menyaksikan pernikahan ketiganya dari kursi kosong itu.
Setelah menyerahkan putri nya, Reegan kembali menuju kursi yang di siapkan untuk nya. Disamping kursi kosong milik istri nya. Varel dan para sahabatnya nya tak kuasa meneteskan air mata. Jauh hari Kira sudah memperingatkan mereka agar tidak menangis di pernikahan nya. Namun tetap saja, keempat sahabat itu berurai air mata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Selamat sekali lagi, hiduplah dengan baik dan bahagia. Kami menyayangi mu. Jangan lupakan itu," Varel memeluk Kira yang sudah seperti adiknya sendiri dengan dada yang sesak.
Teringat akan pria tulus yang pernah menikahi adiknya lalu di pisahkan oleh maut. Sungguh cinta Justin dibawa hingga dia tiada, sesuai janjinya, hingga maut memisahkan.
"Kakak kenapa cengeng sekali, menyebalkan." Sungut Kira menyembunyikan wajahnya didada Varel.
__ADS_1
"Kau mengotori jas ku, Kira. Ishh, lihatlah, makeup mu menodai jas mahal ku." Varel menepuk-nepuk jas nya yang hanya sedikit terkena lunturan maskara Kira. Namun pria lebay itu selalu mencemaskan apapun yang membuat pakaian nya kotor.
"Ini, aku tambahi lagi" ujar Lumina mencolek cream mentega kue pengantin Ke jas Varel. Wanita yang baru menjadi ibu itu memang selalu usil.
"Sayaang, lihatlah perlakuan mereka padaku" adu Varel merengek pada istrinya. Yang hanya di balas delikan tak suka dari Susi. Varel mendengus kesal.
"Daniel, selamat untuk mu sekali lagi. Jaga bidadari ku serta peri dan pera kesayangan ku, bahagiakan mereka tanpa memberi luka lagi. Aku tidak rela" Tegas Bram duduk disamping Daniel, pria itu berbicara bahkan tidak menatap ke arah Daniel.
Daniel tau, kesalahan nya di masa lalu memang tidak termaafkan. Banyak hati tersakiti, persahabatan keluarga nya terpecah belah dan menimbulkan banyak masalah.
"Kali ini aku tidak akan berjanji apapun, tapi jika aku mulai di terpa godaan yang menyesatkan, tegurlah aku, arahkan aku ke jalan pulang yang seharusnya. Aku tidak tau ada beberapa banyak rintangan yang akan aku hadapi kedepannya nanti, aku hanya manusia biasa. Namun aku selalu berdoa, agar imanku tidak akan goyah lagi. Aku belajar banyak dari dosa masa lalu, kini aku ingin di lihat, dikenal, sebagai Daniel yang baru."
Daniel dan Bram kembali terdiam, kedua pria itu larut dalam pikiran masing-masing. Daniel mengerti, jika tidak mudah mempercayai orang yang pernah begitu mudah mengingkari janji di masa lalu. Dia tidak marah, itu sudah sewajarnya.
"Hai Dan. Selamat ya, aku harap kau tidak menyuruh Kira hamil dalam waktu dekat." Seloroh Danu mencairkan suasana. Dia tau arti diam Daniel dan Bram.
"Tentu saja tidak, aku bahkan tidak berencana menambah anak. Kedua Putri bungsu ku akan menjadi the little one keluarga kami. Aku punya 3 anak perempuan dan 3 anak laki-laki, hidup ku sudah sempurna. Apalagi yang aku cari." Ujar Daniel bangga.
"Ya kau beruntung, aku ingin menambah anak juga, tapi istri ku selalu melotot padaku setiap kali aku menabur benih dilahan basah nya." Kelakar Danu mendapatkan cubitan gemas dari istri galaknya.
"Dan? selamat, aku tidak tau harus mengucapkan kata-kata yang menyentuh itu bagaimana. Tapi aku doakan, kau dan Kira selalu bahagia hingga akhir. Ryana menanyakan mu, Kenapa jarang kerumah sekarang."
Hubungan mereka sudah membaik, Daniel sudah menerima jika Putri nya bukanlah miliknya. Bryan oun memberikan akses untuk mengunjungi Ryana, namun Daniel membatasi dirinya, bukan karena tidak rela. Namun lebih untuk menjaga perasaan Bryan, juga agar putri nya tidak bingung.
__ADS_1
Cukup lah Ryana tau, jika dia adalah papa Daniel sahabat sang ayah. Daniel sudah mengikhlaskan nya. Kini dia punya dua putri yang masih bayi, keduanya membutuhkan kasih sayang dan cinta yang utuh darinya.