Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
(Kiddos of Jovan-Joi)


__ADS_3

Di ruang tengah rumah keluarga Jovan nampak rusuh seperti pagi-pagi sebelumnya. Bagaimana tidak, setiap pagi, ada saja yang di ributkan dan di rebutkan oleh anak-anak Jovan dan Joi tersebut.


"Rick? bisakah kamu menolong didimu ini nak?" tatapan penuh permohonan di layangkan oleh sang ayah membuat Rick menghela nafas panjang. Selalu saja dirinya yang harus menjadi wasit bagi keenam adik-adiknya.


"Bern, Disa, Noval, Eril, Cora, Lio!" Keenam bocah tersebut seketika hening, suara bariton sang kakak telah berhasil membuat suasana ruang tengah tersebut kembali dami sejahtera.


Bern dan Cora, bocah kelas 2 sekolah menengah pertama, adalah anak kedua dengan urutan, ke empat dan kelima. Lalu Disa anak ke 6 kelas 6 SD, Noval anak ke 7 kelas 4 SD, lalu yang paling bungsu, si kecil Lio da Eril. Yang kini baru duduk di bangku kelas 1 SD.


Sementara ketiga anak sulung Joi dan Jovan, kini sudah duduk di bangku kelas 3 SMA. Joi bernafas lega, karena bisa menyelesaikan pendidikan sarjana hukum nya dengan aman. Namun setelah si triplets berusia 4 tahun, ketenangan Joi mulai terancam. Kehamilan nya yang berturut-turut membuat Joi kewalahan stress berat. Setelah melahirkan si kembar Bern dan Cora, 1 tahun kemudian Joi Kembali mengandung Disa, saat Disa berumur 8 bulan Joi harus menerima kenyataan jika benih unggul suaminya, telah berhasil membuat nya kenyang selama 9 bulan.


Setelah kelahiran Disa, Joi bisa sedikit bernafas lega, dia pikir tidak akan hamil dalam waktu dekat, karena Disa yang asi eksklusif full tanpa bantuan sufor. Namun siapa sangka, ketenangan Joi hanya bertahanlah 1 setengah tahun saja. Joi pun di nyatakan hamil lagi setelah sempat pingsan di acara ulang tahun pernikahan mereka. Dan hadirlah Noval, anak ke 7, yang mereka kira sebagai anak bungsu. Joi akhirnya memakai kontrasepsi spiral untuk jangka waktu 10 tahun lamanya.


Joi merasa aman, tentram dan damai. Karena bisa sedikit mengatur bentuk tubuhnya yang bergelambir dimana-mana.


Namun yang namanya takdir ilahi siapa yang dapat mengelak. Spiral tersebut jebol berkat kerajinan suaminya. Joi pun hamil kembali saat Noval berumur 2 tahun. Joi frustasi, Jovan pun merasa terancam. Sang istri menyalahkan nya setiap kali wanita itu hamil, dan dia pun hanya menerima nya sebagai kesalahan nya mutlak tanpa berani membantah.


Dan lahirlah si kembar paling mucil sepanjang sejarah anak-anak Joi dan Jovan tersebut. Eril dan Liora, yang di nobatkan sebagai the little one of Jovan family. Karena Joi meminta langsung di steril kan sesaat setelah kedua anaknya lahir ke dunia.


"Makasih nak, didi berhutang lagi padamu kali ini." Jovan mendesah lalu mendudukkan dirinya di sofa dengan wajah terlihat sangat lelah.


Bagaimana tidak lelah, di rumah nya dia harus menghadapi 9 orang anak dengan karakter yang berbeda-beda. Belum lagi jika istri nya mulai dalam mode senyap, maka Jovan akan semakin di buat kelimpungan tak karuan.

__ADS_1


"Yang punya anak siapa yang sibuk siapa" mumam Rick menggerutu, lalu melanjutkan memasang kaos kakinya yang tadi tertunda karena harus menyumbangkan suara datarnya pada adik-adiknya.


"Ck! yang ikhlas kenapa? Mimi kalian lagi ngambek tuh sama didi. Harusnya kamu itu bisa sedikit membantu" omel Jovan balas menggerutu.


Rick mendongak mendengar ucapan sang ayah "sedikit membantu?" ujar Rick melontarkan pertanyaan penuh tekanan.


Jovan memutar bola matanya jengah, anaknya itu sama sekali tidak bisa diajak bercanda.


"Ya, kamu itu banyak membantu. Terimakasih banyak atas partisipasi nya, karena sudah berkontribusi terhadap segala hal yang seharusnya menjadi tanggung jawab Didi selama ini. Nanti notifikasi M-banking nya menyusul" Jovan mendengus di ujung kalimatnya.


"yang ikhlas dong, biar mimi makin cinta sama didi." Balas Rick acuh, kemudian meninggalkan sang ayah menuju ruang makan tanpa peduli wajah berlipat Jovan yang menatap punggung nya sebal.


"Muka didi Kenapa gitu?" Joi datang dengan dengan penampilan yang semakin membuat denyut di kepala Jovan menjadi-jadi.


Joi menoleh ke arah dadanya kemudian menoleh ke belakang, perasaan dress nya sepanjang lutut. Terlihat dari mananya, dan belahan dadanya juga normal saja, tidak terlalu turun.


"Perasaan tidak begitu, di. Ini udah yang paling sopan loh. Udah, ayuk sarapan tar mimi telat, tidak enak sama Klien." Joi menarik pelan pergelangan tangan sang suami. "Udah jangan cemberut gitu, mimi cinta mentok sama didi, tidak akan berpaling ke lain jantan." Seloroh Joi mengusap pelan dada suaminya.


Joi yang semakin bersinar di usianya yang menginjak 35 tahun, membuat kilau seorang Jovan mulai meredup. Di usianya yang sudah 43 tahun, Jovan sering merasa insecure. Joi sering di sangka anak sulung nya, karena penampilan nya yang tak jauh beda dengan anak gadisnya Lea. Keduanya selalu disangka adik kakak. Jovan merasa dongkol, setiap kali ada klien kurang ajarnya yang berani-beraninya menitipkan salam pada istrinya sendiri.


"Pak Jovan, tolong sampaikan salam saya pada anak gadis anda. Saya harap bisa menjadi calon menantu yang sesuai kriteria pak Jovan juga istri." Dasar pedofil batinnya mengumpat kesal tanpa sadar akan usianya sendiri.

__ADS_1


Jelas Joi adalah istri nya, bagaimana bisa dia bisa senang saat seseorang dengan terbuka menyatakan ketertarikannya pada Joi. Dasar kurang ajar batinnya meronta marah.


"Hari ini masih bahas soal kasus kdrt kemarin, mi?" tanya Jovan di sela Sarapan nya.


"Hmm..." Joi meneguk air untuk melancarkan makanan nya "ya masih kasus yang kemarin, suaminya kukuh tidak ingin bercerai. Namun klien kami sudah pada keputusan akhir, tidak ada tawar menawar lagi. Mimi juga termasuk yang paling pertama mendukung keputusan nya tersebut, pria seperti itu memang lebih baik segera di singkirkan saja." Jelas Joi bersemangat bahkan terlihat menggebu-gebu.


Jovan meneguk ludahnya kasar, istri nya itu kalau sudah membahas kasus para klien nya, selalu sesemangat itu. Jovan jadi berpikir miliyaran kali, untuk membuat wanita itu sakit hati atau minimal salah paham padanya.


"Didi juga dukung, laki-laki kalau sudah pernah main tangan apa lagi sudah berkali-kali terjadi. Lebih baik memang di tinggal kan saja, watak tempramen seseorang itu susah bisa di ubah kalau dirinya sendiri tidak ingin berubah." sambung Jovan menimpali ucapan sang istri. Benar bukan, pria seperti itu tidak akan pernah sadar jika dirinya salah sampai dia sudah kehilangan.


"Udah pada siap belum?" Jovan yang sudah selesai sarapan mulai mengabsen ke sembilan anaknya. Mereka berangkat dengan dua mobil, jelas, anak sebanyak itu bagaimana bisa di angkut hanya dengan satu mobil saja. Kecuali mereka menggunakan minibus.


Joi mulai aktif menjadi pengacara selama 5 tahun terakhir. Karirnya yang cemerlang, membuat wanita itu keteteran sendiri menangani kasus yang terus berdatangan padanya untuk di selesai kan. Fokus Joi adalah masalah rumah tangga dan kekerasan serta eksploitasi terhadap anak-anak.


Jovan juga Kirel mendirikan sebuah kantor pengacara perseorangan, yang kini di kelola oleh Joi dan kawan-kawan semasa kuliah nya. Yang Joi rekrut sebagai rekan kerja nya. Kantor 6 lantai tersebut, telah merekrut banyak advokat handal dan profesional. Banyak kasus yang sudah mereka selesai kan dengan baik, meski ada beberapa yang tidak sesuai harapan. Dan itu manusiawi, bukan karena mereka tidak handal, hanya saja ada beberapa celah yang tidak sinkrona, antara kuasa hukum dan klien sehingga membuat mereka terselip mundur oleh lawan.


∆Melanjutkan kisah pak guru Jovan dan Joi, murid kesayangan nya pak guru mesum.


Kini kita mengulik kisah anak-anak mereka yang super duper buanyaakkk😁😁🤭🤭


Ssmoga menghibur yaa🤗🤗🤗

__ADS_1


Sehat selalu kalian semua, luv yuu Readers ku🥰🥰🥰


__ADS_2