Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Part CLXV


__ADS_3

Satu minggu pasca kemoterapi yang di jalani Sarah, kini kondisi nya sudah jauh lebih membaik. Efek dari kemo yang di takut kan oleh seluruh keluarga besar, serta para sahabat. Ternyata tak seburuk bayangan mereka. Nyatanya, Sarah lebih kuat dari yang mereka duga, wanita itu hanya beberapa kali terlihat muntah dan juga mengalami sedikit pusing. Dan itu hal yang wajar bagi pasien kemoterapi.


"Kondisi ibu Sarah sudah jauh membaik, dan ini di luar perkiraan kami. Tapi ini suatu yang sangat kita semua harapkan. Ibu Sarah bisa melakukan perawatan berjalan saja, tahap kedua akan di lakukan 2 minggu dari sekarang. dua hari sebelum sesi kemoterapi, silahkan kembali lagi untuk melakukan prosedur seperti sebelumnya." Jelas sang dokter panjang lebar.


"Jadi istri saya sudah bisa pulang ke rumah, dok?" balas Reegan dengan wajah berbinar. Bukannya dia bosan atau lelah menjaga sang istri, namun lebih ke rasa kasihan, melihat wanita yang di cintai nya itu sering nampak murung. Istri nya itu pasti merasa bosan.


"Boleh pak. Sangat boleh. Sudah tidak mual dan pusing lagi, kan?" ujar dokter itu kemudian balik bertanya.


"Sudah tidak lagi dok, dua hari ini sudah tidak mual muntah lagi. Pusing juga tidak." Bukan Reegan yang menjawabnya, melainkan pasien itu sendiri.


Sarah begitu bersemangat, hingga tak memberi celah pada sang suami untuk menjawab pertanyaan sang dokter.


Reegan dan si dokter hanya tersenyum melihat binar semangat di wajah Sarah.


"Baiklah jika begitu, nanti akan saya resepkan obat pulang nya. Kalau begitu saya permisi pak, bu" ujar sang dokter ramah kemudian keluar dari ruangan Sarah.


"Akhirnya, aku senang banget bisa pulang. Kangen Asha, pasti dia kesepian di rumah" ucap Sarah dengan wajah sumringah.


"Asha juga pasti kangen bunda nya, demamnya sudah turun. Di rumah ada Keyra juga menginap, Sinta dan Bintang juga bolak balik menengok calon mantu kesayangan mereka." Ujar Reegan terkekeh pelan.


Saat mengingat bagaimana sahabatnya itu rela bolak balik, pagi dan sore hari hanya untuk menengok putrinya.


"Aku udah chat Keenan untuk mengurus administrasi sama ambil obat. Kita bersiap aja sambil nunggu. Mau makan dulu tidak?" tawar Reegan. Dia ingat istri nya hanya makan sedikit tadi pagi, dan satu gelas jus buah naga.


"Aku mau makan telur rebus aja pake kecap asin, boleh?" Sarah balik bertanya sambil menatap penuh harap pada sang suami.


"Boleh. Tapi gak boleh banyak-banyak kaya kemarin lagi ya" peringat Reegan lembut namun tegas. Kemarin saat diri nya turun ke minimarket depan rumah sakit. Istri nya itu ternyata tengah menikmati telur rebus, yang sudah potong-potong kecil di dalam mangkuk, dengan kecap asin sebagai kuahnya. Dia tidak ingin kecolongan lagi, akhirnya memilih menyimpannya jauh dari jangkauan sang istri.


Wajah Sarah menekuk sempurna namun tetap mengangguk pasrah. "Tapi jangan pelit-pelit, hambar. Aku kurang begitu merasai, cenderung pahit." bela Sarah.


Reegan menganguk saja, "ya, tapi gak kaya kuah soto juga, kan?" kekeh pria itu menggoda sang istri yang semakin merenggut kesal.


"Dikit aja yang penting kesiram sempurna. Udah, gitu aja" ujar Sarah sewot.


"Baiklah nyonya, sesuai permintaan anda." Reegan kemudian mengupas 3 butir telur, lalu memotong nya di dalam mangkuk menggunakan sendok. Tidak lupa menuang kan sedikit kecap, ekor matanya menangkap tatapan dongkol sang istri.

__ADS_1


"Yuk, buka mulut nya. Udah asin nih, aku rasai batusan" ujar Reegan sabar. Dengan telaten pria itu menyuapi sang istri.


klek


Keenan masuk dengan menenteng plastik bening ditangannya.


"Lagi makan? Aku udah urus semuanya, ini obatnya juga" Keenan mengangkat plastik yang dia bawa tadi.


"Ya udah, siap-siap gih. Bunda udahan aja makan nya, tar lanjut di rumah. Kangen masakan bi Surti" balas Sarah bersemangat, kemudian meraih tisu yang tak jauh dari nya.


"Habisin aja dulu, bun. Aku mau kemasin barang nya dulu, Daniel udah otw kesini juga. Yang lain pada nunggu di rumah." Jelas Keenan.


"Ya, ini tinggal dikit lagi." Reegan kembali menyuapi sang istri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mobil Keenan mulai memasuki halaman rumah, Sarah dapat melihat ada beberapa mobil yang dia yakini milik para sahabat nya.


"Aku gendong aja gimana?" Tawar Reegan khawatir. Dia tidak ingin istri nya kelelahan.


"Gak usah, aku udah lama gak pernah jalan make kaki aku sendiri. Tuntun aja, ya?" Sarah menolak halus dengan balas menawar.


"Tarraaaa.....!"


Hampir saja Sarah terjengkang ke belakang, jika saja Keenan dan Reegan tak sigap, menahan punggung wanita kesayangan mereka itu.


"Astagaaa! Maaf kan kami..." Keempat wanita itu menatap Sarah dengan tatapan bersalah. Niat hati ingin membuat kejutan kecil untuk menyambut kepulangan Sarah, malah hampir membuat wanita itu celaka.


"Kan aku udah bilang, gak usah pake acara ginian, ngotot sih. Coba kalo Sarah kenapa-kenapa" ujar Satria kesal.


"Udah, aku gak apa-apa. Ayo duduk, aku cape berdiri." Seketika mereka sadar Sarah masih dalam posisi berdiri ditempat nya tadi.


"Yuk sayang." Ajak Reegan, pria itu kembali menuntun sang istri menuju sofa.


"Kami udah masak yang banyak buat nyambut kamu pulang, dan semuanya makanan sehat. Boleh kamu habisin semua kalo sanggup." Nabila bercerita dengan tidak sabar.

__ADS_1


"Jadi belum pada makan siang, ini?" tanya Sarah menatap satu persatu, orang-orang yang juga tengah menatap ke arahnya.


"Kami kan nungguin kamu, masa ya yang di masakin belum dateng kami udah pada ambil jatah duluan." Jelas sinta yang di benarkan oleh yang lain.


"Spadaaa..." Suara cempreng Lusi membuat pandangan semua orang teralihkan ke arah pintu masuk.


Wanita itu juga sejak pagi sudah ikut sibuk menyiapkan sedikit dekorasi, dan membantu membuat beberapa masakan. Namun setelah semua siap, dia pamit pulang untuk berganti pakaian. Pasalnya, dia ke sana hanya dengan baju kebesaran nya, daster.


"Ibu besan? Ayo silahkan masuk, jangan malu-malu" seloroh Sarah.


"Memang gak pakai malu lah itu" kelakar Nabila menambah kan.


"Ishh, kejam sekali. Udah pada mau makan kan? Yuk?" Ucapan Lusi berhasil membuat semua orang oada melongo. Yang tuan rumah nya siapa, yang semangat ngajak makan nya siapa?


Angga hanya bisa menggelengkan kepalanya, begitulah sang istri, selalu bisa membuat suasana tenang seketika kacau, begitu juga sebaliknya.


"Silahkah sekalian di pimpin dalam doa, bu besan." Ujar Sarah melanjutkan.


"Tidak masalah, "ucapnya penuh keyakinan." Tapi doa dalam hati masing-masing aja ya?" Lanjut nya kemudian. Kemudian cengengesan tak berdosa.


Para manusia itu hanya bisa mendelik sebal oleh tingkah konyol Lusi, besan Reegan yang kelakuan nya tiada duanya tersebut.


Akhirnya mereka semua menuju ruang makan, terlihat meja besar itu nampak kecil, karena penuh sesak dengan berbagai menu. Syukur nya, Reegan sengaja menyetting meja tersebut lebih besar. Muat untuk 20 orang sekali makan, sisa yang kurang, tinggal menambahkan satu meja lagi. Tidak masalah, begitu lah mereka jika sudah berkumpul. Sahabat rasa keluarga tersebut begitu khusuk menikmati makanan, yang membuat nya nampak istimewa adalah. Kali ini, mereka kembali duduk di sana dalam jumlah yang pas, hampir empat tahun mereka tidak pernah melakukan nya.


Rasa bahagia itu berkali kali lipat lebih membahagiakan. Canda tawa kembali riuh, menemani jamuan makan siang para sahabat tersebut.


Pada akhirnya, semakin bertambah usia, mereka semakin menyadari. Jika mereka tidak butuh drama, konflik dan stress. Karena sejatinya, yang kita butuhkan, hanyalah rumah yang nyaman dan aman, makanan yang sehat dan keluarga sebagai support system, serta sumber kebahagiaan paling utama.


∆Cerita Sarah-Reegan sudah sampai di puncak cerita, ya. Segala macam konflik yang terjadi diantara mereka, baik karena kesalahpahaman pribadi maupun orang lain. Telah berhasil mereka lewati, meski tidaklah mudah. Perjuangan cinta mereka begitu berliku, bahkan di saat sudah di persatu kan dalam sebuah ikrar pernikahan. Masalah masih terus berdatangan layaknya tamu tak di undang.


∆Namun kegigihan, kesetiaan, solidaritas, empati dan saling memaafkan. Membuat mereka akhirnya dapat meraih kembali, kebahagiaan yang sudah sejak awal, memanglah milik mereka.


∆Terimakasi sudah menemani author, menjadi pembaca yang setia, menanti update yang tidak menentu. Terimakasih atas dukungan serta komentar kalian yang menyemangati. Respek dan dukungan kalian, membuat ku kembali bersemangat, meski sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk update.


∆Setelah ini, kita akan berfokus pada kisah Daniel dan Asha. Jangan Un_favorit dari list baca kalian ya, walau up nya kapan-kapan🤭 Author berusaha untuk tetap update tiap hari. Kisah mereka pun tak akan mudah, hanya saja tidak ada perpisahan seperti kedua orang tua mereka. Namun perjuangan keduanya untuk bersatu, tidak lah berjalan mulus. Kehadiran orang-orang dari masa lalu, membuat perjalanan cinta mereka benar-benar di uji.

__ADS_1


∆Mohon trus dukung author ya, silahkan di promosikan juga sekalian jika tidak terlalu memberatkan 😁🤭


∆Author sayang kalian, Readers ku yang baik hati. Semoga kalian sehat selalu, dan senantiasa di berkati oleh Tuhan yang mahakuasa 😇😇😇😇🥰🥰🥰🥰


__ADS_2