
Kira masih menyandarkan kepalanya di bahu Lumina, sejak keduanya mulai tenang. Belum sama sekali mereka berniat beranjak dari sana. Menatap pemandangan kota dari balkon kamar, menerawang jauh ke masa lalu masing-masing.
Samar terlihat kerlap kerlip lampu malam hari di kejauhan sana. Yang seolah tak ada redupnya meski hari telah beranjak menuju tengah malam.
Sama seperti hati kedua wanita itu. Lumina dan Kira saling menyayangi sejak mereka kecil. Kedua nya merasakan bagaimana bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan. Demi sesuap nasi, mereka menaiki gunungan sampah untuk mengais rezeki. Demi lembar-lembar rupiah, mereka rela mengemis ditengah terik juga hujan. Kira kecil adalah kesayangan mereka semua. Menjadi yang paling muda, Kira mendapatkan perhatian lebih.
Lumina yang saat itu berusia 10 tahun, Bram dan Levita 13 tahun lalu Danu dan Varel 14 tahun. Kelima orang itu begitu menjaga dan menyayangi Kira kecil yang malang. Sehingga kejadian naas beberapa tahun lalu, membuat keempat sahabat itu. Memutuskan meninggalkan kehidupan nyaman mereka, demi merawat Kira dan orang-orang yang pernah berjasa dalam hidup mereka di masa lalu.
Kecuali Lumina, wanita itu tidak diperbolehkan meninggalkan kota walau sekedar menjenguk Kira. Kehadiran nya akan membuat kecurigaan banyak orang. Wanita itu pasti akan bolak balik mengunjungi Kira, jika sekali saja dirinya di berikan kesempatan.
"Ayo kita istirahat. Besok kita akan kembali ke kota, pastikan kesedihan malam ini. Tidak akan kita bawa kembali kerumah. Jangan tangisi apapun lagi, kau layak bahagia. Dengan atau tanpa Daniel. Sa seperti masa lalu, hanya ada aku, dan yang lainnya. Jangan lupa, keluarga mu Sangat menyayangi mu. Daniel hanyalah bagian kecil dari itu semua, akan sangat mudah menghempas nya seperti debu jalanan." Kata-kata Lumina menyadarkan Kira, jika selama menikah, dia mulai bergantung pada pria itu.
Nyatanya, dia lupa, ada begitu banyak orang-orang yang mengasihi nya tanpa syarat apapun. Tidak peduli dia bisa memberikan keturunan atau tidak.
"Kau benar, Mina. Aku terlalu menggantungkan harapan ku setinggi angkasa, sayangnya, semesta tidak berpihak padaku." Keduanya sama-sama mengapus sisa air mata diwajah masing-masing.
"Baiklah mina, tidak memiliki suami yang mencintai mu serta kekurangan mu dengan tulus, tidak akan membuat mu kehilangan cinta, bukan? mari kita lupakan kesedihan ini, aku tidak ingin membuat orang-orang yang mengasihi ku ikut terluka. Seperti nya aku harus mulai bisa membedakan, rasa cinta atau sekedar rasa karena terbiasa bersama."
Degh!
Sejak tadi, seseorang berdiri di balik pintu balkon, tanpa berniat menghampiri kedua wanita, yang saling menumpahkan isi hati masing-masing itu.
Hati Daniel seperti di tembak berkali-kali, sejak curahan hati istri nya terurai, dia mendengar nya dengan sangat jelas. Hatinya sakit berkali-kali setiap mendengar kalimat demi kalimat, yang teruntai dari mulut sang istri.
__ADS_1
Hati Daniel sesak, perlahan pria itu melangkah pergi dari sana membawa hati yang luka juga dipenuhi penyesalan.
Sungguh dia sudah tidak peduli pada putrinya, asalkan anaknya bisa hidup dengan baik. Namun mendengar perkataan istrinya, hatinya sangat sakit tak terkira. Akankah perasaan Asha sudah memudar padanya? Tidak! itu tidak boleh terjadi. Asha akan selalu menjadi miliknya tidak dulu apalagi sekarang, saat wanita itu sudah menjadi istri nya.
Daniel masuk ke dalam mobilnya, pria itu tergugu dalam tangis penyesalan. Dia tidak menyangka, jika ingatan sang istri sudah pulih kembali.
Pasti berat hari-hari yang di jalani Kira setelah ingatan kembali, namun wanita itu selalu terlihat baik-baik saja. Dan dengan tanpa perasaan, dia menambah beban luka bagi istri nya, sungguh dia suami yang sangat tidak peka.
Suami paling brengsek yang pernah ada. Hanya perkara anak, dia kembali melupakan janjinya. Dua kali dia menyakiti hati wanita yang sama, kali ini sudah benar-benar diluar batas. Daniel masih menangis meraung, hatinya tak rela saat mendengar kalimat terakhir sang istri.
Drrrttt drrrttt drrrttt
Daniel meraih ponselnya, sebuah pesan dari ibu mertua nya kembali menghantam jantung nya.
'Kembalikan putriku ke tempat dimana kau dulu memintanya dariku, Daniel! Jangan sakiti hati puttiku yang malang terlalu dalam, kau tidak tau bagaimana Kiraku melalui hari-harinya dalam kepura-puraan. Agar tidak ada satupun orang tau, jika dia sedang dilanda kedukaan karena masa lalu yang memilukan. Aku adalah saksi bisu, bagaimana putri ku menangis diam-diam disaat semua orang terlelap merajut mimpi indah. Namun Kiraku, justru masih terkungkung oleh jeratan masa lalu yang kelam. Kau tidak akan mengerti sakit hatinya seorang ibu, Daniel. Tapi aku yakin, kau akan mengerti arti air mata seorang ayah, saat anak perempuan nya di sakiti tanpa perasaan. Kini kau pun seorang ayah dari seorang putri, kelak setiap tetes air matamu, akan terasa begitu berharga, dibandingkan apapun. Kembali kan putriku, kami akan mengambil alih semua tanggungjawab yang pernah kami berikan padamu. Kau, kami bebaskan, Daniel Wardhani!"
Dia benci dirinya yang begitu buta, egois dan tak berperasaan. Harusnya sejak awal, dia menolak mengambil peran dan tanggung jawab pada Tiara. Namun kini, semua tinggal lah penyesalan.
Daniel mencoba menghubungi sang ayah, dia akan menyerahkan dirinya pada pria paruh baya itu. Dirinya akan memohon pengampunan, agar di berikan kesempatan untuk kembali bersama sang istri.
"Hmmm?" daniel kembali terkecat, dapat dia dengar suara datar sang ayah. Pria itu pasti sudah mengetahui sesuatu.
"Pi..?" Daniel tidak mampu melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
"Pulanglah, kau akan mendapatkan hadiah mu, atas kelahiran putrimu juga atas luka yang kau torehkan pada putriku." klik
Daniel kembali tergugu, ketakutan akan kehilangan kira lebih besar dari rasa takut dipukuli oleh ayahnya.
Daniel menyalakan mobilnya lalu bergegas pergi dari sana, sementara di balik jendela kaca lantai dua. Seorang wanita menatap nanar pada mobil Daniel, yang mulai menghilang di telan ditelan kegelapan malam.
Sama seperti hati nya yang mulai menggelap dan abu-abu. Perasaan nya menguar begitu saja. Entah karena luka yang ditorehkan Daniel begitu dalam, atau karena merasa dirinya merasa tidak sempurna untuk Daniel yang segala-galanya.
Menjelang pernikahan nya, Kira begitu terpukau bagaimana cara Daniel merancang masa depan mereka. Sehingga kekurangan nya dia lupakan sejenak, nyatanya. Realita tidak seindah ekspektasi. Daniel tidak bisa merajut kebahagiaan, tanpa kehadiran seorang anak dikehidupannya.
Kira mulai mengerti satu hal, seseorang yang tidak pernah belajar dari pengalaman masa lalu. Tidak akan pernah bisa menghargai masa depan. Begitu juga Daniel. Justin mungkin berprilaku buruk dimasa lalu, lihatlah, pria itu benar-benar merubah cara hidup nya dengan sedemikian rupa.
Satu-satunya alasan Justin masih bernafas leluasa di dalam tekanannya, karena pria itu telah menjadi bagian dalam dirinya. Bukannya dia tidak tau, jika ginjal kanan yang dia punya, lalu separuh hati(Liver) nya, adalah milik Justin. Entah karena terpaksa atau apapun alasannya, pria itu telah merubah cara pandang Kira. Membuat nya menjadi pengecualian dari aksi balas dendam nya.
∆Sedikit informasi ya, guys...! Tadinya aku pikir akan bikin alur dimana konflik Daniel dan Kira tanpa adanya perpisahan. Tapi sepertinya aku sedikit bergeser dari alur awal. Daniel sudah sangat keterlaluan, jadi kupikir, sedikit perpisahan akan mengajarkan kita untuk menghargai apa yang kita punya, tanpa melihat kekurangan nya saja.
∆Bagi yang keberatan mereka dipisahkan, entah untuk sementara atau selamanya (tergantung othor😆🤭), silahkan komen ya, nanti akan dipertimbangkan. Apakah kembali di satukan atau tidak✌️✌️
∆Saat menulis cerita di beberapa part, aku menangis. Jujur saja, cerita nya benar-benar aku hayati sedemikian rupa. Sedikit pengalaman pribadi (perpisahan orang tua), aku selipkan disini. Itulah kenapa, di season kedua ini. Aku benar-benar merasa terlibat langsung di dalam alurnya.
∆Jadi Daniel-Asha S2, aku ganti judul bab nya. Karena Asha sudah tidak ada lagi. Kini Hanya ada Kirasya Resar Sudibyo, beserta perjuangan hidup nya untuk meraih sejumput kebahagiaan.
∆Justin akan menjadi salah satu tokoh yang aktif di dalam alur cerita ini. Entah menjadi apa, simak terus yah, para Readers ku yang terkasih.
__ADS_1
Terus dukung author kalian ini, supaya semakin mangat update!
Luv yuhh, kalian semua!🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏🙏