Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Part XCV


__ADS_3

Benarkah Sarahnya yang baik hati telah berselingkuh, namun mengingat betapa baiknya wanita kesayangannya itu, rasanya tidak mungkin. Namun fakta ditangannya seperti menamparnya telak.


"Bagaimana bisa Sarah melakukan hal ini, itukah sebabnya anak itu begitu berbeda dari keempat kakaknya. Astaga Sarah, apa yang sudah kamu lakukan." Monolog pria itu dengan suara yang sangat frustasi.


"Sarah sudah tau, kalo lo ngambil sampel buat tes DNA nya Killa?"


"Belum, gue ngalakuin nya sehari setelah Killa operasi, Sarah gak tau apa-apa. Gue gak berani ngasih tau dia, gue takut dia juga sama syok nya seperti gue saat ini." Ujar Reegan yang sudah bisa menenangkan hatinya sendiri. Namun masih dalam posisi duduk dilantai, bersandar dikursi tunggu.


"Killa operasi, kok lo gak ada ngabarin gue? Udah berapa lama? Killa sakit apa?" Berondong Satria lagi.


"Killa kecelakaan waktu nginap dirumah Bintang 10 hari yang lalu. Anak itu mengamuk disana, menghancurkan benda-benda berharga dirumah itu. Dan melukai Daniel juga Sinta, dengan tongkat besi kail. Gue ngeri sendiri, selama ini gue udah seperti memelihara monster, ketimbang anak manusia. Gue malu sama Bintang juga istri nya. Mereka bahkan gak nuntut apa-apa, malah begitu mencemaskan anak serigala berbentuk manusia itu. Gue malu, Sat. Malu!"


Reegan kembali menangis, dia tidak mempedulikan tatapan aneh orang-orang kepadanya. Biarlah mereka menatapnya, dengan pandangan mencemooh.


"Kemaren tepat 9 hari yang lalu, gue kerumah nyamperin Keyra, kok dia gak ada cerita apa-apa sama gue. Padahal udah sehari abis kecelakaan." Tanya Satria heran, padahal Keyra orang yang sangat peduli dan menyayangi saudaranya. Tidak mungkin gadis itu cuek saja dengan kondisi adiknya.


"Keyra gak tau, sengaja gak dikasih tau. Takut malah kepikiran, tau sendiri anak itu hatinya selembut bundanya. Perasa banget, apa-apa semua dipikirin." Jawab Reegan menuntaskan rasa penasaran Satria.

__ADS_1


"Pantas dia cuek aja, ceria banget waktu gue dateng. Seharian gue temanin bikin tugas, ngancurin dapur lo, sorenya nanam bunga sebelum gue pulang." Balas pria itu tersenyum sendiri, mengingat kebersamaan nya, bersama gadis kecilnya yang kini sudah remaja.


"Pantas bi Surti bilang dapur gue abis dilanda tsunami, taunya lo. Lo ajarin masak apa emang sama anak gue. Awas kalo sampe ada lecet-lecet nya, gue tuntut lo." Kedua pria itu sudah terlihat lebih santai, setelah menumpahkan sebagian beban hatinya.


"Tapi gue gak habis mikir, kok bisa Sarah sampe selingkuhin lo. Apa performa lo udah menurun? Makanya perut lo jangan lo timbun lemak. Geraknya susah, letoi yang ada. Olahraga, biar sixpack." Ujar pria itu kembali pada topik, yang masih belum menjawab rasa penasaran nya.


"Eh, yang lo maksud selingkuh itu siapa? Lo kalo ngucap pengen bener minta di tonjok. Sarah gue setianya sampe akhir, enak aja." Rupanya kedua pria itu sejak tadi, tenggelam dalam kesalahpahaman yang berbeda.


Satria yang mengira Sarah selingkuh, Reegan yang stress memikirkan nasib anak kandungnya, dan bagaimana memperlakukan Killa jika anak itu sadar dan pulih. Kemana dia harus mengembalikan atau mungkin menukar, Killa dengan anak kandungnya. Yang memungkinan telah tertukar, dan dibawa oleh orang tua kandung Killa.


"Loh, bukannya Killa bukan anak lo. Berarti Sarah produksi nya sama yang lain, masa bisa bunting sendiri. Kalo bucin itu ya mesti realistis juga, Gan. Akal sehat juga harus kerja, kalo realita udah nyakitin banget, jangan maksain. Gue dukung apapun keputusan lo." Pembelaan Satria benar-benar membuat Reegan dongkol setengah hidup, ingin sekali dia menyeret pria itu menuju ruang operasi.


"Lo kata istri gue kucing, bunting. Orang tu hamil bege!" Seru Reegan tak terima. "Killa bukan anak gue, juga berarti bukan anak Sarah.Lo pikir istri gue tukang selingkuh apa, enak aja kalo ngebacot." Hilang sudah momen mengharu-biru, ala ikan tak bersayap tapi bisa terbang.


"Loh, ini gimana maksudnya? Lo jangan main-main soal anak, gue memang bajingan. Ngejelajah berbagai lubang nikmat, tapi kalo soal anak, gue gak terima. Kalo itu memang anak Sarah sama selingkuhannya, dan lo gak terima, ya sudah. Gak perlu segitunya lo menyangkal, Sarah harus tetap bertanggung jawab sama anaknya. Kalo lo gak mau, biarkan aja itu anak tumbuh bersama ibunya."


Balasan Satria yang semakin nyolot, membuat kepala Reegan sangat pusing, pandangannya mendadak berkunang-kunang, tangannya seketika terserang tremor.

__ADS_1


Pria itu menatap sahabatnya yang katanya membunuh berdarah dingin itu, dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Reegan mengangkat tangannya yang sudah terkepal sempurna, lalu....


Bugh.. Satria berteriak kaget, dengan serangan dadakan dari Sahabat laknat nya itu.


"Lo gila apa gimana!? Gue ini bersimpati sama lo, tapi balasan lo kaya gini. Daras bucin gila!" Seru Satria tak terima, pipinya yang tadi datang dalam keadaan sehat walafiat. Kini sudah berubah warna menjadi ungu kebiruan, dan mendadak jadi chubby yang sangat tidak menggemaskan.


"Lo yang gila, ini nih, efek terlalu banyak nengkurap di ************ ******. Omongan sama otak lo gak sejalan jadinya. Yang katanya, Sarah itu kesayangan gue, malah sekarang lo tuduh selingkuh seenak jidat." Seru Reegan tak mau kalah. Akhirnya ruang tunggu itu, berubah menjadi arena tinju.


"Killa itu anak orang lain, yang ketukar atau memang sengaja ditukar sama anak kandung gue. Dan sekarang gue lagi stress mikirin nasib anak kandung gue diluar sana, malah lo tambahin dengan persepsi ngaco lo itu." Seru Reegan masih dengan urat leher yang menonjol.


"Jadi? Killa itu?" Satria terdiam sejenak. Seketika dia sadar akan maksud dan tujuannya ke rumah sakit tersebut. Satria bergegas meninggalkan Reegan yang masih dengan amarah yang belum mereda.


Dan Reegan yang kadung emosi menangkap lain, arti dari kepergian sahabat nya itu. Dia berpikir Satria terlalu pengecut, hingga tanpa meminta maaf padanya, main kabur seenak dengkul.


Satria membuka amplop dengan logo yang sama, seperti yang Reegan buka tadi dengan tergesa-gesa.


Kedua matanya hampir melompat keluar, membuat petugas yang berada disana melipir pergi karena takut. Ketika melihat reaksi Satria, yang seperti tengah melihat setan kesiangan, yang lupa waktu ketika bergentayangan.

__ADS_1


Satria berlari menuju ruang tunggu, namun sudah tidak mendapati Reegan disana. Pria itu terdiam sejenak, seperti nampak terpikir kan sesuatu. Setelah beberapa detik merenungi ide dikepalanya, Satria bergegas keluar dari rumah sakit tersebut.


Pria itu mulai mengemudikan mobilnya dengan perasaan campur aduk, dia akan menjemput Dara dan juga Kira. Akan dia sumpal mulut Wanita ****** serakah, yang sudah menukar anak sahabatnya itu dengan uang nya.


__ADS_2