
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba, seluruh keluarga dan kerabat telah duduk dengan tenang dan nyaman di kursi masing-masing. Mereka tengah khusuk menyaksikan kedua insan, yang sedang mengucap janji dan sumpah setia terhadap pasangan nya juga kepada Tuhan.
Seorang pastor tengah memberkati pernikahan suci, kedua anak manusia yang sedang diliputi kebahagiaan tersebut. Terlihat Daniel dan Asha sama-sama menitikkan air mata kebahagiaan, situasi penuh haru itu terasa begitu emosional. Terutama bagi Daniel, perjuangan nya untuk bisa kembali pada Asha hingga mempersunting menjadi seorang istri, pada hari ini. Tidak lah mulus.
Selesai mengikuti semua prosesi pemberkatan, mereka kembali ke rumah yang kebetulan tak begitu jauh dari gereja. Hanya menempuh perjalanan sekitar 15 menit saja.
Sesampai nya di rumah, Asha di bawa ke ruang ganti. Wanita yang kini sudah resmi menjadi nyonya muda seorang Daniel Wardhani, tengah mengganti gaun pengantin nya di bantu oleh dua orang Wanita.
Klek
"Maaf, aku seperti nya salah masuk." Ujar seorang gadis terlihat bersalah.
"Anda siapa nona? Ini ruang ganti dan rias pengantin, apa anda salah satu tamu undangan? Acara di taman belakangan, bukankah di depan sudah ada bagian penerima tamu yang akan mengarah kan?" balas sang MUA heran. Dia menatap curiga pada gadis di hadapannya itu dengan tatapan menyelidik.
"A..aku benar-benar salah masuk, sungguh." Ucap nya meyakinkan walau sedikit gugup.
"Nona Asara? kau kah itu? Lumina, sudah tidak apa-apa, aku mengenal nya. Dengar nona, jika kau memang benar salah masuk, maka silahkah keluar dari sini. Kehadiran mu akan memperlambat ku juga kedua wanita cantik ini. Benar begitu, Lumina?" ujar Asha dingin. Dan segera di benarkan oleh kedua wanita itu.
__ADS_1
"Hmm... Baiklah, sekali lagi maafkan aku. Permisi" setelah kepergian tamu tak di undang tersebut Asha meminta Lumina menghubungi Daniel.
'Benarkah? Dasar wanita tidak tau malu, aku bahkan tak mengundang nya. Bagaimana dia bisa masuk lewat gerbang utama, jangan khawatir sayang. Aku akan meminta papa Satria menambah anggota nya, untuk berjaga di setiap sudut tempat acara dilaksanakan.' Ujar Daniel panjang lebar untuk menenangkan sang istri.
"Baiklah. Aku sebentar lagi selesai, aku tutup dulu" Asha mematikan ponselnya kemudian menyerahkan nya kembali pada Lumina.
Lumina dan Avanty saling menatap satu sama lain, bisa mereka lihat perubahan raut wajah Asha yang nampak begitu berbeda. Yang terlihat hanya tatapan dingin dan tak tersentuh, rona kebahagiaan yang baru saja terpancar dari wajah teduh Asha. Berubah datar dan menakutkan, meski sebenarnya, nyonya muda itu tidak melakukan apapun. Namun mampu membuat keduanya merinding ngeri. Wanita dihadapan mereka ini, sungguh berbeda sekali, sebelum kehadiran wanita tadi. Namun keduanya berusaha tetap profesional, Setelah selesai mereka kemudian keluar, dan di sambut oleh Reegan yang juga baru tiba di depan pintu kamar.
Ayah dan putri itu berjalan beriringan, Asha mengandeng mesra tangan sang ayah. Senyumannya membuat para tamu undangan terpesona, kecantikan alamiah nan hakiki tersebut mampu menghipnotis tidak hanya mempelai Pria nya. Tapi juga seluruh hadirin yang ada di sana.
Setelah sampai di pelaminan, Reegan kembali menyerah kah putri bungsunya pada Daniel.
"Ini kali keduanya ayah menyerahkan anak ayah kepada mu, setelah di gereja. Ayah hanya meminta satu hal yang sama. Bahagiakan, cintai dan jaga putri ku dengan segenap hati, jiwa juga ragamu. Dan jika kelak kau sudah tidak sanggup lagi untuk menjaga juga mencintai nya, pintu rumah ayah selalu terbuka, untuk menyambut nya pulang kembali dengan suka cita." Ucap Reegan dengan mata berkaca-kaca.
Berat bukan? Saat melepas putri mu pada pria lain, meski itu adalah suaminya sendiri. Beban di hati Reegan bukannya berkurang, namun malah semakin bertambah. Mengingat jika kehidupan sang anak masih abu-abu, meski kebahagiaan nya kini terlihat nyata. Namun orang-orang jahat di luar sana, masih mengincar keselamatan putri nya itu. Jauhnya Asha dari jangkauan nya, membuat hati nya diliputi keresahan tersendiri.
Namun melihat kebahagiaan anaknya, dia akan meredam segala kerisauan itu didalam hatinya. Tidak adil jika dia membumbui hari spesial sang anak, dengan wajah sendu dan tak rela.
__ADS_1
"Aku akan menjaga putri ayah dengan seluruh hidup ku, ayah jangan mencemaskan apapun. Kami akan tinggal tidak jauh dari sini, ayah bisa kerumah kapan saja. Pintu rumah kami akan selalu terbuka untuk ayah dan keluarga besar kita. Dan..." Daniel menatapa Asha juga Reegan bergantian, pria itu menarik napas panjang lalu menghela nya perlahan.
".... terimakasih sudah menyerahkan putri ayah yang sempurna ini padaku. Aku tidak bisa menjanjikan Asha akan selalu baik-baik saja, namun aku akan melakukan apa saja. Untuk memastikan, istriku senantiasa berbahagia dan tidak akan menyesal, telah menerima ku sebagai suaminya, juga calon ayah bagi anak-anak kami kelak." Ujar Daniel mantap, tak ada keraguan disetiap kalimat yang dia ucapkan.
Reegan tersentuh mendengar ucapan penuh ketulusan menantunya itu. Dia yakin, Daniel akan menjaga setiap janji juga sumpah nya kepada Tuhan. Dengan begitu, Pria itu tidak akan pernah menyakiti putri nya. Seseorang yang selalu memegang teguh prinsip hidup nya, tidak akan pernah goyah. Terhadap apapun yang terjadi. Karena bagi mereka, itu bagian dari harga diri sebagai seorang laki-laki.
"Terimakasih, nak. Dan selamat sekali lagi atas kebahagiaan kalian, semoga Tuhan senantiasa memberkati, melindungi dan menjaga pernikahan kalian dengan kuasa_Nya." Pungkas Reegan kemudian memeluk sang menantu, lalu beralih pada sang anak yang nampak berkaca-kaca menatap sang ayah.
"Berbahagia lah selalu, anakku. Doa ayah senantiasa menyertai mu dan suami mu, juga rumah tangga mu." Doa Reegan sambil mencium kening sang anak dengan penuh perasaan. Kemudian pria itu berbalik meninggalkan pelaminan, untuk menyapa para tamu undangan dan bergabung bersama para sahabatnya.
Sementara di sudut lain tempat itu, seorang gadis nampak mengepal kan tangan nya. Dia menatap tak suka dengan hati yang penuh luka, iri juga dengki, melihat kebahagiaan yang di tebarkan oleh gadis yang paling dia benci, hingga ke tulang-tulangnya. Giginya gemeletuk menahan amarah, andai disana tidak ada orang lain. Akan dia pasti kan, wanita sialan itu dia kirim ke neraka sekarang juga.
Tanpa dia sadari, seseorang tengah memperhatikannya sejak tadi. Seringai devil orang tersebut membuat siapapun tak akan menyangka, jika dia bisa menjadi semengerikan itu.
Pandangan nya kemudian beralih ke arah pelaminan, dimana Asha dan Daniel tengah sibuk menyalami para tamu undangan. Sesaat dirinya bertatapan dengan salah seorang dari mempelai tersebut. Tatapan yang hanya mereka berdua saja yang memahami nya. Senyum misterius tersungging di bibir keduanya, dengan seribu makna.
∆Hayoo... Siapakah mempelai tersebut, mari kita buat permainan tebak-tebakan ngaur dulu, guys 😁😁😘😘
__ADS_1