Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Ibu pintar masak


__ADS_3

Reegan, Ujang dan Sadin yang sedang bersantai di teras rumah, terkejut melihat ada mobil pick up yang masuk ke halaman rumah tersebut.


"Pesan apa pak?" tanya Sadin basa basi.


"Tidak memesan apapun, mungkin salah alamat. Itu lemari yang mau diantar. Aku tidak ada memesan lemari," balas Reegan menyanggah.


Tak lama mobil Daniel terlihat memasuki halaman itu dan di parkir di depan garasi. Melihat Daniel yang kerepotan, kedua pria paruh baya itu segera bergegas untuk membantu.


"Wah! banyak sekali, borong mas?" seloroh Ujang sambil mengangkat beberapa plastik berlogo toko pakaian tersebut.


"Belanjain anak-anak mang." Jawab Daniel ramah. ke-tiga membawa plastik tersebut ke dalam rumah sementara Reegan mengarah kan pengantar lemari untuk membawa lemari tersebut ke kamar putri nya.


Sementara plastik roti dan cake mereka taruh sebagian di meja diluar untuk disantap bersama.


"Papaaa!" seru seorang gadis kecil dari arah ruang keluarga. "Papa belanjaan banyak banget, Jeslyn ada di belikan tidak?" anak itu melihat beberapa plastik dengan seksama.


"Ada dong, teteh nya ada di belikan adek dua baju. Bilang terimakasih dulu sama adek dua nya," ujar Daniel memamerkan belanjaan yang dia sebut sebagai pilihan si kembar. Dengan begitu, rasa sayang Jeslyn akan semakin besar pada adik-adik nya.


"Makasih ya adek dua, udah beliin teteh cantiknya baju, nanti teteh pakai ya muuuachh muuaachh" Jeslyn mencium pipi kedua adiknya dengan wajah berbinar.


Kira dan Daniel terlihat senang, akhirnya benteng yang di bangun Jeslyn selama dua bulan ini, luruh tanpa mereka paksakan.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Tiara kesal bukan main, sudah dua Minggu Daniel sama sekali tidak pernah pulang. Walau hubungan mereka tidak lah baik, namun sesekali melihat Daniel masih mau pulang ke rumah membuat nya senang.

__ADS_1


"Diam, Raya!" bentak Tiara pada anaknya yang terus merengek ingin bermain bersama nya.


"Ayo main, mommy" rengek nya mau tau jika Tiara sedang kesal.


"Berisik! mommy cape, lihat daddy mu bahkan tidak mau pulang ke rumah. Harus nya kau itu bisa meraih hati nya, Daniel sangat menyukai anak-anak. Jika saja kau tidak selalu merengek dan menangis!" Hardik Tiara lalu pergi setelah mendapat telpon dari seseorang.


Raya kembali menangis histeris seperti biasa, sifat tantrum nya terbentuk akibat terlalu di manjakan. Membuat pengasuh Raya sudah beberapa kali berganti-ganti, akibat tidak tahan di pukuli jika anak itu sedang mengamuk. Kini Raya hanya di asuh secara acak oleh pembantu di rumah Bintang, tidak jarang anak itu bernain sendirian, lalu ada saja barang yang di rusak kalau sudah bosan.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


"Papa, adek dua kenapa nangis terus?" Jeslyn memberikan boneka Barbie nya pada Delia, namun masih menangis. Jelas saja, mereka bahkan mengira itu makanan, lihat saja Debya yang mulai menggenggam apa saja, lalu memasukkan ke dalan mulut nya.


"Adek rewel karena tidak enak badan sayang," jelas Daniel yang masih menimang putrinya. Sementara Debya yang memang tidak cengeng, hanya sesekali menangis setelah di beri ASI segera diam.


"Tapi adek dua yang itu tidak, pa?" celoteh Jeslyn penasaran sambil menunjuk Debya yang tertidur nyenyak di stroller.


Kira tersenyum di balik pembatas dapur dan ruang keluarga. Dia bersyukur, Kirel selalu bisa mengatasi Jeslyn dengan sabar dan lembut. Kirel baginya seperti Justin versi kecil.


"Waah lagi asyik ceritaan nih. Ibu tidak di ajak?" ujar kira pura-pura merajuk.


"Duduk sini, bu" Kirel merapikan mainan Jeslyn yang berhamburan di atas karpet, mempersilahkan ibunya duduk.


"Makasih sayang, duduk dekat ibu sini" ajak Kira saat melihat sang anak, justru berdiri di samping Daniel setelah mempersilahkan nya duduk.


Dengan perlahan, Kirel duduk disamping ibunya. " Ibu yang bikin? pasti enak, abang boleh makan banyak tidak?" tanya Kirel dengan wajah berbinar. di rumah jika Raya dan ibunya sedang makan makanan enak, dirinya pasti di suruh pergi kekamar. Hanya jika ayahnya ada, maka dia akan makan sepuasnya.

__ADS_1


"Boleh dong, ibu bikin nya banyak. Kan anak ibu ini banyak, coba, enak tidak?" Kira menyuapi putra sulung nya dengan semangat. " Bagaimana?" tanya Kira menatap Kirel menanti jawaban.


"Enak, enak banget." Puji anak itu tulus, lalu mengambil potongan kecil dan menyuapi sang ibu, kemudian bergantian menyuapi ayahnya, yang duduk di sofa memangku sang adik.


"Enak kan pa? ibu pintar masak, kalau begini aku bisa cepat besar, jadi abang yang kuat dan tinggi." Ujarnya bangga pada sang ibu. Mata Kira berkaca-kaca, setulus itu hati putranya.


"Ya, masakan ibu selalu enak dari dulu, ayah juga suka, makanya ayah jadi sebesar ini sekarang." Kelakar Daniel membuat Kirel terkekeh, walau tidak memahami konteks yang di maksud oleh Daniel. Yang dia tangkap, jika seseorang makan banyak maka dia akan cepat besar.


"Adek mau abang suapin tidak? enak loh, kue buatan ibu." Tak henti-hentinya Kirel memamerkan kue buatan Ibu nya.


"Tidak mau, nanti Jeslyn gendut seperti Jesen." Tolak anak itu menutup mulutnya.


"Eh? kok adek ngomongnya gitu, tidak boleh ya. Jesen itu menggemaskan, abang sayang, semuanya abang sayang. Tidak boleh lagi ya, berbicara seperti itu tidak baik. Sini duduk dekat abang," Kirel bergeser dari samping ibunya agar sang adik bisa duduk diantara mereka.


"Dia kan besar, bang." cicit Jeslyn dengan suara pelan.


"Ya, besar. Jeslyn juga sudah besar, sama kaya Jevi sama kaya abang. Kita semua sudah besar, makanya harus saling menyayangi dan melindungi satu sama lain. Tidak boleh saling mengejek walaupun tidak bermaksud, adek paham kan?" Kirel begitu lembut mengeluarkan kalimat-kalimat nasihat nya.


Hati Kira sangat tersentuh, di tatapnya putra sulung nya itu dengan perasaan haru. Daniel pun demikian, diam-diam keduanya menyeka sudut mata masing-masing. Berharap kasih sayang itu akan selalu terjaga dan terikat hingga dewasa.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


"Jadi sudah yakin akan menceraikan Taira, Dan?" tanya sang ayah meyakinkan.


"Jadi pi, aku udah yakin banget. Dari awal semua ini jebakan wanita licik itu. Aku akan mengakhiri nya sekarang, perusahaan akan aku serah kan padanya. Jika papi dan kak Dean tidak keberatan," Ujar Daniel terlihat tidak enak pada ayah dan juga kakaknya, sejak tadi Dean hanya diam saja.

__ADS_1


Semenjak kejadian dulu, hubungan kakak adik itu merenggang. Di tambah Daniel menikah dengan Tiara. Dean benar-benar melepas diri dari lingkup keluarga nya, hingga bertahun-tahun tanpa komunikasi sama sekali.


__ADS_2