
...****************...
Drrrt drrrtt ddrrrrtt...
Dengan malas Sarah mengangkat panggilan itu.
"Iya, Ree. Mau marah-marah lagi, ak...."
("Aku di depan rumah kamu, keluar sekarang atau aku yang masuk.") Panggilan terputus, membuat Sarah mematung, darimana pria itu tau alamat rumahnya. Tiba-tiba tubuh Sarah menjadi panas dingin, bisa-bisa nya Reegan nekat mendatangi nya kerumah.
Sarah buru-buru mengambil cardigan panjang yang tergantung dipintu kamarnya, pasalnya dia hanya mengenakan setelan baju tidur lengan pendek dan celana diatas lutut. kemudian bergegas keluar rumah. Saat sampai di teras sejenak Sarah berhenti, menatap ke arah mobil yang terparkir didepan pagar rumahnya. Dia benar-benar tidak percaya, Reegan bisa senekat itu mendatangi nya.
Sarah berjalan perlahan, sambil mengawasi sekitarnya, dia tidak ingin ada yang melihatnya masuk ke mobil Reegan. Entah apa yang akan mereka pikirkan tentangnya nanti. Dia bersyukur ayahnya belum menganti lampu yang ada dipagar rumahnya, jika tidak mobil Reegan akan menjadi pusat perhatian orang-orang melewati depan rumahnya.
klek.. "Masuk!"...
"Ck, kamu itu apa-apaan sih, suka banget mak...." Kalimat Sarah terpotong oleh sebuah ciuman, membuat kedua mata Sarah membulat.
Sarah mengatur napas nya yang hampir habis oleh ulah pria itu, begitupun dengan Reegan. Sarah adalah ciuman pertama nya, tentu saja dia sangat menikmatinya. Bibir mungil Sarah sudah membuatnya hampir hilang kendali.
"Kamu percaya sekarang, kalau aku nggak main-main sama perasaan kamu." Ucap Reegan menempelkan keningnya di kening Sarah, ibu jari pria itu membersihkan sisa saliva yang menempel dibibir Sarah.
"Kenapa kamu lakuin ini ke aku, Ree. Jangan membawaku melayang tinggi, kalau hanya untuk kamu hempas kan seperti sampah suatu hari nanti." Ucap Sarah bergetar menahan tangis, entah kenapa dia ingin menangis sekarang, perasaan nya campur aduk. Perlakuan lembut Reegan padanya sejenak membuatnya lupa, jika mereka hanya dua orang asing yang kebetulan dipertemukan oleh sebuah pekerjaan. Setelah itu selesai, semua akan kembali seperti semula.
__ADS_1
"Aku suka kamu, Sar. Aku gila karna menyukai istri orang lain dan berharap kamu belum menikah dengan siapapun. Aku ingin egois, bercerai lah, menikah lah denganku, aku mohon." Pria itu lalu mengambil sesuatu dari sakunya, lalu mengeluarkan sesuatu dari kotak itu.
"Aku mau kamu pake cincin ini, Sar. Cincin yang kamu pakai itu buang aja atau kamu kembalikan, aku nggak mau cincin itu masih ada di jari kamu, cukup yang ini saja." Reegan memasang cincin itu dengan sedikit paksaan, lalu memakaikan satu cincin lagi di jari manisnya.
Kemudian memegang ujung jari tangan Sarah lalu meminta Sarah untuk memotretnya. Sarah seperti orang linglung namun tetap menurutinya.
"Aku Reegan Adnan Prayoga, menyatakan dengan tersemat nya cincin ini di jarimu, kamu sudah terikat bersamaku. Aku akan menunggu sampai kamu resmi bercerai, lalu kita akan menikah." Bisik pria itu pelan, lalu mencium punggung tangan Sarah penuh perasaan.
"
Ree, ini salah. Nggak gini caranya, aku memang akan bercerai untuk itulah aku pulang kerumah ayahku. Namun bukan untuk menikah dengan siapapun, lagipula kita hanya orang asing, yang kebetulan dipertemukan karna asas saling membutuhkan." Sarah akhirnya kembali pada kesadaran penuhnya.
Sarah memberanikan mengusap punggung pria, yang kini sedang tampak seperti orang putus asa itu. Lalu beralih mengusap kepala Reegan yang sejak tadi menunduk dikemudi mobil.
"Aku harus apa, Ree?".. Ucap Sarah serak.
Reegan mengangkat kepalanya yang sedang Sarah usap pelan. "Jangan tolak aku, hanya itu yang perlu kamu lakukan." Reegan menatap Sarah dengan tatapan penuh harap.
"Beri aku waktu, ini terlalu cepat, Ree. Kamu juga butuh waktu untuk memilah perasaan yang kamu rasakan, bisa jadi yang kamu rasakan hanya rasa penasaran. Bukan perasaan yang sesungguhnya." Ucap Sarah menatap netra pria di depannya itu dengan perasaan yang sulit dijabarkan.
"Aku akan kasih waktu, cincin ini nggak boleh kamu lepas apapun yang terjadi, soal perasaan aku, hanya aku yang tau. Aku yang merasakannya, bagaiamana aku begitu merindukan wanita yang sudah menikah ini, dengan perasaan yang sangat tersiksa." Ucap Reegan terkekeh pelan. kemudian mencium dalam kening Sarah dengan sayang.
__ADS_1
"Aku masuk dulu, Ree. Sebentar lagi ayah pulang." Ucap Sarah mulai gelisah, bagaimana jika ayahnya menangkap basah dirinya sedang bersama pria lain, saat statusnya masih istri orang.
"hmmm... Peluk dulu sini, aku masih kangen." Reegan memeluk erat pujaan hatinya itu dengan segenap perasaannya. "Nanti aku telpon, hp kamu sini dulu." Ucap Reegan mengambil ponsel ditangan Sarah, kemudian menatap Sarah dengan mata memicing tajam. "Pria Arogan."
Sarah hanya nyengir, itu nama yang dipikirnya sangat cocok untuk pria itu. Lalu Sarah penasaran dengan nama nya dikontak pria itu, lalu meraih ponsel Reegan memasukkan nomornya. Kini gantian, Sarah yang menatap tajam kearah Reegan, pasalnya namanya ditulis dengan "Pelukis Rese".
"Ih, jahat banget." Ucap Sarah manyun.
"Minta cium lagi, nih." Lalu mengecup kilas bibir Sarah, membuat Sarah melotot. "Nggak usah melotot gitu, yang tadi aja kamu nikmatin juga tuh." Goda Reegan memencet pelan hidung Mungil Sarah.
"Dah, ah aku mau masuk dulu, tar keburu ayah pulang." Sarah menyodorkan tangan nya, namun Reegan yang salah paham malah mengeluarkan dompetnya. Kemudian mengeluarkan black card, lalu meletakkan nya ditangan Sarah, membuat wanita itu melongo.
"Ponsel aku, Ree. Ck dasar orang kaya." Gerutu Sarah kesal.
"Iya, tau ponsel kamu sekalian ini juga, kamu pegang aja, beli yang kamu butuhin."
"Maaf, yang ini aku nggak bisa terima, Ree. Takut khilaf aku nya. Cukup ini aja dulu" Ucap Sarah nyengir, sambil memamerkan jari tangannya. Dia tidak ingin menerima apapun dari pria yang bahkan bukan siapa-siapanya.
"Iya, sudah. Ini ponsel kamu, udah aku bikin suara. Nanti sampe rumah aku telpon, Sini cium dulu, candu aku sudah, sama bibir kamu ini." Kemudian Reegan mencium lembut bibir Sarah, ********** dengan napas yang memburu. Sarah yang mulai terhanyut oleh ciuman pria itu, hanya mengikuti nalurinya.
Setelah puas menyalurkan perasaan melalui ciuman penuh gelora itu, mereka menyudahinya dengan napas yang terengah-engah.
"Makasih, sayang. Ini hanya aku yang boleh cium mulai sekarang." Ucap Reegan sambil mengusap sisa saliva dibibir Sarah.
__ADS_1