Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Part LXIII


__ADS_3

Nabila langsung mingkem, alamat sudah bikin sensi bumil nih batinnya. Kemudia Nabila cengengesan karena merasa bersalah. "Maaf Sar, gak maksud gitu, itu cuma contohnya aja, kalo suka makan manis pasti anak cewe, ya kan mas?" Nabila metotot pada sang suami meminta dukungan.


"Eh, ya benar Sar. Pasti cewe, nanti jodohin sama anak aku aja ya. Gak apa-apa nanti anakku jadi brondong, ya gak sayang. Asal kita bisa besanan." Si mulut berlendir itu pun tak mau kalah, diapun pasang badan buat sang istri.


Reegan mencibir, mana rela dia anaknya yang pasti cantik jelita, dijodohkan sama anak nya mantan casanova.


"Enak aja, ogah gue besanan ama lo, bisa kelar nasib anak kesayangan gue tar. Ogah, gak ada jodoh-jodohan." Ujar pria itu sewot. Apa-apaan, berteman boleh, yang lain, big no!


"Ck, lo mah. Gue yakin anak gue gak kalah cakep dari bapak nya. Ketampanan itu turunan, bisa jadi lebih ganteng anak gue tar. Nyesel lo pasti, udah nolak niat baik gue." Decak Revan sebal, belum apa-apa, lamaran nya sudah ditolak.


"Ya kalo turunan mulu, lah kalo pas tanjakan jelek lagi. Rugi dong anak gue, udah capek gue cetak biar cakep, anak lo malah ngerusak hasil kerja keras gue." Bela Reegan tak mau kalah.


"Udah ah, anaknya pada belom lahir. Para bapak udah pada ribut, jodoh itu diatur sama yang diatas. Mau gimanapun kita punya mau, kalo anaknya nggak kan percuma." Nasehat bumil, untuk menengahi perdebatan unfaedah, kedua pria tersebut.


Kedua pria itu saling menatap sinis tak mau kalah.


makanan pun tiba dimeja, membuat mata Nabila berbinar melihat makanan didepannya.

__ADS_1


"Aku belakangan kuat banget makan, apa aku juga lagi isi ya. Kemaren pagi sih masih samar, gak jelas gitu jadi belum yakin." Wanita itu seperti sedang berbicara dengan dirinya sendiri.


" Kamu kok nggak ngasih tau aku yang, kalo kamu udah test pack." Nada suara Revan sedikit kesal.


"Aku mau kasih surprise gitu, nanti kalo garisnya udah positif. Kemarin pagi kaya samar-samar aja gitu, aku belum yakin. Takut kamu malah kecewa, lagian kita kan baru sebulan." Jelas Nabila pada sang suami.


"Besok pagi coba lagi ya, kali aja udah jelas. Gak sabar aku tuh,. buat nyaingin yang noh. Masa aku yang udan sah gak tokcer sih." Ujar Revan tak terima.


"Lo gak bakal bisa nyaingin gue, gue sekali sembur benih, jadinya langsung tiga. Maklumlah, benih gue kan masih orisinil bukan ampas, kualitas nya gak diragukan lagi." Ujar Reegan bangga dengan pencapaian nya.


Biarlah orang akan berkata apa tentang hubungan nya dengan Sarah, tidak masalah jika mereka mencibir kehamilan kekasihnya. Di dunia ini banyak pasangan menikah, yang meski belum hamil tapi bukan berarti si pria dan si wanitanya masih orisinil. Hanya soal keberuntungan saja, banyak orang yang begitu mendambakan kehadiran anak, dalam pernikahan mereka. Namun sangat sulit mendapatkan nya bahkan ada yang sampai harus mengadopsi.


"Ck, sombong lo. Mana tau gue dapat setengah lusin sekaligus, ya nggak yang?" Ujar Revan meminta dukungan sang istri.


"Ya, aku lahirin satu kamu yang lima nya." Dumel wanita itu kesal, memang perutnya itu perut karet apa, bisa nampung bayi sampe enam.


Senyum jumawa dibibir Revan seketika memudar. "Kamu ini, orang tu di aminin. Jadikan kamu cukup sekali hamil, anak udah langsung banyak." Omel pria itu.

__ADS_1


Membuat Wanita itu mencebik kesal. "Trus kalo body aku kaya tandon 5000liter, kamu juga yang bakal uring-uringan. Lah, yang belum hamil, masih pacaran kemarin aja, kamu sering ingatan aku. Yang dijaga ya pola makan kamu, tar kaya bodynya kakak ipar kamu itu. Selalu gitu, makanya aku suka malas jalan sama kamu, nafsu makan aku itu dipertaruhkan kan kalo ada kamu ikut." Ujar Nabila menggebu-gebu, mencurahkan uneg-uneg dihatinya.


Membuat wajah Revan pias, benarkah begitu. Tapi sekarang dia tidak lagi mempermasalahkan soal berat badan. Melihat Reegan yang begitu antusias dengan kehamilan kekasihnya, membuat Revan sadar. Kodrat wanita itu hamil dan melahirkan, jadi tidak ada yang salah dengan berat badan mereka, mau turun ataupun naik setelah melahirkan. Itupun bagian dari kodrat wanita menyusui, mereka harus tetap makan yang banyak demi menjaga nutrisi untuk si buah hati.


Revan merasa bersalah pada sang istri, selama ini dia selalu membatasi Nabila jika ingin makan sesuatu. Dia sadar sudah membuat wanita merasa tak nyaman atau bahkan tertekan.


"Maafin aku ya yang, sekarang aku udah nggak masalah lagi kamu mau makan apa. Makan aja selagi kamu selera buat makan, mau kamu segede gajah Afrika pun, aku tetap cinta. Kamu injek aja aku kalo aku mulai nakal, kan kamu sudah besar, kaki kamu pasti juga lebar." Ujar pria itu terkekeh pelan, kemudian menghadiahi ciuman yang banyak di wajah istri nya.


"Berarti yang makanan yang take away tadi, sampe rumah masih boleh aku makan." Tanya wanita itu dengan binar diwajahnya, membuat Revan semakin merasa bersalah. Sehobby itu istri nya pada makanan, selama ini malah dia batasi.


"Ya boleh, mau nambah pesanan juga boleh, tuh aku liat dibuku menu ada cemilan nya juga. Pesan aja, sekalian aku juga mau, biar perut kita nanti saingan gedenya." Kelakar pria itu lagi, disambut gembira oleh sang istri.


"Duh, romantisnya. Jadi iri." Ujar Sarah pada pasangan pengantin baru tersebut.


"Aku juga romantis, Sayang." Ucap Reegan tak terima, dirinya pun romantis. Walaupun sikapnya pada orang lain tidak berubah, tetap dingin, datar dan yang terbaru, super tegaan.


Pernah sekali pria itu membuang koper milik Sasa dari kamar tamu di rumahnya, hingga isinya berhamburan dihalaman mansionnya dan membakarnya hingga tak bersisa. Lalu mengusir sang kakek dari kediamannya. Meski wanita itu masih belum jera juga, bahkan selalu berusaha mendatangi kantor nya, walau ditolak berkali-kali.

__ADS_1


Sekretaris yang kini juga berperan ganda itu, selalu menjadi bentengnya dari wanita-wanita gatal yang mengejar nya, termasuk wanita gila versi Reegan, Sasa. Pernah sekali Nindy adu gulat dengan wanita binal itu, karna mengaku sebagai kekasih Reegan dan sedang hamil dua bulan. Tidak salahkan, memang kekasih bosnya sedang hamil 2bulan, dia hanya mengganti pemerannya saja, yaitu dirinya.


"Ya, dady nya anak-anak mommy ini romantis kok, apalagi ditempat tidur, kalah-kalah pengantin baru." Cibir Sarah pada sang kekasih, Reegan hanya terkekeh mendengar cibiran kekasihnya itu.


__ADS_2