Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Part CXVIII


__ADS_3

Iring-iringan mobil keluarga Reegan dan para sahabatnya, baru saja sampai di halaman depan villa milik keluarga Sudibyo tersebut. Mereka akan merayakan pesta kelulusan Kira dan juga Killa di villa mewah itu.


"Astaga, aku mabuk berat pih. Ini dandanan aku masih bebentuk gak sih, kaya udah pada leleh semua kena keringat jaha*nam ini." Keluh Sinta si mamih ketua sosialita, yang sejak mobil baru bergerak saja dia sudah mual tak karuan. Untuk itulah dia selalu menyetir mobil sendiri, karena dengan begitu dia akan baik-baik saja.


"Ck, sepanjang jalan kerjaan mami tu ngeluh terus. Yang gini nih, cita-citanya pengen keliling dunia, keliling komplek aja gak siup udah untung mami tuh." Papi bintang balas mengomel. Istri nya itu, memang ajaib. Orang mabuk itu, lemes. Lah, istri sepanjang jalan hampir 4 jam, ngomelin apa saja yang di liat nya.


'Pih, mobil di depan kok lelet banget sih. Pih, itu truk kok makan jalan banget. Pih, itu orang bisa nyetir gak sih. Pih pih pih pih..........' Membuat Bintang yang malah merasa kan pusing dan mual, mendengar ocehan istri nya. Untung sayang, kalo gak, udah dia tinggalkan di tepi jalan. Biar naik bareng di atas truk pengangkut sapi, kayanya akan cocok, sirkulasi udara lebih banyak dan di jamin dandanan sang istri tidak akan luntur.


Pasalnya sepanjang jalan, AC mobil Bintang tidak di nyalakan sama sekali. Dirinya pun merasa kan gerah yang sama, karena dia hanya membuka sedikit saja kaca jendela disisinya. Berbeda dengan sang istri, jika saja dia bisa membuka pintu mobil itu sepanjang perjalanan. Mungkin bukan hanya kacanya saja yang dia turunkan, melain pintu mobilnya pun akan istri nya lepas. Agar mendapatkan udara yang lebih bebas.


"Ihh, papih suka gitu. mana tas aku pih, ini maskara aku kaya luntur dikit nih. Malu mamih tuh kalo di lihat dalam keadaan yang gak perfect maksimal." Ujar wanita itu sembari mencari-cari tasnya, yang entah apa kabar di bawah kakinya, karena jatuh saat wanita itu trus bergerak gelisah ingin muntah.


"Tuh, mami injak-injak dari tadi." Ujar Bintang santai, lalu bergegas keluar dari mobil. Alamat dapat omelan panjang lebar lagi dia jika istri nya tau, Dirinya Dengan sengaja tidak bilang, jika tas wanita itu, sudah lebih dari setengah perjalanan terinjak-injak oleh high heels nya.


"Papiiii." Nah kan, benar. Nyonya sudah berteriak histeris begitu, artinya dia sedang marah maksimum.


"Kenapa? Sampe ngos ngosan gitu. Ingat umur, jantung lo keseleo baru tau. Nih minum." Walau mulutnya tidak pernah berkata dengan manis, namun Satria sangat perhatian pada para sahabatnya.

__ADS_1


"Itu, istri gue. Mabok sejak mobil baru sejengkal gue bawa. Sepanjang jalan ngomel gak karuan, apa-apa diliat nya, semua di keluhin. Sampe mual juga dengernya." Adu Bintang pada Satria, membuat para sahabat laknat itu mentertawakan nya terbahak-bahak.


"Lagian ajaib bener istri lo, orang mabok biasa nya lemes ato kalo gak, ya tidur. Ini mah unik, super banget. Tau aja dia caranya ngalihin rasa maboknya." Timpal Revan lalu kembali tertawa.


"Lagian udh tau perjalanan sejauh ini, pada gak boleh bawa sopir segala sih. Gue jadi gak bisa tidur, kan lumayan, buat ngehindar dari omelan istri gue sepanjang jalan."


"Siapa yang mau papi hindar, hmmm?" Sela si nyonya mamih.


"Eh, gak mih. Ini, si Satria. Ngomel dianya, gak boleh bawa sopir, jadi gak bisa tidur waktu dijalan, buat persiapan tar malem." Oh, papi Bintang pinter banget sih ngeles nya, walau harus mengorbankan papa Satria.


Satria mendelik tak suka, kalau saja tidak ada Sinta di sana, sudah dia pastikan. Kaleng soda di tangannya, akan mencium mesra kening pria tukang fitnah itu.


"Nanti papi bikinkan teh anget-anget panas kesukaan mami. Ciihhh, apaan itu, anget-anget panas. Anget-anget kuku mah baru bener." Satria berdecih pada Bintang, yang sudah menghilang di ujung tangga. Pria itu seolah masih menyimpan dendam kesumat pada sahabat nya.


"Udah, lo kaya gak tau Bintang aja." Ujar Reegan terkekeh pelan melihat wajah kesal Satria.


"Ini Angga sekeluarga bener-bener gak bisa ikut? Keyra juga berarti gak bisa ikut rayain pesta kelulusan adeknya kalo gitu?" Pria itu masih kesal pada Angga, karena lebih dulu curi star, buat liburan tanpa bisa menunda, sampai kelulusan anak-anak nya, Killa dan juga Kira.

__ADS_1


"Udah gak apa-apa, tar Keyra malah jadi semakin merasa bersalah sama adiknya, karena gak bisa ikut. Kita yang ada aja, udah lebih dari cukup buat anak-anak berdua itu senang." Nasehat Reegan pada sahabat nya, dia juga tidak bisa melarang putri nya, untuk ikut liburan keluarga bersama suami serta mertua nya. Keyra sudah menjadi bagian keluarga Angga, hak nya untuk menentukan kemana dia akan menghabiskan waktu liburan nya.


"Ya Sat, biar gih. Keyra itu udah menikah, jangan selalu memperlakukan dia seolah dia masih putri kecil kita. Kita semua sama sayangnya sama Keyra dan juga yang lainnya. Yuk, tolongin gue buat siapin acara barbeque tar malam." Ujar Bastian menimpali. Dia tau seberapa sayangnya Satria pada Keyra dan juga Kira, begitu pun dengan mereka semua.


"Daging udah oke semua, kan?" Tanya Bastian memastikan.


"Udah, gue udah pesen kemaren sama pak Umar, buat beliin yang kualitas daging nya oke punya." Jawab Reegan pamer.


"Ck, awas aja kalo dagingnya alot." Dumel Satria.


"Wah, para sabitu ku pada rajin-rajin semua. Yang gini nih paling gue suka, dateng-dateng tinggal melanjutkan sisa 5% nya aja." Ujar Bintang memancing decakan dan delikan maut dari para sabitu nya.


"Lo yang bagian nyusun kayu bakar noh, buat api unggun nya tar malam. Biar lo ada gunanya juga di bawa kemari, itu rambut lo kenapa rada-rada basah gitu? Mandi lo? Ck, tengah hari gini juga, ingat umur lo, encok tar, nongky di kamar lo tar malam sambil genggam GPU krim Hot." Cecar Satria panjang lebar.


"Ck, istri gue minta pijatan plus-plus. Masa gue gak ladenin, kan Sayang. Lagian itu tuh obat maboknya istri gue." Balas Bintang membela diri. Diantara istri para sabitu itu, istri papa Satria yang paling muda, lalu Istri nya papi Bintang, kemudian istrinya Daddy Babas dan yang paling dewasa, istri nya ayah Reegan.


"Ck, lo suka kan. Secara istri lo kan umur lumayan jauh dari lo, makanya lo sikat mulu biar licin dan kilap." Ujar Satria lupa diri. Apa kabar istri nya yang selisih hampir 14 tahun darinya.

__ADS_1


"Udah, kalian berdua itu sebelas dua belas. Makanya jangan jadi pedofil, anak bawah umur di kawinin." Ujar Bastian menyela perdebatan unfaedah kedua sabitu nya.


"Kawinin." Dumel Reegan sambil geleng-geleng kepala, seperti nya hanya dia yang umurnya menua, kelakuannya juga ikut menua. Para sahabatnya, sepertinya masih terjebak di usia setengah matang dan gak masak masak.


__ADS_2