Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Melepaskan


__ADS_3

"Bagaimana kau bisa ada disini, pergi lah kau sudah mati.!" Tiara berteriak histeris menunjuk-nunjuk Bryan.


"Dia masih hidup, Tiara. Rencana mu tidak berjalan lancar, maaf sudah membuat mu kecewa." Ejek Lumina tersenyum sinis.


Tiara yang kalap mengangkat bayinya dari boks, "sekarang pilih, kau ingin anak ini hidup atau mati? Jika kau ingin dia hidup, berikan Daniel padaku. Ceraikan dia untuk ku!" Teriaknya seperti orang kesetanan.


Semua yang ada diluar ikut masuk, dari tadi mereka tidak berniat masuk. Namun keributan itu memancing rasa penasaran mereka. Sinta terbelalak melihat cucu nya yang terlihat akan di banting ke lantai, wanita itu menangis histeris.


"Lepaskan cucuku wanita gila!" Seru Sinta marah.


"Jadi kau ibunya Daniel, calon suamiku. Suruh wanita mandul ini menulis surat pernyataan, jika dia menceraikan Daniel secara suka rela. Atau bayi ini akan aku hempas ke lantai." Ancam Tiara dengan wajah memerah.


"Jangan gila Tiara, berikan bayi itu padaku. Aku yang akan merawat nya, kau ku bebaskan. Sejak kau merencanakan Kematian ku." Ujar Bryan ketakutan. Dia begitu menginginkan bayi itu, yang secara hukum memang anaknya. Karena dia masih hidup.


"Aku tidak akan memberikan nya pada siapapun. Jika Daniel tidak ku dapatkan, maka percuma bayi ini ada. Dia tidak berguna!"


Kira hanya bergeming, disaat semua orang panik memikirkan nasib bayi itu. Dirinya justru tenggelam dalam pikirannya sendiri. Lumina pun ketar ketir, sebenci nya dia pada wanita pelakor itu, tetap saja, bayi itu tidak berdosa.


"Lepaskan dia, Tiara! Aku kan meninggalkan Daniel seperti keinginan mu. Namun aku juga tidak menginginkan anakmu, serahkan dia pada yang lebih berhak atasnya. Bryan adalah ayahnya, dia sangat menginginkan nya. Kau bisa mengambil Daniel sesuka hatimu. Aku melepaskan nya, bukan untuk mu, tapi untuk diriku sendiri." Kira melepaskan cincin pernikahan, lalu meletakkan diatas nakas. Wanita itu mengambil lembar diary dalam tasnya, kemudian menulis kan sesuatu yang Tiara inginkan. Yaitu melepaskan Daniel.


Sejenak Kira menatap tulisan tangannya yang sedikit berantakan, tangannya sulit di ajak kompromi. Begitu juga hatinya. Sementara semua orang yang ada di ruangan itu mengaga tak percaya. Reegan berusaha menenangkan sang istri, Begitu pun dengan Bintang. Mungkin kejam, karena mereka tidak bisa melakukan apapun, namun nyawa bayi tak berdosa itu sedang dalam pertaruhan. Kini mereka sedikit mengerti, kenapa Daniel mati-matian berbohong pada mereka semua terutama istri nya. Karena bayi itu, Daniel takut Tiara berbuat nekad pada bayinya. Namun caranya salah.


"Kau sudah bisa memiliki Daniel sekarang." Ujar Kira menaruh lembaran kertas di atas nakas, lalu meletakkan cincin nya diatas kertas itu. Hatinya berdenyut nyeri.


"Hari ini juga, aku akan mengurus perceraian ku. Kau boleh mengambil apapun yang menjadi milikku." Kira menatap wajah pedih orang tua nya, lalu beralih menatap kedua calon mantan mertuanya. Hatinya pilu, kedua orang yang menyayangi nya itu, bahkan tak mampu berbuat apapun untuk membelanya.


"Sekarang aku benar-benar mengerti, jika darah lebih kental dari air," Ujar kira terkekeh hambar.


Bintang dan Sinta terkesiap mendengar pernyataan Kira, rasa sakit menyelinap dalam hati Bintang, darah berdesir hebat. Inikah putrinya, yang sudah dia sakiti tanpa sengaja. Hanya demi menyelamatkan nyawa cucu kandung nya. Air mata kedua nya mengalir dalam ketidak berdayaan. Tidak ada satu kalimat pun terucap dalam ruangan itu, Kira melangkah pergi dari sana membawa hati yang penuh luka.


Kecewa akan sikap mertuanya? tentu saja. Keduanya bergeming saat Kira memutuskan menceraikan Daniel. Darah daging memang akan terasa lebih berharga untuk dipertahankan, begitu juga dengan Misha. Bayi itu cucu kandung mereka, jelas saja mereka tidak rela, jika sesuatu terjadi padanya.

__ADS_1


Sarah dan Reegan menatap Bintang dengan tatapan kecewa, keduanya pun pergi dari sana dalam diam.


Sementara Tiara segera meraih kertas dan membaca nya, wanita itu tertawa bahagia. Lalu memakai cincin Kira, namun ternyata sesak dan hanya bisa di pakai di jari kelingking nya. Namun dia tidak masalah, setelah menikah dengan Daniel maka dia akan mendapatkan cincin yang baru.


"Berikan Bayinya padaku, Tiara." Ujar Bryan memecah keheningan.


Tiara menatap nyalang pada Bryan.


"Kau sungguh tak tau malu, kau cocok menikah dengan wanita mandul itu. Ini anakku, aku yang akan membesar kan bersama dengan suamiku, Daniel." Balas Tiara marah.


Bryan mengeras kan rahangnya, jika bayi itu tidak sedang berada di gendongan wanita gila itu. Akan dia pastikan memberikan sedikit pelajaran pada mantan istrinya itu.


"Kau sudah berjanji akan melepaskan nya, Tiara. Jangan ingkari itu, aku kehilangan menantu kesayangan ku untuk menyelamatkan nyawa anakmu." Ujar Sinta dengan suara bergetar.


"Oh, jadi dia menantu kesayangan mu. Mulai sekarang enyahkan pikiran itu, akulah menantu kesayangan mu mulai sekarang. Camkan itu! Bayi ini akan menjadi jaminan ku, sampai surat cerai kudapatkan dan Daniel menikah denganku. Keluar dari sini, atau akan ku sakiti bayi ini." Ujar Tiara penuh ancaman.


Plak plak


"Kau sungguh wanita gila tak tau malu, aku yakin, saat menidurimu itupun jika itu benar. Daniel pasti sedang berfantasi liar tentang tubuh indah istrinya." Mereka melupakan begitu saja kehadiran Lumina disana.


"Aku kasihan pada bayimu, terlahir dari wanita gila seperti mu. Semoga saja dia sehat jiwa raga, agar dapat menyaksikan bagaimana dia tumbuh dalam asuhan seorang psikopat. Kau sungguh menyedihkan, melenyapkan suamimu sendiri. Kau itu binatang!" Setelah menyelesaikan kalimatnya, Lumina pergi dari sana membawa hati yang penuh amarah.


"Pergi kalian semua jangan datang lagi, sampai Danielku pulih. Aku ingin pernikahan yang mewah, lakukan itu atau Misha akan aku celakai."


Dengan langkah berat Bryan pergi dari sana, begitu pun Bintang dan Sinta.


Terdengar suara pintu dikunci dari dalam. Mereka kompak menoleh, lalu bertukar pandang.


Bryan duduk di kursi dilorong tersebut dengan wajah gusar.


"Kau suaminya?" Tanya Bintang seraya duduk disamping pria malang itu.

__ADS_1


"Mantan suami, tepat nya seperti itu." Kekehnya hambar.


"Apa yang terjadi padamu hingga dia bisa berada di sini?" tanya Bintang penasaran.


"Cerita nya panjang, tuan. Aku yakin kau akan bosan mendengar nya," jawab Bryan menerawang jauh.


Kemudian pria itu mulai bercerita dimulai bagaimana dia meneror Daniel, meminta bantuan pria itu untuk menjadi pendonor sp*rma untuk istrinya. Dikarenakan dia di vonis mandul.


Lalu hari-hari nya yang dijalani bersama Tiara setelah istrinya itu dinyatakan hamil. Tiara mulai berubah, hingga berbuntut, wanita itu merencanakan pembunuhan terhadapnya.


Tanpa dia sadari, seseorang mengawasi pergerakan mereka sejak awal perjalanan mereka menuju villa.


Rupanya, selama ini, pesan yang Tiara kirim, masuk ke dalam ponsel seseorang. Demi memastikan jika Pria itu benar-benar tulus mencintainya.


Kira menyadap ponsel Daniel walau tau itu salah. Namun demi meyakinkan hati nya, dia pun melakukan nya. Jadi, sejak mula Daniel dan Kira berencana menikah. Kira sudah mengetahui tentang Tiara sepenuhnya, oleh sebab itu, selama Daniel mulai berbohong padanya. Kira sudah mengetahui alasannya. Namun dia diam saja, menungu Daniel jujur pada nya. Diapun tak masalah, toh kehadiran anak itu tidak lah murni, melainkan melalui kecanggihan teknologi medis.


Namun kebohongan Daniel yang sudah begitu banyak, membuat nya muak. Beberapa kali, dia mendapat kiriman gambar dari nomor yang berbeda-beda. Bagaimana intimnya posisi Daniel di dalam foto itu, meski dalam keadaan tertidur. Kira merasa jijik.


Beberapa foto lain yang memperlihatkan, bagaiamana Tiara mengelus mesra milik suaminya yang dikeluarkan melalui celah risleting. Dia jadi ragu, jika Daniel tidak merasakan milik dimainkan seseorang. Bagaimana benda itu menegang, artinya Daniel merasakan nya.


Kira benar-benar jijik melihatnya, sebisa mungkin dia menghindari sentuhan suaminya selama satu bukan terakhir ini. Jika memang suaminya setia, maka dia akan menahan hasrat nya. Jika tidak, maka memang begitulah Daniel yang sesungguhnya.


∆Baiklah guys! Aku udah crazy up yaa.. Mohon dukungannya. Cerita ini otw tamat, jadi biar ending sesuai harapan kita semua, jangan lupa komen yaa...


∆Komen kalian menentukan kemana ending nya akan aku bawa. Entah Daniel tetap bersama Kira, atau Kira berlabuh pada Justin si juru selamat, yang hadir disaat Kira terpuruk akan pernikahan Daniel dan Tiara.


∆Lalu si pokok masalah yang berakhir pada kehilangan nyawanya (Killara).


∆Lalu Lumina yang menikah dengan Bryan dan hidup bahagia dengan mengasuh 3 orang anak.


∆Ceritanya happy ending, tapi perjalanan nya nuju kesitu sad banget.

__ADS_1


∆Pantau terus yaa🤗🤗🤗🤗🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2