Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Part XLI


__ADS_3

Sarah menatap jari manis tangan kirinya itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Dia tersenyum sendiri mengingat ciuman panasnya bersama Reegan di mobil tadi, dia jadi malu sendiri bagaimana dia bisa terhanyut begitu dalam dengan ciuman pria itu.


Tililit tililit tililit...


"Iya, Re. Udah nyampe, cepat banget." Tanya Sarah tak sabar, harusnya masih kurang lebih setengah jam lagi pria itu baru sampai.


("Udah, aku pulang ke apartemen. Aku masih kangen, video call ya. Pengen liat apa yang kamu sembunyiin dibalik cardigan kamu tadi.") Ucap Reegan terkekeh pelan, teringat saat tangannya tadi tanpa sengaja, namun dia suka. Menyentuh benda kenyal dibalik cardigan yang sarah gunakan.


"Ck, dasar omes." Sarah berdecak kesal. Tiba-tiba sambungan terputus. "Apa dia marah aku bilang omes." Gumam Sarah pelan.


tililit tililit tililit... panggilan video dari Reegan, membuat jantung Sarah jedag jedug.


("Lama banget sih. Itu kenapa pake ditutup selimut segala, buka. Aku mau intip dikit.') Kekeh Reegan


"Dasar mesum." Ucap Sarah merona.

__ADS_1


(Tapi tadi kamu suka tuh, nikmatin malah waktu remas dikit. Coba tadi aku nggak kontrol sudah habis kamu aku bikin.") Ucap Reegan gemas sendiri, mengingat dia hampir saja manarik turun Cardigan Sarah. Untung akal sehatnya masih tersisa sedikit.


"ishh, aku matiin nih kalo ngomong gitu lagi." Wajah Sarah sudah memerah menahan malu, pasalnya dia bahkan tidak menghentikan saat tangan pria tadi itu meremas dada nya.


("Ciee... Sayangnya Reegan, yang malu-malu mau lagi kayanya tuh.") Reegan trus saja meledek kekasih itu, melihat rona merah di wajah Sarah membuat dia senang. Artinya wanita itu juga memiliki perasaan yang sama dengan nya, meski belum utuh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sarah terlambat bangun, dilihatnya jam di atas nakas nya menunjukan pukul 07:15 pagi, dia bergegas untuk membersihkan diri. Ayahnya pasti sudah dikebun sekarang, dan dia belum masak apapun, semalam dia tertidur saat panggilan video masih terhubung dengan Reegan.


Dia tanpa sengaja melihat bagaiman ayahnya itu kemaren sebelum berangkat kerumah pak lurah, mengumpulkan dokumen-dokumen penting mereka dan memasukkannya kedalam sebuah tas punggung kemudian menaruhnya di atas lemari pakaian.


Ayahnya juga terlihat menghubungi seseorang dan berbicara dengan bahasa asing yang tidak Sarah mengerti. Sejak kapan ayahnya bisa berbahasa asing pikir Sarah, mereka hanya orang kampung biasa, ayahnya hanya seorang petani sayur. Nanti akan dia tanyakan langsung daripada dia penasaran dibuatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Pagi tuan, ini laporan yang tuan minta kemarin. Semoga tidak ada tanda baca yang salah tempat lagi." Ucap Nindy penuh sindiran


"Kamu nyindir Saya?".. Tanya Reegan dengan suara datar, tetap fokus pada laporan yang dia tandatangani.


"Eh, nggaklah. Saya cuma mau bilang, makasih sudah dipesankan makanan kemarin. Akhirnya saya bisa makan daging, dan sisanya bisa dibawa pulang buat ibu dan adik-adik saya." Ucap sang sekretaris dengan wajah senang.


Reegan mematung, mendengar penuturan sekretarisnya tersebut. Bukankah gaji yang dia berikan cukup besar, belum lagi bonus wanita itu bila dia memberinya banyak pekerjaan.


"Gaji kamu nggak cukup buat beli daging? Pertanyaan Reegan membuat senyum cerah dibibir Nindy memudar.


"Cukup tuan, hanya saja saya harus berhemat. Lagipula daging juga tidak baik jika sering-sering dikomsumsi." Kilah Nindy dalam mode bijak.


Sejenak Reegan teringat jika Nindy sering ijin karna ibunya sakit. "Ibu kamu gimana, sudah sehat?" Reegan merasa menjadi atasan yang tidak berprikemanusiaan, persis seperti yang di katakan oleh sekretaris nya itu.


"Gitu-gitu saja tuan, soalnya buat cari donor ginjal itu butuh biaya besar. Ibu juga sudah pasrah, cuci darah juga sudah dihentikan. Gak kuat katanya." Jelas Nindy dengan wajah sendu, bukan bermaksud mencari simpati pada bosnya, hanya saja dia sensitif jika membahas sang ibu.

__ADS_1


Reegan berpikir sejenak. "Kamu bisa pakai dana kantor melalui program pinjaman karyawan, nanti Abdi yang akan urus. Cicilan nya disesuaikan berapa kamu ingin gaji kamu di potong setiap bulannya. Asal jangan pelit-pelit motongnya." Ucap Reegan tetap dengan nada yang datar. Itulah yang paling disukai dari seorang Reegan yang meski dingin dan datar, namun sikap loyal nya tidak ada duanya. Baik bagi keluarga, sahabat bahkan karyawan perusahaan nya.


__ADS_2