
Seminggu sudah Daniel terbaring lemah, pagi tadi kondisi nya mukai membaik. Sementara Tiara memaksa pulang kerumah Daniel, yang ditempati bersama Kira. Bi Surti memilih pulang.
Wanita itu menjadi nyonya muda disana, bayinya di asuh oleh pengasuh, yang dia cari melalui jasa seorang agen penyalur.
Wanita itu sesekali ke rumah sakit menggunakan mobil Daniel, Dean benar-benar muak pada wanita itu. Hingga kemarin, puncak kemarahannya sudah mencapai batas. Dengan kekuatan penuh ala orang yang menaruh kemarahan besar, Dean menampar Tiara hingga wanita itu nyaris pingsan.
Tak ada satupun yang membantu nya, tatapan nyalang Dean pada ibu dan ayahnya begitu jelas terlihat. Seumur hidupnya, dia tidak pernah menatap penuh amarah pada keduanya. Namun kali ini, kekecewaan benar-benar memuncak.
Dean kecewa pada kedua orangtuanya, bagaimana bisa memilih melepaskan Kira, demi cucu yang bahkan baru saja mereka ketahui. Darah memang lebih kental dari air, dia membenarkan perumpamaan itu. Namun Kira begitu berharga, untuk di tukar dengan apapun, termasuk keponakan nya sendiri.
Dion pun sama kecewanya, namun memilih diam. Menjadi penengah bila memang perannya diperlukan. Sejak dulu, Dion terkenal selalu berada di tengah-tengah, tidak pernah memihak siapapun. Pria itu terkesan lebih netral.
"Bagaimana kondisi mu?" Dean bertanya dengan suara datar. Namun Daniel tau, jika sang kakak sangat mengkhawatirkan dirinya.
Daniel tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Dean. "Aku baik kak, di mana istri ku?" tanya Daniel dengan suara rendah.
"Pulihlah cepat, putrimu sudah menunggu di rumah sejak 6 hari yang lalu." Jawab Dean memalingkan wajahnya ke arah lain saat menyebut kata putrimu.
Daniel tau kakaknya masih menyimpan kekecewaan padanya. "Maafkan aku kak, aku berjanji akan memperbaiki hubungan ku dengan Kira. Apalagi Kira sudah menerima putri ku, aku yakin dia juga pasti akan memaafkan ku." Ujar Daniel yakin.
__ADS_1
Rahang dean mengeras mendengar ocehan adiknya, andai saja Daniel tidak dalam keadaan lemah. Dia pastikan adiknya itu kembali merasakan tinjuan tangannya.
"Kira sudah menceraikan mu seminggu yang lalu, aku harap kau puas. Keinginan mu untuk memiliki seorang anak sudah tercapai, kau pun menemukan wanita sempurna untuk memberimu banyak keturunan. Kau menang banyak, adikku. Selamat untuk mu," Dean keluar dadi ruangan sang adik membawa perasaan marah.
Berlama-lama di dalam sana, membuat emosi nya naik turun.
Sementara Daniel terpaku, ucapan sang kakak tentang perpisahan nya dengan Kira seperti belati. Menusuk tepat di jantung nya.
Apa yang sudah terjadi pada pernikahan nya selama dia tidak sadar? Berbagai pertanyaan berkelebat di kepala Daniel.
Klek
Dion masuk bersama kedua orang tua mereka, wajah Dion yang biasa ramah dan tenang. Kini berubah datar dan dingin. Sementara kedua orang tua nya, masuk dengan wajah sendu.
Sinta menghampiri sang anak lalu memeluk nya untuk menyalurkan kekuatan. Daniel tergugu dipelukan sang ibu, Sinta pun demikian.
Setelah tenang, Bintang mulai menceritakan segalanya. Dari awal Kira datang menemui Tiara, hingga berujung wanita gila itu mengancam akan menyakiti putrinya. Dan menjadikan Misha sebagai jaminan, agar Kira sesegera mungkin menceraikan Daniel.
Hingga Bryan, yang ternyata masih hidup karena di tolong oleh orang-orang Bramantyo dan kawan-kawan. Dan Kira yang sudah mengetahui kebohongan Daniel sejak awal, lalu kiriman-kiriman foto intim Daniel dan Tiara. Yang sengaja Kira cetak untuk bukti, agar perceraian dipermudah.
__ADS_1
Daniel merasa dadanya sesak, kini dia benar-benar menyesal. Seharusnya dia tidak terjerumus dalam permainan Tiara begitu dalam. Hingga tidak harus terlibat dalam, oleh perasaan takut kehilangan putrinya. Bahkan rela melakukan apa saja yang wanita itu inginkan, Daniel meraih berkas yang diberikan oleh sang ayah.
Didalam sana, dapat dia lihat berbagai macam fotonya beserta tanggal, yang nyatanya, setiap hari Daniel habiskan untuk menemani wanita itu tidur. Dan foto yang paling membuat Daniel membelalak tak percaya, di mana terlihat Tiara sedang bermain dengan junior nya. Dan terlihat dirinya yang menikmati perlakuan itu, dengan mata terpejam.
Daniel meremat keras foto itu hingga tak berbentuk. Dia akui itu adalah titik lemah nya saat itu. Waktu itu dia tertidur, namun merasa terusik oleh sesuatu yang menjalar aneh di bawahnya.
Tanpa membuka matanya antara sadar dan tidak, Daniel meracau memanggil nama istrinya. Dia pikir dirinya sedang berada dirumah, hingga dia menikmati perlakuan itu hingga beberapa menit.
Dia tersadar saat merasakan seseorang naik ke atas perut, hendak melakukan penyatuan. Mata sayunya menatap penuh nafsu pada wanita yang dia kira istri nya itu. Namun sesaat dia sadar, itu bukan Kiranya, melainkan Tiara dan perut buncitnya. Sedang mengarahkan junior nya, reflek Daniel mendorong Tiara hingga terlentang di ranjang.
Bergegas Daniel memperbaiki pakaian nya yang sudah setengah tel*an*jang. Dia pria normal, dalam keadaan setengah sadar, dia pikir itu adalah istri nya. Dia lupa jika dia baru saja menemani Tiara tidur sambil mengusap perut wanita itu sesuai permintaan nya.
Namun Daniel tidak dapat menghindari Tiara lama-lama, Tiara selalu beralasan jika bayinya menginginkan Daniel di dekatnya. Bahkan wanita itu pernah mogok makan, karena Daniel tidak mengunjungi nya lebih dari seminggu akibat kejadian itu. Hingga di rawat selama beberapa hari.
Dari sana Daniel memberi syarat, jika dia tidak bisa lagi menemani Tiara tidur. Jika masih memaksa, maka dia akan mengembalikan Tiara pada mertua nya. Namun tetap saja, hari-hari Daniel lebih banyak di habiskan bersama Tiara. Wanita itu hanya ingin makan setelah Daniel menemani nya. Sehingga Daniel selalu menghabiskan setiap malamnya, untuk menemani Tiara mencari makanan apa yang wanita itu ingin kan. Dan menunggu hingga tiara akan tidur, namun tidak dengan menemani nya lagi.
Daniel tidak tau, jika istri nya sudah lama mengetahui penghianatan tanpa sengaja nya. Wanita berhati malaikat itu bahkan rela tidur di sofa setiap malam, untuk menunggu penjelasan darinya. Namun sayang, Daniel tidak peka.
Kini dia benar-benar kehilangan Kira, dia tidak sanggup memikirkan hidupnya nanti. Jika Bryan masih hidup, maka Misha otomatis akan menjadi hak pria itu. Daniel tidak bisa berbuat apa-apa, itu memang aturan nya. Dialah yang menyalahi aturan itu, hingga masalah demi masalah bermunculan.
__ADS_1
Andai, andai dia tidak pernah menanggapi curahan palsu Tiara sejak awal, semua ini tidak akan terjadi. Dia tidak perlu tau bagaimana rupa anaknya, tidak perlu terlibat dengan wanita psikopat itu lebih jauh.
Daniel menyesalinya, namum tak bisa berbuat apa-apa..