
Sementara keluarga mulai merelakan kepergian Kira, yang mereka anggap telah mengakhiri hidupnya pasca putusan pengadilan dibuat.
Mereka hanya menemukan mobil Kira di pinggir pantai, tanpa pemilik nya. Jejak kaki kira yang sudah terlihat samar di atas pasir putih, menjelaskan kemana langkah wanita itu dibawa.
Sarah terpuruk untuk kedua kalinya, persahabatan yang dulu layaknya sebuah keluarga. kini hancur berantakan. Sarah dan Reegan memilih menjalani hari tau mereka, di rumah lama Sarah ketika belum menikah. Keduanya memutuskan menjadi petani sayur kecil-kecilan, menanam beraneka ragam jenis sayuran dan menjual nya ke pasar dan supermarket.
Ujang pun memutuskan berhenti menjadi sopir, dia memilih untuk ikut menjadi pekerja dilahan sayur milik Reegan. Lahan yang dulu kecil, kini terlihat luas hingga 1 hektar lebih. Reegan membeli tanah di belakang rumah mereka, agar lahannya kebunnya bisa diperluas. Banyak warga yang ikut bekerja di sana, ada juga yang tidak ingin di gaji. Mereka hanya ingin punya kesibukan di hari tua mereka, juga bisa membawa pulang sayur segar tanpa harus membeli.
Namun Reegan tetap memberikan gaji yang layak dan seharusnya mereka dapatkan.
Sungguh hari tua seperti ini, berada jauh dari bayangan Reegan dan juga Sarah. Namun lihatlah, beberapa bulan ini, mereka begitu menikmati pekerjaan baru mereka. Hingga sedikit demi sedikit, keduanya mulai bisa menyembuhkan hati akan kehilangan sang anak.
Keenan, Keyra, Kalla dan juga Kavin. Setiap satu minggu sekali, mengunjungi orang tua mereka. dua hari mereka habiskan dalam satu minggu, untuk menginap di rumah Sarah. Yang kini sudah di renovasi menjadi dua lantai dan lebih luas.
"Bun, ini hasil panen kemaren. Sudah ayah potong buat gaji para pekerja, jadi tinggal segitu. Besok kita antar ke yayasan, sekalian sama sayuran dan buah-buahan juga. Sudah ayah suruh kang ujang sama kang Sadin petik, besok pagi-pagi sekali biar gak layu. Kalo buah nanti sore juga gak apa-apa, gak ada layunya juga." Jelas Reegan panjang lebar.
Salah jika ada yang bilang mereka mendapatkan keuntungan banyak, hingga bisa merehab rumah sebesar itu, untuk ukuran orang yang tinggal di perkampungan. Nyatanya, setiap hasil yang mereka dapat, mereka sisihkan untuk upah pekerja, sisanya akan di sumbangkan ke yayasan juga panti asuhan. Tidak sepeserpun keduanya menikmati hasil tersebut. Tidak peduli betapa lelahnya berjuang melawan terik matahari, keduanya ikut turun tangan bermain tanah tanpa peduli kotor.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
__ADS_1
Suara pecahan barang kembali terdengar di kediaman Bintang, Sinta memijit pelipisnya yang berdenyut denyut.
"Aku sudah bilang, aku tidak akan menerima nya. aku tidak mau, bawa dia pergi dari sini, atau bayi itu akan aku bunuh!" teriak seorang wanita histeris dalam tangisnya.
"Aku ini wanita sehat, aku bisa memberikan mu anak. kenapa kau tidak pernah mau menyentuh ku, Daniel!" Tiara berteriak seperti orang gila.
Semenjak berhasil menikah dengan Daniel setelah menjebak pria itu, Tiara merasa di atas awan. Putusan pengadilan bahkan belum dibuat, Daniel harus menikahinya meski secara siri. Ya, Tiara seorang muslim. Namun hingga sekarang, Daniel tidak pernah mengurus pernikahan mereka hingga sah dimata hukum.
Keduanya hidup bagai di dua dunia, Daniel tidur di kamar nya semasa dia belum menikah dengan Kira, sementara Tiara, tidur di kamar lain. Sudah berulang kali, Tiara berusaha menjebak Daniel agar suka rela tidur dengan nya, namun selalu gagal.
Dia pikir setelah berhasil menjadi nyonya muda seorang Daniel, hidupnya akan bahagia. Tidak peduli dimana bayi yang dia lahir kan dibawa kabur oleh pengasuh nya. Yang penting baginya adalah Daniel, hanya Daniel.
Kehidupan Daniel semakin hancur dan kacau. Bintang tidak ada pilihan lain selain menerima Tiara menikah dengan Daniel. Perusahaan keluarga nya diambang kebangkrutan, bahkan kedua anaknya yang lain terkena imbas. Daniel pun akhirnya mengalah, pria itu menikahi Tiara dalam tata cara pernikahan muslim.
Sejatinya, Daniel tidak pernah sekalipun mengubah agamanya. Semua yang dia lakukan atas kehendak Tiara, didalam tekanan wanita gila itu. Hidup Daniel bagai di neraka.
"Dia putraku, aku membawa nya bukan untuk kau rawat atau meminta persetujuan mu. Terserah kau suka atau tidak, ini rumahku, harusnya kau malu. Sudah menumpang berlagak seperti seorang nyonya rumah. Kau sungguh memalukan!" Daniel menggendong bayi berumur 2 bulan itu menuju kamarnya, yang sengaja dia setting agar nyaman di tempati oleh anaknya.
Tiara merasa terpojok oleh perkataan Daniel, pria itu tidak mau tinggal di rumah yang dulu di tempati oleh Kira. Dan malah menjual nya.
__ADS_1
Daniel kesepian, tidak hanya karena kehilangan anaknya yang kini bersama Bryan. Namun juga hatinya kosong setelah kepergian Kira. Daniel hidup dalam rasa bersalah untuk kedua kalinya. Kepergian Kira tidak meninggal sesuatu yang bisa dia kunjungi seperti waktu dulu. Ada gundukan tanah yang bisa dia taburi bunga yang indah dan menjadi tempat nya berbagi cerita. Kini wanita itu benar-benar lenyap tak berbekas. Seolah sengaja, agar dirinya tak bisa menemukan kenangan apapun tentang Kira.
"Sekarang ini akan menjadi kamarmu juga, kita akan berbagi apapun mulai sekarang. Hanya kau dan papa, tidak ada yang lain lagi." Daniel mencium lembut pipi putranya, yang dia beri nama Kirel(Kira-Daniel).
Daniel memutuskan mengadopsi Kirel, saat tak sengaja dia melihat bayi itu sedang di jemur oleh seorang suster biara, di halaman yayasan. Hatinya tergerak untuk merawat nya, hingga keputusan pun dia ambil. Kini dia punya tempat, untuk mencurahkan kasih sayang nya yang hampir mati beberapa bulan ini.
7 bulan kepergian Kira, membuat jiwa Daniel seperti ikut pergi bersama nya. Di tambah pernikahan yang tak dia ingin kan, membuat Daniel nyaris gila. Namun tanggung jawabnya terhadap perusahaan yang hampir gulung tikar karena ulahnya, membuat Daniel urung untuk mengakhiri hidupnya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Justin terbangun dengan keringat bercucuran, tubuhnya kembali merasakan sakit luarbiasa bahkan saat dirinya dalam keadaan tidur.
Pria itu nampak kurang sehat belakang ini, namun berusaha menahannya agar Kira tak mencemaskan nya.
Klik
Daniel terkejut oleh lampu yang tiba-tiba menyala.
"Kenapa di dapur dalam keadaan gelap-gelapan? apa kau ingin menjadi siluman?" Canda Kira membuat Justin terkekeh, lalu buru-buru mengelap keringat nya dengan lap kotor yang dia temukan diatas meja dapur.
__ADS_1