Di Ujung Lelahku!

Di Ujung Lelahku!
Part LXX


__ADS_3

"Aku.. senang.. kamu..sudah..bisa.. mengobati..lukamu sendiri, Tria..." Senyum itu perlahan memudar, mata sayunya mulai tertutup rapat. Membuat jantung Satria seperti ditarik keluar dari dadanya.


"Tidak mungkin! Ara?!"...


"Tidak! Hentikan aku bilang hentikan! Ara? Araa? Hei? Bangun Ara, ini aku, Tria mu pria kecilmu yang cengeng, Bangun Ara! Keluarkan semua alat itu dari tubuhnya! Sekarang!" Pria itu berteriak seperti orang kesetanan. Entah kemana perginya Satria yang kejam dan arogan tadi.


Para dokter itupun panik, namun mereka tidak bisa mengeluarkan kan alat itu begitu saja.


"Alatnya tidak bisa kami keluarkan begitu saja, tuan. Kami harus mengeluarkan janinnya terlebih dahulu, tapi.kami akan memberikan nya bius dan cairan infus Sekarang." Dokter itu bergerak cepat, melakukan tugas dadakan mereka, yang sudah sejak tadi ingin mereka lakukan.


Setelah semua alat terpasang ditubuh Sarah, juga cairan infus dan satu kantung darah yang mereka dapatkan di PMI rumah sakit. Dokter itu kembali berkutat mengeluarkan satu janin Sarah yang sudah bisa dipastikan, telah tak bernyawa. Namun beruntung dua lainnya masi bertahan, meski dokter tidak bisa menjamin kedua anak itu lahir dengan keadaan sempurna.


Saat melihat janin berusia 6 bulan itu, hati Satri begitu sakit. Itukah janin yang baru saja dia bunuh, anak dari wanita yang telah memberinya kehidupan. Namun kini, dia membalas kebaikan wanita itu, dengan merenggut nyawa anaknya. Satria tergugu sambil memeluk kepala wanita, yang dari dulu sangat dia sayangi itu. Diciumnya seluruh wajah pucat Sarah, dengan perasaan bersalah yang teramat dalam.


"Sudah selesai tuan, apa kami perlu memasukkan nya kedalam kamar rawat inap? Dan janin ini akan kami kubur dibelakang rumah sakit, jika tidak ada yang mengurus nya."


"Tidak, jangan. Aku yang akan mengurus nya, berikan padaku." Dengan tangan gemetar, Satria menerima janin tak bernyawa itu dari tangan dokter. Bayi itu begitu kecil, sudah dibersihkan dan wajah nya sangat cantik, bisa Satria pastikan. Bayi itu pasti perempuan.


Satria mencium lembut seluruh wajah bayi itu dengan berurai air mata, begitupun para dokter dan perawat yang ada disana. Mereka semua menangis, mereka tau apa yang terjadi pada wanita itu, sejak wanita itu dibawa kesana. Mereka hanya tidak punya kuasa, untuk menolak atau pun menolong nya.


"Ara, aku akan membawa anakmu pulang, akan ku berikan dia pemakaman yang indah. Aku akan memberinya nama, Asara. Artinya pemberi harapan, dia memberi harapan hidup untuk saudara-saudara nya, juga ibunya. Berjuanglah Ara, aku akan menebus segala dosaku padamu. Aku bersumpah akan menjagamu disisa hidup ini." Pria itu kembali mencium kening Sarah dengan sayang.


"Jangan bawa dia keruang perawatan, pindahkan keruangan lain, jangan sampai ada yang tau jika dia selamat. Cari jenazah seorang wanita, pastikan tidak membiarkan mereka membukanya. Katakan Saja wajahnya hancur karna siksaan, jadi kalian bisa langsung membalut wajahnya dengan perban atau apapun. Kalian yang paling tau apa yang harus dilakukan. Aku pergi dulu, titip Araku." Setelah berpesan pada para dokter dan juga perawat disana, Satria menyelinap membawa jasad bayi Sarah keluar rumah sakit itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bagaimana, Jak. Ada peluang masuk kesana? Kita sudah satu jam menunggu tanpa kabar." Andro sudah tidak sabar, setelah aksi heroik mereka dalam menyelamatkan kan diri, dari kejaran orang-orang Prayoga tadi. Mereka memutus kan mengantar tuan Adnan, ke rumah Yang baru saja Angga sewa, disebuah perkampungan kecil yang sangat jauh dari perkotaan.


Angga baru tau kejadian yang menimpa mereka, saat mereka berhasil menghubungi Angga melalui ponsel bi Ninik. Angga langsung bergegas namun dia malah harus berhadapan oleh orang-orang Nya Prayoga. Beruntung aksi kejar-kejaran itu berhasil dimenangkan oleh pihak Angga. Sehingga mereka bisa segera menolong tuan Adnan secepat nya, meski bahtiar, Rojak dan Andro juga terluka namun bagi mereka itu hanya lah luka kecil. Mereka memutuskan kembali untuk menyelamatkan nona mereka.


"Coba kamu hubungi, Jak. Kalau gini aku gak bisa nunggu lagi, kita mana tau keadaan non Sarah dan bayinya didalam sana." Andro trus mendumel kesal.


"Ck sabar, nah itu orangnya. Mana kotak kue tadi, sini." Rojak keluar dengan menggunakan masker, lalu beramah-tamah dengan perawat itu, kemudian menyerahkan kotak kue tersebut. Perawat itu juga terlihat membayar nya. Sungguh drama yang sangat hebat.


"Non Sarah ada diruang belakang dekat kamar mayat, belum ada siapapun kesana, bayinya sudah dikeluarkan satu. Masih dua lagi, hanya saja sangat lemah, kamu telpon pak Angga, bilang non Sarah butuh peralatan medis, ini kamu baca aja." Rojak menyerahkan uang, yang ternyata penuh dengan tulisan tangan siperawat, tentang apa saja yang Sarah butuhkan.


Andro pun menelpon Angga, dan menjelaskan kan apa yang dia baca di uang kertas itu.


"Ayo!" Rojak menimpali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


""Benar jak, itu non Sarah ayo cepat masuk." mereka mulai mendorong ranjang Sarah membawa kepintu belakang rumah sakit. Setelah dekat mobil Rojak mengangkat tubuh Sarah ke atas mobil. "Maaf non." Rojak merasa tidak enak. Namun ini keadaan nya berbeda.


"Merpati nya akan kembali pulang." Hanya itu pesan yang ditulis Andro pada Bahtiar, dan hanya mereka yang memahami nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Satria, kenapa kamu masih berada disini. Bukankah aku sudah membayar mu lunas?" Pertanyaan Reegan membuat Satria salah tingkah.


"Tuan Satria, pasien atas nama Sarah menghilang dari ruangannya." Seorang perawat tiba-tiba datang mengabarkan berita, yang coba Satria rahasiakan dari Reegan. Biarkan pria itu tau jika Sarah sudah tiada, tapi kini malah Sarah menghilang.


"Antar aku keruangan nya." Pinta Satria.


Mereka berjalan tergesa-gesa, hingga sampai keruang dimana Sarah dirawat sementara. Reegan mengernyit, kenapa Sarah malah dirawat diruang yang seperti gudang, disamping kamar mayat pula.


"Apa kalian sudah berhasil mengeluarkan janin wanita itu?" Pertanyaan Reegan membuat darah Satria mendidih. Tanpa aba-aba pria itu memukuli Reegan, yang juga merupakan sahabat masa sekolah itu, dengan tanpa ampun.


"Apa kamu gila, hah. Kenapa memukul ku? Lihat wanita itu kabur entah kemana karena kecerobohan mu." Ucap Reegan kesal, apa salahnya hingga dipukuli sedemikian rupa.


"Wanita yang kamu sebut ****** itu, adalah Ara ku, Reegan. Sarah Herlambang kecil kita dulu. Aku tidak tau kenapa dia bisa bersama ayahmu, tapi yang aku tau, aku adalah orang paling bodoh didunia ini. Karna hampir saja merengut nyawanya, gadis kecil yang sangat aku sayangi." Satria menangis tergugu dilantai dingin itu, menyesali segala dosanya pada gadis kecilnya yang kini entah dimana.


Reegan masih mematung, kenyataan itu seperti beru saja menghempas nya hingga ke dasar jurang. Jika itu Sarah Herlambang, artinya Sarah bukan adiknya. Seketika Reegan teringat pesan Sarah, sebelum wanita itu pergi dari apartemen nya beberapa bulan yang lalu. Tetap percaya pada hatinya, jangan menelan mentah-mentah apa yang dia dengar, telusuri kebenaran nya.


Jantung Reegan seperti ditikam ribuan belati, bagaimana dengan anak-anaknya, bagaiamana dengan Sarahnya yang malang. Reegan beranjak menghampiri dokter yang ada disana.


"Katakan kalian tidak jadi mengeluarkan anak-anak ku. katakan! Apa kalian semua bisu,huh!? Bagaimana dengan Sarah? Satria, katakan kamu tidak sempat menyiksanya, bukan!? Tidak kan? Katakan Satria, apa kamu juga tuli!" Reegan berteriak seperti orang gila.


"Sayangnya, aku menyiksanya dengan sangat hebat, Reegan. Aku berhasil membunuh satu bayinya, aku harap kamu senang mendengarnya. Itu perintah mu dan kamu tidak suka dibantah bukan. Aku selalu melakukan apa yang kamu minta sejak kita kecil, kinipun aku melakukannya. Kedua tanganku ini baru saja, mengubur jasad bayi tak berdosa. Bayi itu sangat cantik, Reegan. Dia sangat manis, dan..... sangat... kecil." Suara Satria tercekat di tenggorokan nya. Tubuhnya bergetar hebat.


Kini, kedua pria itu sudah seperti orang yang tidak waras, menangisi wanita yang sama, yang telah mereka sakiti fisik dan juga hati nya dengan luarbiasa.

__ADS_1


__ADS_2