
Hanum mencoba menenangkan istri Galang yang telah menangis dengan suara keras . Sehingga terdengar oleh pengunjung yang lain.
Intan tersadar bahwa ia telah menjadi pusat pehatian orang disekitarnya. Mencoba mengendalikan perasaan dan emosinya.
"Baiklah tapi aku tak bisa janji karena ini menyangkut hal yang sangat sensitif, apa lagi sudah masuk kedalam masalah rumah tangga seseorang", ungkap Hanum dengan wajah penuh kesungguhan.
Mendengar perkataan Hanum serasa mendapatkan secercah harapan terlihat diwajah Intan. Digenggamnya tangan Hanum seakan mengungkapkan perasaannya yang tertolong akan masalah yang sedang dihadapi didalam rumah tangganya.
"Terima kasih", ucap Intan dengan wajah penuh harapan pada Hanum.
Akhirnya Intan berlalu pergi meninggalkan Hanum yang masih duduk dicafe. Hanum menatap kepergian Intan lalu berkata dalam hatinya: "Intan wanita cantik dan berpendidikan datang dari keluarga yang sederajat dengan Galang tetapi mengapa lelaki itu tidak bisa melupakan aku".
Dengan perasaan sedikit lega karena akan ada harapan baru buat keluarganya. Semoga suaminya dapat mendengar perkataan Hanum. Perempuan yang sampai saat ini masih dicintai suaminya.
__ADS_1
Hanum masih berpikir seputar Intan dan keluarga Galang. "Dunia ini kecil kenapa aku harus bertemu lagi, aku sendiripun sulit untuk melupakan bayang-bayang masa lalu ku. Kenapa tadi aku bersedia bertemu kembali sama lelaki yang sampai detik ini masih ada dihati ku".
Bram sudah duduk disamping dan Hanum masih tak menyadarinya. Bram mencium pipi Hanum dari samping tak perduli dilihat oleh pengunjung disekitarnya.
Bram cuek saja dengan yang telah dilakukannya, toh ia memang akan mengumumkan hubungannya dengan Hanum secepatnya.
"Kenapa begitu, malu dilihat banyak orang", ucap Hanum yang sedikit risih jika semua orang melihat kearahnya.
"Mulai sekarang kau harus terbiasa diperhatikan banyak orang karena lelaki dihadapan mu ini memang fublic pigure dan terkenal ketampanannya", ledek Bram dengan mencuil hidung Hanum.
"Mama dan Papa akan datang kerumah mu, untuk melamar". Kapan kita pulang kampung? Aku ingin secepatnya kita tidak berjauhan begini", ungkap Bram yang mengagetkan Hanum.
Hanum tak kan bisa lagi menolak permintaan nya. Kedua orangtua Hanum sudah mengetahui bahwa putrinya telah menjalin hubungan dengan ayah dari cucunya.
__ADS_1
Mereka menyambut gembira akan kabar itu dan meminta secepatnya meresmikan hubungan Hanum dan Bram karena sudah terlalu lama Hanum dalam kesendirian.
"Baiklah", ucap Hanum menatap wajah lelaki yang sudah terlalu lama menantikan jawaban itu.
Ibarat sebuah ladang yang kering dan tandus kini tersiram dengan air hujan yang deras membasahi tanah. Begitulah perasaan yang dirasakan Bram saat ini.
Bram berdiri meraih tangan Hanum untuk ikut berdiri dihadapanya. Seketika ia peluk erat Hanum seraya membisikkan ditelinga Hanum dengan lembut dan mesrahnya: "Terima kasih sayang, telah memberikan kesempatan pada ku. Aku tlah lama jatuh hati padamu sebelum Fay ada dirahim mu".
Bulir bening menetes dipipi Hanum mendengar perkataan Bram. Ia tak perduli lagi dengan orang disekitar mereka yang melihat adegan romantis mereka berdua.
"Galang adalah masa laluku dan Bram adalah masa depanku bersama putri kecil kesanyangan kami berdua", ungkap Hanum menguatkan hatinya untuk bisa membuka lebar hati untuk lelaki yang dipeluknya.
Bram menghapus bulir bening yang membasahi wajah Hanum lalu berkata: "Aku akan berusaha membuatmu untuk tidak menitikan air mata kesedihan tetapi hanya akan ada kebahagian buat kita berdua bersama anak-anak kita".
__ADS_1
Dengan senyum yang mengembang dan rona wajah penuh kebahagiaan Bram mencium dahi wanita yang telah memberikan kesempatan padanya.