Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 95 Maksud Terselubung


__ADS_3

Mobil melesat dengan kecepatan sedang menuju sebuah tempat yang telah dipesan oleh Brian untuk moment yang tak akan dilupakan oleh semua orang yang akan hadir pada makan malam ini.


Bram tak lepas pandangannya pada dua wanita yang telah membuat hatinya berbunga-bunga pada malam ini.


Ibu dan anak itu tak kan mau dilepaskan seumur hidupnya. Ada gurat kebahagian dihati dan harapan Bram untuk malam ini.


Bram membuka pintu mobil buat Hanum dan mengulurkan tangannya untuk Hanum berpegang agar mudah keluar dari mobil mewah yang dinaiikinya.


Hanum tersenyum dengan perlakuan Bram padanya ia bak putri yang turun dari sebuah kereta kencana dan disambut oleh seorang pangeran yang tampan.


Bram bersama Hanum dan putri kecilnya yang menggemaskan itu masuk kedalam sebuah tempat dengan gaya moderen klasik.


Mereka bertiga berjalan dengan semua mata pengunjung tempat itu menuju kearah mereka. Mereka terkejut sekaligus terpesona dengan apa yang sedang mereka lihat sekarang.

__ADS_1


Bram adalah pengusaha sukses yang sudah tak asing lagi bagi semua orang. Wajahnya familiar, siapa yang tak mengenal wajahnya.


Lelaki dewasa yang tampan dan kaya raya pemilik perusahan yang tidak hanya didalam negeri tetapi juga ada diluar negeri.


"Silahkan lewat sini tuan", ucap pelayan tempat itu seraya meminta Bram mengikuti sebuah ruangan khusus yang telah disiapkan buat pertemuan mereka.


Bram tak pernah tampil dimuka umum dengan seorang wanita, walaupun semua orang tahu Bram dikelilingi wanita cantik yang mendekatinya bak sebuah magnet bagi wanita.


"*Saya yakin itu istri dan anak tuan Bram yang sengaja tak diekspos keluar untuk menjaga kenyamanan anggota keluarganya. Lihat gadis kecil itu seperti duplikat ibunya yang tampil sederhana namun elegant berparas cantik.


Ternyata orangtua Bram sudah tiba lebih dulu dari mereka. Papa dan mama Bram tersenyum menyambut Hanum dan putri kecilnya itu.


"Selamat datang sayang", sapa mama Bram yang tak lepas senyumnya dan dengan sorot mata berseri menatap wajah hanum.

__ADS_1


Mama Bram bangkit dari duduknya semula lalu memeluk dan mencium wanita yang membuat putranya tak mau berpaling kelain hati.


"Ini pasti cucu oma, cantik memiliki mata yang sangat indah", ucap mama Bram seraya mencium pipi merah Fairuz dengan penuh kasih sayang.


Papa Bram hanya menikmati apa yang sedang terlihat dihadapannya dengan senyum kebahagian melihat keluarganya terpesona dn tertarik dengan sosok dua perempuan yang hadir malam ini.


Menu makan spesial dari tempat ini telah disajikan diatas meja. Mereka menyantapnya seraya mengobrol ringan seputar kehidupan mereka.


Setelah siap memakan makanan berat mereka menunggu makanan penutup yang disiapkan tempat ini.


Mama Bram mengeluarkan sesuatu yang berbentuk kotak kecil berwarna hitam.


"Hanum, mama sudah menunggu sangat lama moment seperti ini, dan memberikan ini yang juga sudah lama tersimpan dan menunggu saat yang tepat untuk diberikan pada seseorang yang telah lama diinginkan. Terima lah sayang", ucap mama Bram dengan mata berharap dan penuh kesungguhan.

__ADS_1


Hanum menerima kotak kecil berwarna hitam yang ada dihadapanya. Hatinya tak menentu saat ini, ternyata makan malam ini telah dirancang oleh keluarga Bram untuk menyampaikan sesuatu maksud tertentu yang telah lama mereka tunggu.


__ADS_2