
Mentari menyinari bumi, memberikan kehangatan pada bumi yang diguyur hujan semalam.
Bik Ijah sedang termenung ditaman belakang, pikirannya melayang entah kemana perginya. Raut wajah sedih tergambar diparasnya yang telah mengerut diujung matanya.
"Kenapa bisa berubah? Apa karena statusnya? Kini telah menjadi majikan," batin Bik Ijah didalam hatinya.
Flashback On
"Biiiik..." Teriak Mayang dengan keras.
Wanita paruh baya tersebut tergopoh - gopoh menuju sumber suara. Dilihatnya Mayang yang sedang duduk dikursi meja makan menatap tajam kearahnya.
"Ada apa Non " Jawab asisten rumah tangga itu dengan wajah serius.
Terlihat sekali raut wajahnya yang tak menyukai dirinya yang baru saja selesai berbicara.
"Apa yang salah pada ucapan ku?" Batin Bik Ijah seraya menundukkan wajahnya.
Mayang masih berdiam diri tak satupun kata keluar dari mulut gadis muda yang kini menjadi Nyonya dirumah ini selain Nyonya besar.
"Coba ini dimakan!" ucapnya dengan nada kasar seraya mendorong piring berisi telur dadar yang ada diatas meja kearah Bik Ijah.
Bik Ijah melangkah lebih maju ke arah meja makan dan mengambil piring yang disodorkan Mayang dengan kasarnya.
"Apa yang salah dengan telur dadar ini, " batin dirinya yang masih belum mengerti akan kesalahan yang telah dilakukannya.
Bik Ijah memandang wajah Mayang yang masih terlihat masam memandang dirinya.
"Sudah ku bilang... Aku tak suka daun bawang ada ditelur dadarku! Ungkap Mayang yang tak sabar menunggu Bik Ijah mengetahui kesalahannya.
"Ooo... Daun bawang ya, Maaf Non... " Jawab Bik Ijah yang telah menyadari keteledorannya.
__ADS_1
Mayang masih memasang wajah masam dan tak bersahabat. Walaupun wanita paruh baya tersebut telah meminta maaf atas ketidak telitian dirinya.
"Satu hal lagi aku tak ingin mendengarnya! Bik Ijah panggil aku Nyooonyaah...Tidak ada Non! Karena aku telah menikah dengan Tuan muda rumah ini," ucapnya dengan angkuh dan sombong.
Setelah mengatakan itu Mayang berlalu dengan cuek dan masih berwajah masam. Tidak ada senyum sedikitpun yang menghiasi wajahnya.
Bik Ijah hanya mengurutkan dada melihat tingkah lakunya, setelah kepergian Mayang yang meninggalkan sarapan paginya yang hanya disentuh satu sendok makan saja.
"Kenapa kau berubah Non...? Apa perubahan ini didasari oleh status sosial sehingga membuat dirinya buta akan asal usulmu," batin Bik ijah dalam hatinya.
Flaahback Off
Semula memiliki sikap yang santun dengan gaya berpakaian yang sederhana, sungguh membuat Bik Ijah menyayangi Mayang seperti layaknya anak sendiri.
Akan tetapi sekarang, gaya berpakaian dan sikap yang dimiliki, seakan bukan gadis yang dulu pernah dikenalnya, yaitu seorang gadis yang datang dari kampung dengan karakter yang santun dan ramah serta gaya berpakaian yang sangat sederhana.
Kini tidak ditemukan lagi oleh Bik Ijah, Mayang telah menjelma menjadi seorang gadis kota yang menjaga penampilan dengan styles masa kini dan sikap yang tak ramah dan santun lagi.
Terjadi perubahan draktis pada gadis muda tersebut. Itulah yang membuat hati Bik Ijah hancur dan sedih.
Mayang tak lagi sering bicara atau bahkan bersikap seperti awal mereka bertemu.
Dengan kejadian pagi tadi yang membuat hatinya hancur akan sikap Mayang yang menganggap dirinya sebagai salah satu asisten rumah tangga yang ada dirumah itu.
πΌπΌπΌπΌ
Dikampus...
Kini Mayang tak lagi diantar ataupun dijemput oleh suaminya. Dirinya merengek dan meminta Galang untuk membelikan kendaraan roda empat untuk dirinya pergi kekampus.
Mayang pandai merayu dengan manjanya meminta segala yang diinginkannya. Apalagi soal keuangan Galang tak pernah mempermasalahkan apapun yang dibelinya atau apapun yang dilakukannya ketika menghabiskan uang yang ada dikartu kredit yang diberikan oleh Galang.
__ADS_1
"May...Ntar sepulang kampus kita hangout ya... Bareng teman yang lain, yakin deh ga bakal nyesel... Disana banyak cowok - cowok tampan," ungkap salah satu teman dekatnya dikampus.
Selama ini memang dirinya menutupi status istri dihadapan teman sekelas bahkan dikampus, dirinya mengaku single. Dirinya tak memperlihatkan jati dirinya sebagai seorang istri dari lelaki mapan dan kaya raya.
"Ehh... Non, Kok malah bengong," senggol temannya tepat dibahu Mayang.
"Baiklah... Aku akan ikut, tapi aku akan mencoba menelpon rumah untuk pulang terlambat.
Meraih telpon genggamnya yang ada didalam tas ranselnya, lalu menekan sebuah nomor dikontak yang tersimpan ditelpon genggamnya tersebut.
Terdengar suara disebarang sana menyapa panggilan dari Mayang.
"Sayang aku pulang lambat hari ini karena ada tugas bersama teman kampus ku," ujar Mayang seraya berbicara dengan suara pelan dan menjauh dari posisi kumpulan temannya agar tak terdengar oleh mereka.
"Baiklah, hati - hati ya," ujar suara diseberang sana.
Akhirnya Mayang mendapat izin dari suaminya untuk berkumpul bersama teman - temanya. Namun dirinya berbohong agar mendapatkan izin tersebut.
Mayang memang sudah pandai bermain kata - kata untuk melancarkan keinginan terhadap suaminya. Galang percaya saja dengan semua yang diucapkan istrinya itu tanpa memilah - milah dan mencari kebenarannya terlebih dahulu.
πππ
Baiklah reader tetap setia ngebaca ya... π
Jangan lupa like, komen serta rate bintang lima... ππ©
Trus...Beri tipsnya melalui vote yang banyak, sebagai rasa penghargaan Reader terhadap hasil karya Author...ππ
Plzzzz klik tanda hati biar kita semakin mesra...β€β€
Salam Hangat.... π
__ADS_1
Salam Literasi...π
Lemb@yung...π