Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 237 Transfusi Darah


__ADS_3

Berulang kali Brian mengarahkan matanya kedepan pintu ruangan dimana istrinya berada. Namun tak kunjung terbuka, hatinya semakin cemas dan khawatir akan keadaan Hani didalam ruangan tersebut.


"Bertahanlah sayang, ku mohon..." Teriak Brian didalam hati.


Sopir pribadinya dengan setia masih berada duduk disebelah dirinya. Memperhatikan saja situasi dan kondisi disana, bahkan dirinya lebih fokus pada majikan yang ada disebelahnya.


Terlihat Brian begitu terpukul, atas kondisi yang menimpa Hani saat ini. Riak wajah majikannya terlihat begitu mengkhwatirkan dirinya.


Kreeek...


Pintu ruangan tersebut terbuka lebar dan keluar seorang wanita petugas kesehatan dari dalam ruangan tersebut.


"Siapa suami dari pasien yang sedang mendapatkan penanganan ini? Tanya suster itu tanpa terseyum.


Segera Brian berdiri dan mendekat secepatnya pada wanita petugas kesehatan dirumah sakit tersebut.


"Ya, saya Sus..." Jawabnya singkat.


Dengan wajah penasaran sekaligus penuh tanda tanya Brian menunggu kata yang keluar dari mulut wanita petugas kesehatan tersebut.


"Siapkan darah bergolongan A dua kantong segera, istri Tuan HBnya rendah jadi mesti dapat transfusi darah secepatnya !" Perintah wanita tersebut.


"Apa.. Ba... Baik Sus." Jawab Brian dengan nada tinggi setengah berteriak karena terkejut.


Dengan perasaan kalut Brian menuju kearah bagian penyimpanan darah dirumah sakit tersebut. Dengan wajah cemas dan berharap segera mendapatkan golongan darah A.


Sesampainya dibagian penyimpanan darah, Brian langsung mendekati kearah petugas yang berjaga disana.


"Sus, istri saya membutuhkan golongan darah A, apakah ada stoknya? " tanya Brian.

__ADS_1


"Baiklah, saya cek Tuan," jawab petugas kesehatan tersebut.


"Baik Sus, Terima kasih." Balas Brian seraya menunggu stok darah yang ada didalam penyimpanan.


Setelah beberapa menit kemudian, petugas kesehatan tersebut keluar dari sebuah ruangan, mungkin saja tempat dimana penyimpanan darah.


Kembali mendekati Brian yang sabar menunggu informasi lebih lanjut dari petugas kesehatan tersebut.


"Alhamdulillah pas tersisa dua kantong darah bergolongan A, silahkan bapak isi dulu data ini!" Ucap petugas kesehatan seraya menunjukkan beberapa lembar kertas kehadapan Brian.


Dengan seksama Brian membaca lalu mengisi lembaran kertas yang diberikan padanya.


"Ini Sus, silahkan dicek! Apakah sudah tepat dan benar?" Tanya Brian seraya mengembalikan lembaran yang telah disi olehnya.


Petugas kesehatan tersebut membaca dan melihat lembaran tersebut seraya tersenyum dan berkata "Sudah tepat dan benar Tuan."


Secepat kilat dengan setengah berlari Brian menuju ruangan dimana istrinya berada.


Setelah didepan ruangan tersebut Brian mengetuk ruangan dan permisi untuk masuk dan memberikan pesanan yang diminta oleh wanita petugas kesehatan yang tadi menyuruh dirinya.


"Baiklah Tuan, silahkan menunggu diluar ruangan, " perintah datar wanita petugas kesehatan tersebut tanpa tersenyum.


Masih menunggu, brian belum tahu keadaan pasti istrinya yang sedang berjuang didalam sana, yang jelas petugas itu bilang bahwa istrinya sangat begitu lemah dan hemoglobinnya turun diatas normalnya.


Semua pikiran buruk melintas dikepalanya, hatinya berkecampuk tak tentu arah.


Ada suatu keresahan dan kegelisahan yang tk kunjung berakhir disaat ini, Brian menatap nanar pintu diruangan dimana istrinya berada.


"Ayoolah sayang... Sadarlah, jangan buat aku seperti ini," Teriak batin Brian dihati.

__ADS_1


Bulir bening kembali menetes diujung matanya, disekanya dengan telapak tangannya. Kepalanya tertunduk dengan kedua telapak tangan menutupi wajahnya.


Seketika suara memanggil namanya


"Tuan, istri anda telah sadarkan diri dan segera akan dipindahkan keruang inap, "ujar wanita petugas kesehatan yang sama pada saat meminta dirinya mencari golongan darah A.


Wajah Brian seketika berubah, ada rona bahagia diparasny yang terlihat lelah karena sedari pagi dirinya dirundung kesedihan.


"Baik Sus, pindahkan saja istri saya keruangan VIP," ujarnya spontan.


"Baiklah Tuan," jawab singkat wanita petugas kesehatan itu.


"Apakah saya bisa melihat istri saya Sus?" Tanya Brian yang sedari tadi ingin bertemu Hani.


"Oh tentu saja Tuan setelah kami pindahkan Nyonya keruang VIP," sahut wanita tersebut.


Brian mengangguk kepalanya pertanda mengerti maksud dari petugas kesehatan tersebut.


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Semoga suka dengan tulisan Author ya... 😊


Jangan lupa dukung Author biar makin semangat berimajinasi melanjutkan setiap episode didalam karya perdana Author.


❄**Dia Bukan Suami Ku Season 2❄


Like, Komen, Rate plus Vote YessπŸ™


Salam Hangat Lemb@yung 😘😍**

__ADS_1


__ADS_2