Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 112 Hari yang Dinanti


__ADS_3

Semua keluarga telah berkumpul tak terkecuali Hanum dan putri kecilnya yang sangat menggemaskan semua orang yang melihatnya.


Raut wajah keluarga besar Hanum merona bahagia akan hari yang bersejarah ini telah lama dinantikan. Sebentar lagi akad nikah Hanum dan Bram akan berlangsung pagi ini.


Semua orang yang dikenal kedua belah pihak turut hadir menyaksikan pernikahan mereka berdua. Pesta yang diadakan dikampung halaman Hanum. Mengundang seluruh tetangga disekitar tempat tinggalnya.


Berbalut kebaya berwarna coklat muda Hanum tampil akan sangat menawan hati orang yang melihatnya. Terpesona dengan paras cantik Hanum.


Paras cantiknya dipoles dengan make up yang tipis sudah memancarkan kecantikan natural yang dimilikinya. Iner beuty yang ada pada dirinya terpancar diwajahnya yang terlihat sangat bahagia. Berbeda sangat jauh dari pernikahannya beberapa tahun lalu.


Hanum pandai merawat tubuhnya, ia tak terlihat telah melahirkan seorang putri kecil yang berumur lima tahun pada pernikahan ini.


Jika orang lain yang tak mengenalnya maka seperti melihat seorang gadis yang menikah bukan seorang single parent.


Tak berbeda jauh dengan Bram, walaupun usianya memasuki kepala empat namun paras tampan masih terlihat jelas diwajahnya.

__ADS_1


Usianya yang semakin matang menambah karisma pemimpin diwajahnya.


Berbalut Tuxedo berwarna senada dengan kebaya Hanum membuat semua mata tak melepaskan pandangan melihatnya.


Hanum keluar dari kamar didampingi oleh sahabatnya Dian yang juga telah hadir menyaksikan pernikahan Hanum.


Semua mata tertuju padanya tak terkecuali Bram yang terpana dengan wajah wanita yang sebentar lagi akan menjadi miliknya. Duduk disamping Bram yang telah menunggu mempelai perempuannya.


Jantung Bram berdegup kencang serasa tak percaya bahwa hari ini ia berhasil meyakinkan wanita yang telah membuatnya jatuh hati setengah mati.


Senyum mengembang melihat Hanum yang telah ada disampingnya membuat hatinya bergetar karena kecantikan yang terpancar dari wajahnya.


Rangkai do'a dihaturkan semua yang hadir pada saat ini. Agar pernikahan mereka berdua langgeng sampai akhir usia mereka. Semua orang merasa lega pernikahan berlangsung dengan lancar dan tanpa ada halangan apapun.


Ucapan kata selamat mengalir dari para tamu undangan. Melihat sepasang pengatin yang sangat serasi.

__ADS_1


"Akhirnya perjuangan mu lebih kurang enam tahun terbayar sudah", ucap Brian meledek sahabat sekaligus atasannya itu.


Bram tersenyum mendengar celotehan sahabatnya yang juga memiliki andil besar akan berlangsungnya pernikahan ini.


"Itu namanya cinta sejati, nah kamu kapan nyusulnya? , ucap Hani yang datang secara tiba-tiba dengan senyum dan rasa bahagia melihat Hanum bersama lelaki yang sangat mencintai kakaknya itu.


"Eh gadis ingusan sok tahu cinta sejati, emangnya udah punya kekasih?", balas Brian atas ledekan Hani.


Hani memperlihatkan wajah kesalnya karena Brian tahu kalau dia memang tak punya kekasih.


"Karena masih ingusan perjalanan masih panjang, mau mengapai cita-cita dulu tak da waktu memikirkan seorang lelaki. Nah tuan udah usia semateng itu belum juga punya gandengan", ucap Hani telak pada Brian dengan kata pembelaannya dan berlalu dari hadapan Brian.


Serentak Bram dan Hanum tertawa mendengar perkataan Hani. Perkataan Hani memukul telak tepat didasar hati Brian. Wajah Brian berubah menjadi kesal bercampur malu.


"Eeeistt awas kau yaaaa, sembarangan bicara. Jangan lari!!!!, teriak Brian mengejar Hani yang telah menjauh darinya.

__ADS_1


Kembali Hanum dan Bram tertawa melihat tingkah kekanak-kanakan mereka berdua.


"Sepertinya adikmu merupakan pasangan yang pas buat Brian. Ia tak pernah kalah kalau bicara hanya dengan adikmu dia mati kata-kata", ungkap Bram seraya tertawa melihat sahabatnya itu.


__ADS_2