Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 116 Bulan Madu


__ADS_3

Semilir angin menyentuh lembut tubuh Hanum. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai tersentuh oleh angin.


Duduk disebuah kursi menghadap pantai yang berpasir putih. Begitu damai dihati dan pikirannya melihat laut lepas yang tak bertepi diujung matanya.


Terlintas didalam pikirannya sebelum menginjakkan kaki sampai disini. Putri kecilnya tak seperti biasanya tak meminta ikut bersama pada saat Hanum akan pergi kepulau ini.


Entah apa yang dibisikan ditelinga putri kecilnya itu oleh keluarga Hanum sehingga tak merengek ikut pergi bersamanya.


Semua keluarga sepertinya dengan sengaja mempersiapkan moment buat kami berdua untuk menghabiskan waktu bersama selama sepekan ini.


Terdengar langkah dari belakang Hanum yang mendekat kearahnya. Derap langkah lelaki yang sekarang sah menjadi suaminya itu.


Hanum biarkan saja tanpa menoleh kebelakang hingga derap langkah itu terhenti tepat berdiri dibelakang kursi tempat Hanum duduk.


"Aku mencari mu sayang, rupanya kau sudah duduk sendiri disini",ucap Bram seraya mencium dengan lembut puncak kepala Hanum.

__ADS_1


Kaki Hanum serasa tertarik untuk langsung duduk dikursi ini setelah perjalanan jauh menuju ke pulau ini. Rasa lelah terbayar sudah setelah Hanum memandang ciptaan Tuhan yang sungguh menakjubkan.


"Begini ya kalau orang punya banyak uang untuk menghilangkan kepenatan selama bekerja berlibur ketempat seperti ini", ucap Hanum tersenyum dengan wajah manisnya.


Bram telah duduk disamping dengan menggenggam tangan Hanum lalu menyentuh beberapa kali dengan bibir lembutnya.


"Ya, sama dengan halnya kita akan habis waktu disini untuk meghilangkan semua beban yang pernah singgah baik dihati dan pikiran kita", ungkap Bram dengan mata penuh harapan baru hilangnya trauma istrinya.


Asisten pribadi Bram memang pandai mencari tempat yang indah dan romantis untuk memadu kasih bersama pasangan.


Melihat istrinya dalam keadan sangat menikmati pemandangan indah dari pulau ini. Sentuhan nakal mulai dilancarkannya ketubuh Hanum.


Mencium bibir merah Hanum lalu beralih kebagian telinganya. Sampai saat ini Hanum memberikan respon yang baik tak ada penolakan dari gerakan tubuh istrinya.


"Sayang apakah rasa lelah mu sudah hilang? tanya Bram masih dengan mencumbui bagian wajah Hanum.

__ADS_1


Terlihat Hanum menganggukan kepala pertanda setuju dengan yang dikatakannya. Bram mengajaknya untuk masuk kedalam penginapan.


Sebuah penginapan yang menghadap laut dan dibuat seunik mungkin buat sepasang kekasih yang ingin menikmati bulan madu mereka.


Bram menggedong tubuh Hanum memasuki penginapan tersebut. Tak ada penolakan sampai saat ini. Direbahkanya tubuh Hanum diatas kasur yang bertabur kelopak bunga mawar merah kesukaan Hanum.


"Seperti Brian tahu benar paket bulan madu, aku akan sangat berterima kasih padanya jika aku bisa membuat Hanum menghilangkan traumnya," besit Bram dalam hati.


Dengan isyarat mata Bram memandang wajah istrinya seakan meminta izin untuk melakukan sentuhan lebih pada tubuh Hanum.


Mengerti maksud dari suaminya dengan memberikan isyarat juga bahwa Bram mendapatka apa yang ia inginkan.


"Aku akan melakukannya dengan selembut dan senyaman mungkin agar engkau akan menikmati setiap sentuhan yang akan aku lakukan. Percaya lah padaku sayang", ungkap Bram dengan mata penuh cinta dan kesungguhan akan perkataanya itu.


Hanum tersenyum dan tersipu malu. Ia akan melakukan kewajiban sebagai seorang istri saat ini. Berusaha membuang kecemasan dan ketakutan yang ada dihati dan pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2