
Bergegas ayah dan ibu menuju rumah sakit yang dimaksud Hanum. Dengan langkah yang cepat ayah menuju ruang ICU. Orang tua Dika kemungkinan juga sebentar lagi datang.
Ayah tak melihat Hanum disana, hatinya semakin cemas setelah ia tiba tak melihat langsung putrinya. Segera ayah kembali ke bagian depan rumah sakit menuju meja yang ada suster jaga disana.
"Maaf mbak bisa tolong beritahu keberadaan menantu saya atas nama Dika Pratama yang mengalami kecelakan kemaren malam dan sedang dirawat disini", ucap ayah dengan nada bicara yang tak sabar ingin bertemu.
Suster mengecek melalui komputernya dan terlihat matanya terhenti pada suatu tulisan dilayar monitor komputernya dan kemudian berkata : "Pasien sedang berada di ruang ICU, silahkan bapak ikut pak satpam ini", ucap suster tersebut.
Ayah berjalan kembali menuju ruang ICU didampingi satpam jaga. Mereka berdua menunggu dan melihat satpam berbicara dengan suster jaga yang ada diruang ICU.
"Bapak boleh masuk kedalam tapi gantian", ucap pak satpam karena melihat ayah datang dengan ibu.
Ayah memasuki ruang ICU setelah menggunakan pakaian khusus yang telah disediakan. Terasa sangat sejuk diruang itu dan ayah melihat menantu sekaligus keponakan nya itu terbaring tak berdaya.
Terlihat alat-alat menempel ditubuh Dika untuk mengontrol perkembangan kondisi pasien. Ayah menatap wajah Dika, tak terasa menetes bulir bening diujung mata ayah.
__ADS_1
"Apa yang terjadi padamu, kenapa sampai begini nak", besit ayah dalam hati seraya menarik nafas panjang.
"Maaf pak tidak boleh terlalu lama", ucap suster yang menjaga ruangan tersebut.
Ayah langsung keluar seperti perintah suster padanya. Kemudian menanyakan keberadaan putrinya kepada suster tersebut.
"semalam pasca operasi istrinya pak Dika pingsan dan sekarang dirawat diruang Kamboja No.3", ucap suster dan permisi untuk berlalu dari ayah.
Mendengar kondisi Hanum ibu semakin tak bisa mengendalikan emosinya. Tangis pun pecah dan terdengar sangat sedih dan pilu.
Ayah mengetuk pintu nomor tiga diruang Kamboja. Tak terdengar suara dari dalam, perlahan ayah membuka pintu ruangan tersebut.
"Biarkanlah ia tidur", ucap ayah kepada ibu yang ingin segera membangunkan nya.
Cukup lama ayah dan ibu berdiam didalam ruangan itu menunggu sampai Hanum terbangun dengan sendirinya.
__ADS_1
"Yah cobaan apalagi yang sedang diuji Allah untuk keluarga kita? tanya ibu dengan wajah memelas.
Ayah tak dapat menjawab pertanyaan ibu, dia hanya menatap wajah istrinya dengan mata penuh kesedihan.
Akhirnya tangis mereka berdua tumpah tak tertahankan lagi dan membangunkan tidur Hanum.
"Ayah ibu", sapa Hanum dengan suara pelan.
Mereka berdua yang larut dalam kesedihan seketika kaget dengan panggilan Hanum. Segera mereka berdua mendekati Hanum seraya berkata : "Ayah dan ibu sudah ada disini untuk membantu mu anak ku", ucap ibu dengan mata penuh kasih sayang.
Hanum meneteskan bulir bening dipipinya.
"Apakah ini mimpi ayah? tanya Hanum dengan tatapan mata yang kosong.
"Hanum ini benar terjadi, kau harus bisa menerimanya. Ayah dan ibu akan selalu berada disamping mu", ucap ayah dengan penuh kesungguhan.
__ADS_1
"Apakah Dika sudah sadar ayah? bagaimana kondisinya sekarang", tanya Hanum dengan penuh kecemasan dan kegelisahan.
Mendengar pertanyaan Hanum membuat hati ibu dan ayah hancur. Ayah tak dapat memberitahu Hanum kondisi Dika yang barusan tadi dilihatnya.