
"Bebs... bantu aku dong, aku dah resign dari perusahaan," ucap Clara dengan wajah sedih.
Laura yang masih asik dengan smart phone nya berpura - pura untuk tidak mendengarkan perkataan Clara.
Clara menyentuh pundaknya kemudian mengulangi kembali kata - katanya.
"Bisa pinjamkan aku modal untuk buat bisnis baru?" Ucap serius Clara dengan menatap wajah Laura yang masih tak perduli dengannya.
"Maaf Bebs...Aku ga ada! " Jawab singkat Laura masih sibuk dengan smart phonenya tanpa melihat wajah wanita yang diajaknya bicara.
"Ayooolah Bebs!, minta bantuan ama Bram," bujuk Clara kembali dengan memasang wajah memelas.
Laura sudah mengira, ada maksud terselubung wanita ini mengajaknya shooping. Dan benar adanya ternyata Clara sudah melancarkan aksinya.
"Aku ga berani, selama ini kak Bram sudah banyak mengsuport aku sama suami dalam hal dana. Aku ga berani meminta uang lebih," Alasan Laura memberikan penjelasan pada Clara.
"Please...Bebs bantu aku..." Rengek Clara dengan mata mengiba.
Laura tak bersimpati lagi dengan wanita yang ada dihadapannya. Tak sedikitpun percaya dengan apa yang dikatakan Clara.
"Apa penyebabnya kau putus pada kakak ku? " Tanya Laura tiba - tiba saja yang membuat perubahan diwajah Clara.
__ADS_1
Masih menceritakan dengan alasan yang sama pada saat dulu, membuat Laura bertambah tak bersimpati dan mencoba menahan amarahnya.
"Aku masih ingin kuliah mengejar mimpiku, tak terpikirkan untuk menikah secepat itu... Itulah alasannya aku meninggalkan Bram," berusaha menangis dengan penuh kepura - puraan dihadapan Laura.
Mendengar perkataan Clara, telinga Laura terasa panas. Clara menyadari perubahan sikap Laura padanya, tidak seperti biasanya.
Pasti Clara tak akan mau berterus terang alasan sebenarnya pada Laura. Jam dinding menunjukkan jarum ke angka 9 malam, Laura meminta ijin untuk pulang.
"Sudah malam aku akan pulang kerumah, oya lusa aku akan kembali kekeluarga ku. Putri kecilku sudah merindukan kehadiranku sudah terlalu lama disini, "ucap Laura.
Clara terkejut dengan perkataan wanita dihadapannya. Clara merasa bahawa Laura tak menepati janjinya, akan berusaha mempersatukan dirinya kembali pada Bram.
"Apa...!" Teriak Clara dengan wajah terkejut.
"Kau janji akan membantu ku, kenapa kau kembali sebelum itu terwujud!" protes Clara dengan wajah kecewa.
"Aku punya keluarga yang harus ku urus juga. Lagian kak Bram sudah tidak menginginkan mu, dia terlalu mencintai Hanum. Sudahlah jangan berharap lagi! Cari lelaki lain yang lebih dari Kak Bram, " ucap Laura dengan penuh keseriusan menatap wajah Clara.
"Aku tak ingin lelaki lain! Kau tahu aku sangat menginginkanya!, Teriak Clara yang terbawa emosi.
"Tenang..." Kenapa kau seperti itu! Kau telah membuang kesempatan mu pada saat itu. Kini kakak ku sudah berbahagia dengan Hanum," ujar Laura pada wanita dihadapanya dengan emosi tak terkendali.
__ADS_1
Mendengar perkataan Laura membuat Clara kehilangan kendalinya. Seketika menjerit membuat Laura terkejut.
"Tidaaaaak !" Teriak Clara dengan keras dengan sorot mata tajam.
"Sadar...Kau tak bisa memaksakan kehendak pada orang lain, Terimalah keputusan kakak ku," ucap Laura berusaha menenangkan Clara yang telah hilang kendali.
"Plaaaak! Kau sudah memihak pada wanita itu!" Tamparan keras telah mendarat diwajah cantik Laura.
Tak terima diperlakukan seperti itu akhirnya Laura pun membalas hal yang sama pada Clara. Terjadilah pertengkaran dan perkelahian diapartemant tersebut.
###
ππ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:
πBoom like sehabis bacaπππ
πKomentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya π
πRate bintang β5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar π
π vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πdengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.
__ADS_1
Bergabung digroup chat Author yup π©
Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya ππ