Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 107 Menjalankan Misi (Part 2)


__ADS_3

Intan merasakan hatinya terasa sakit tak bisa dipungkiri melihat kedekatan Galang dan Hanum. Intan tahu benar bahwa Galang masih mencinta wanita itu.


"Apakah aku sanggup melewati rencana yang aku atur dengan Hanum? kalau tidak karena keturunan yang aku inginkan untuk memperkuat hubungan rumah tangga ku. Tak kan ku berikan waktu buat wanita ini hadir didalam rumah tangga ku", ungkap Intan lirih.


Cukup lama mereka mengobrol dan Intan hanya sebagai pendengar setia. Sesekali berbicara apabila Hanum bertanya kepada Intan. Sedangkan Galang tak ingat akan ada wanita yang berstatus istrinya ikut dalam obrolan mereka berdua.


Galang tak menganggap sama sekali keberadaannya diantara mereka berdua. Bulir bening hampir jatuh diujung mata Intan menahan rasa sakit yang dirasakan dihatinya.


"Mana junior mu Galang? apakah kalian hanya ingin berduaan saja tanpa ada yang menganggu", ledek Hanum pada Galang dan Intan.


Intan tak mau menghilangkan moment itu ia lalu berkata: "Semua masih dalam proses, saya sudah mengecek kandungan bahwa bisa melahirkan banyak anak dari mas Galang, ini mas Galangnya yang masih sibuk dengan kerjaan kantor jadi belum sempat mengecek kedokter", ungkap Intan dengan manja seraya mengakul lengan Galang.

__ADS_1


Wajah Galang berubah mendengar pertanyaan Hanum dan jawaban dari Intan. Ia hanya diam tak merespon perkataan dari dua wanita tersebut.


Hanum bisa menebak sebelumnya akan seperti ini suasana hatinya jika disinggung soal anak. Berusaha mencairkan suasana sehingga tak terlihat mengetahui bahwa Galang tak menginginkan hal tersebut.


"Ga boleh gitu dong sesibuknya kakak harus dengarin Intan tuh, anak itu buat kita jadi penyemangat setelah lelah pulang dari kerja", ungkap Hanum dengan senyum terukir diujung bibirnya seraya menatap wajah Galang dengan kesungguhan.


"Baiklah akan ku cari waktu untuk itu", jawab Galang dengan tersenyum melihat Hanum.


Ada harapan baru buat istri Galang yang sangat membahagiakan hati mendengar perkataan suaminya. Hanum memang memiliki daya pikat yang kuat terhadap Galang.


Akhirnya mereka bertiga tersenyum bahagia dan Intan merasa lega. Intan meminta permisi untuk ke kamar kecil meninggalkan sejenak mereka berdua yang masih asik mengobrol.

__ADS_1


Pada saat bersamaan Hanum pergi dan Bram mengajak putri kecilnya dan Hani pergi ke mall untuk bermain permainan yang ada di mall tersebut. Setelah asik bermain putri kecilnya meminta dibelikan es krim kesukaanya.


"Bunda juga dibelikan pa, bunda suka rasa coklat", ucap putri kecilnya seraya tersenyum manja.


Ketika Bram berjalan tanpa sengaja ia melihat seorang wanita yang memakai baju sama persis dengan Hanum pakai pada saat berpapasan dengannya sewaktu mau pergi kepanti. Tengah asik mengobrol dengan seorang lelaki dalam sebuah cafe yang ada di mall tersebut.


Bram menghentikan langkahnya memastikan bahwa wanita yang dilihatnya itu adalah Hanum. Fairuz dan Hani berhenti melihat kearah yang sama yang dilihat oleh Bram.


Betapa terkejutnya bahwa lelaki itu adalah Galang. Lelaki yang sempat singgah dihati wanita yang dicintainya pada masa yang lalu.


Bram menatap dengan wajah kecewa bercampur sedih. Mengapa Hanum harus berbohong padanya untuk bertemu lelaki itu.

__ADS_1


"Bundaaaa, teriak Fay memanggil Hanum yang tak mendengar putrinya karena kondisinya yang jauh dari mereka bertiga.


Bram menatap wajah putrinya lalu mengajaknya pergi dari tempat itu.


__ADS_2