Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 81 Liburan (Part 3)


__ADS_3

Hani masih belum percaya bahwa ia bisa sampai kepulau ini. Exited melihat pemandangan serta villa yang akan ia tempati untuk beberapa hari kedepan.


"Kak cubit aku kak, ini mimpi atau nyata?, ungkap adiknya itu seraya matanya melihat lingkungan sekitar yang indah bahkan tidak ditemukan dalam mimpinya sekalipun.


"Hey kau jangan norak sekali dek, malu kalau kita kelihatan sekali miskin liburan walaupun hari-hari kita tak pernah kita habiskan untuk hal seperti ini", ucap Hanum menyadarkan adiknya yang kelihatan sekali kampungan.


"Jadi ini ya obrolan mu yang asik dengan tuan Brian itu, ia dah berhasil menghipnotis mu dengan liburan ala orang kaya gini. Wajar saja kau begitu menggebu dan antusias merayu kk mu ini", ledek Hanun seraya mencubit pinggang adiknya itu.


Hani hanya tersipu malu bahwa ia telah ketahuan alasannya yang begitu kuat merayu Hanum tentang liburan yang diberikan oleh Bram.


"Tapi ingat dek walau kita dari keluarga yang tak punya jangan sampai harga diri dan kehormatan keluarga kita pudar atau bakan hilang hanya karena materi dan kenikmatan dunia", ucapan Hanum membuat Hani tersadar akan jati dirinya dan harga diri keluarganya yang tak ingin dinilai dengan materi.

__ADS_1


"Mari nya saya antarkan kekamar nyonya", sapa pak penjaga villa mengagetkan mereka berdua seraya berjalan menuju kamar yang dimaksud.


Mereka berjalan dibelakang mengikuti pak penjaga villa itu. Menaiki lantai dua dari villa tersebut. Akhirnya langkah kaki mereka terhenti ketika pak penjaga berhenti pada sebuah kamar.


"Ini kamar nyonya bersama tuan putri yang cantik dan yang disebelahnya kamar nona", ucap pak penjaga villa seraya tersenyum dan menunjuk kamar yang dimaksud.


"Terima kasih pak, tapi maaf bapak tak perlu panggil saya dengan sebutan nyonya panggil saja nama saya Hanum", ungkap Hanum dengan senyum yang terukir diujung bibir seraya mengulurkan tangannya.


Pak penjaga membalas senyuman dan meraih tangan Hanum untuk berjabat tangan seraya berkata : "Jangan nyonya sudah sewajarnya saya memanggil dengan sebutan itu dan putri kecil yang sangat cantik ini memiliki mata dan hidung tuan muda sesuai dengan namanya Fairuz".


"Saya permisi nyonya untuk mempersiapkan makan malam", ucap pak penjaga seraya berlalu dari hadapan Hanum yang masih berdiri terdiam.

__ADS_1


"Kak ayo kita masuk kekamar aku letih setelah perjalanan panjang", ucap Hani dan berlalu memasuki kamar yang ditunjuk pak penjaga villa.


Hanum memasuki kamar yang sangat luas dengan furniture yang ia sendiri baru melihatnya. Terkesan sangat berkelas dan mahal.


Hanum meletakan tas yang dibawanya, mencari lemari disekeliling kamar itu tapi tak menemukannya.


"Kamar sebesar ini tak ada lemari kecil satu pun disini , dimana aku akan meletakan pakaian dan peralatan yang ada didalam tas ini". Besit Hanum dalam hati.


Hanum melihat sebuah pintu didalam kamar besar itu dan ia mencoba mengecek apakah itu kamar mandi yang ada didalam kamar tidur ini.


Betapa terkejutnya Hanum setelah ia buka bukanlah sebuah kamar mandi melainkan sebuah ruangan yang berisi pakaian dan perlengkapan lainnya. Semua tertata rapi pakaian, sepatu, tas dan asesoris, bahkan perhiasan.

__ADS_1


"Ini bukan lemari lagi tapi sebuh toko yang isinya pindah kedalam ruangan ini", besit Hanum dalam hati.


Ia urungkan niat memasukan pakaian yang ia bawa kedalam salah satu lemari kaca yang ada disana. Ia biarkan saja tetap berada dalam tas.


__ADS_2