
Dicobanya untuk memejamkan mata dan berusaha untuk menghilangkan sejenak lelah dengan cara tertidur. Deru mobil memacu kecepatan tinggi terdengar jelas ditelinganya.
Dikehingan malam dan ditemani hujan yang rinai tak berhenti semenjak Mayang menaiki mobil tersebut. Diliriknya lelaki tua yang berada disampingnya terlihat fokus menghadap kedepan untuk mengemudi mobil tersebut.
Ban mobil terdengar berdecit, tiba - tiba lelaki tua tersebut menginjak pedal remnya dengan seketika. Entah apa yang menyebabkan lelaki tua itu mengerem mendadak.
Mobil oleng kekanan dan kekiri dengan laju kecepatan yang masih kencang walaupun telah direm oleh lelaki tua tersebut.
"Ya Tuhan... Remnya tak befungsi dengan baik, "teriak lelaki tua disamping Mayang dengan wajah terlihat cemas.
Dua lelaki yang sedari tadi tertidur pulas terbangun karena goncangan yang terjadi pada mobil yang ditumpangi mereka.
Mayang terlihat pucat dan irama jantungnya terasa begitu cepat. Melihat lelaki tua yang berusaha menyeimbangkan mobil yang masih belum terkendali oleh dirinya.
Bruuk....
Sebuah hantaman keras menabrak bagian depan mobil tepat dipembatas jalan. Mobil tergelincir pada sebuah jurang dengan mesin yang masih menyala.
Mobil berjalan tak terkendali lagi, lalu terus berjalan dan terjun kejurang yang ada dari salah satu sisi jalan. Terdengar klatson dari mobil tersebut yang berbunyi tak berhenti.
Mayang kalut dilihatnya lelaki tua tersebut telah tertunduk dengan posisi kepala menghantam stir mobil.
"Allah.... Selamatkan aku...."
Teriakan Mayang merupakan jeritan terakhirnya setelah tubuhnya terpental keluar dari mobil yang dinaikinya.
Tubuhnya berguling - guling dan terhenti tepat pada satu pohon besar yang membentur kepalanya dengan cukup keras. Tubuhnya kembali bergelinding mengikuti tebing yang curam.
__ADS_1
Mayang tak sadarkan diri, tubuhnya lunglai dan terpental jauh sampai pada tepi sungai yang beraliran deras.
Pembatas jalan yang terputus akibat benturan hebat dari mobil yang ditumpangi Mayang menjadi perhatian sebuah truk yang melintas dini hari itu.
Melihat bekas jejak ban mobil yang terlihat jelas diaspal. Pemuda tersebut turun dari truknya dan memperhatikan pembatas jalan yang terputus itu.
Dilihatnya dibagian bawah terdapat bekas mobil yang terjun kebawah jurang tersebut. Segera diraihnya ponsel yang ada disakunya dan segera mencari kontak telpon yang tersimpan diponselnya itu.
"Lapor Pak...Telah terjadi sebuah kecelakaan dijalan lintas KM 5, tepatnya perbatasan antara kota A dengan kota B," ujar pemuda tersebut dalam pembicaraannya melalui ponselnya itu.
"Baiklah, terima kasih atas laporannya. Mohon untuk tidak meninggalkan TKP (tempat kejadian perkara). Kami akan segera meluncur kesana, " balas lelaki diseberang sana dengan segera menutup telponnya.
Pemuda tersebut ternyata menelpon pihak berwajib, melaporkan keadaan yang sedang dilihatnya dini hari itu.
Tak membutuhkan waktu lama pihak berwajibpun datang dengan sebuah ambulan telah siap mengikuti dari belakang.
"Benar pak," balasnya spontan.
"Sepertinya ini kecelakaan tunggal dilihat dari bekas roda ban yang terlihat diaspal Pak, " ujar pemuda tersebut.
"Sedari tadi saya berteriak memanggil namun tak ada jawaban," ungkap pemuda tersebut.
"Jurangnya cukup dalam...Rasanya tak akan ada yang selamat jika terjun dengan ketinggian seperti ini, " ungkap aparat itu seraya melinggo kearah jurang.
"Bapak benar, rasanya akan sangat sulit selamat jika jatuh dari ketinggian seperti ini, " balas pemuda tersebut kembali.
"Baiklah...Saya akan menelpon regu penyelamat agar bisa melihat kondisi keadaan dibawah sana, "ungkap aparat tersebut mengambil tindakan setelah melihat keadaan ditempat kejadian.
__ADS_1
"Terima kasih atas laporan," ucap aparat itu kembali.
"Sama - sama Pak, kalau begitu saya akan melanjutkan perjalanan kembali." ungkap pemuda tersebut setelah berjabatan tangan dengan pihak berwajib yang ada dilokasi kecelakaan tersebut.
Pihak berwajib sedang menunggu bantuan agar dapat melihat kondisi lebih lanjut atas tragedi kecelakaan dini hari itu. Beberapa mobil sengaja berhenti dilokasi tersebut.
Jalan yang merupakan sebuah tikungan tajam dan salah satu sisi badan jalan merupakan jurang yang cukup curam.
Akibat banyaknya kendaraan yang berhenti dijalan tersebut karena keingintahuan mereka atas tragedi kecelakaan, menyebabkan jalan lintas tersebut macet.
Aparat yang berwajib segera membuka akses jalan yang menumpuk akibat pemberhentian mobil tersebut, dengan meminta untuk segera melanjutkan perjalanan kembali.
###
ππ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:
πBoom like sehabis bacaπππ
πKomentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya π
πRate bintang β5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar π
π vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya π dengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.
β€Trus beri tanda hati setelah kalian membaca, biar kita tambah mesra ya Reader tercinta... ππ
Bergabung digroup chat Author yup π©
__ADS_1
Author tunggu ya...ππ