
Ada rona kebahagian diwajah Bram melihat saudari perempuannya bisa akur dengan istrinya. Laura baru menyadari siapa Hanum sebenarnya.
Dengan penuh rasa penyesalan terpancar diwajah Laura. Mengingat apa yang telah dilakukannya.
"Kak aku sungguh menyesal, telah salah menilai kak Hanum, "ucap Laura pada Bram yang telah sadar dari kesalahpahaman.
"Baguslah, tidak ada kata terlambat untuk merubah sikap, "jawab Bram seraya tersenyum menatap adik bungsunya itu.
Laura menganggukkan kepala pertanda bahwa mengakui kesalahannya selama ini.
"Hanum wanita yang pemaaf, memiliki pribadi yang baik kak, Aku yang salah selama ini. Wajar saja kakak bertahan sampai enam tahun untuk mendapatkannya," ungkap Laura dengan memeluk erat saudara laki - lakinya.
"Kau benar, Hanum wanita yang sangat berbeda dari wanita yang ada disekeliling ku selama ini, wanita yang menjaga harga dirinya dan tak mau terbelikan oleh materi dan jabatan dek..." Ujar Bram dengan bangga menceritakan pada adiknya itu.
"Berbeda dengan Clara?" Tanya Laura.
"Sangat berbeda jauh, mereka memiliki karakter yang berbeda. Hanum memiliki ketulusan untuk membuka hatinya dengan jujur mengatakannya padaku. Walau ku tahu ada lelaki lain yang masih mengisi dihatinya." ucap Bram dengan suara sendu.
Laura terkejut ternyata kakak iparnya masih memiliki perasaan pada bekas calon suaminya. Dengan sedikit kecewa Laura memandang Bram, Laura memang sudah mengetahui cerita itu sebelumnya dari mama tapi tak menyangka kakak iparnya masih memiliki perasaan tersebut.
"Tenang saja... Kakak mu ini akan menghapus jejak lelaki yang pernah ada dihatinya," dengan keyakinan Bram mengatakan pada saudari perempuannya itu.
__ADS_1
Adiknya melihat sorot mata penuh cinta dan keyakinan dimata Bram.
"Berjuanglah kak, aku yakin kak Hanum akan jatuh cinta seutuhnya pada kak Bram," ujarnya dengan penuh semangat.
"Trus apa penyebabnya kak Bram putus dengan Clara?"Tanya Laura dengan penasaran.
Bram menceritakan yang sebenarnya pada adiknya, selama ini hanya dipendam sendiri. Bahkan kedua orangtua mereka tidak mengetahuimya. Alasan apa mereka memutuskan pertunangan kala itu.
"Clara hanya memanfaatkan diriku, uangku dan karierku sebagai direktur perusahaan," jelas Bram mengingat betapa bodohnya pada saat itu.
"Dengan memakai namaku dan perusahanku untuk menipu sebagian perusahaan yang percaya dengan ucapanya. Sehingga banyak perusahan menginvestasikan dana segar keperusahan fiktif yang dimiliki kekasih Clara," dengan suara pelan Bram berkaca-kaca mengingat dengan cinta palsu Clara.
Laura sangat terkejut, ternyata selama ini dirinya juga dimanfaatkan sahabatnya itu.
"Aku akan beri pelajaran padanya! Ujar Laura dengan amarah yang mendidih dihatinya.
Clara pandai bersandiwara dan pandai menutup belangnya. Tertipu mentah - mentah Laura pada wanita yang selama ini dianggapnya sahabat.
***
Angin malam menusuk tubuh Galang terasa sampai ketulang. Hati yang terpaut ke sang kekasih yang tak terbalas menambah kepedihan dihati.
__ADS_1
Angin menusuk tubuh tak lebih sakit dari hati yang patah hati. Galang tak dapat membuang semua kenangan yang ada dihatinya.
"Bagaimana kabar mu sayang...Apakah kau bahagia dengan lelaki itu!" Jerit hati Galang mengingat wajah Hanum yang tak pernah hilang dalam ingatanya.
Bintang hanya melihat sahabatnya terpuruk akibat cinta yng tak dapat bersatu karena keadaan yang memisahkan mereka.
Tidak ada yang dapat diperbuat oleh Bintang untuk mengurangi kesedihan yang dirasakan sahabatnya itu.
###
ππ Besar harapan Author agar para Reader tidak hanya membaca tetapi juga menghargai hasil karya tulisan Author dengan cara:
πBoom like sehabis bacaπππ
πKomentar yang membangun atau memberi semangat disetiap episode nya π
πRate bintang β5 dengan menglik dipojok bagian kanan atas bergambar π
π vote sebanyak banyaknya kalau bisa jangan hanya 10 tapi 1000 ya πdengan mengklik dibagian pojok atas sebelah kanan bertulis VOTE.
Bergabung digroup chat Author yup π©
__ADS_1
Author tunggu ya Reader setia baik yang baru nimbrung atau yang dah berakar dihatinya Babang tamvaaan Bram dan siMbak Hanumnya ππ