
Kisah lama terulang kembali, bagaimanapun ibu Galang akan mempertahankan rumah tangga putranya. Tak akan dibiarkannya hubungan yang dia rencanakan hancur begitu saja.
"Mengapa wanita itu selalu hadir didalam kehidupan putraku", besit ibu Galang dengan kesal dan penuh kebencian.
Sandiwara yang dibuat oleh ibu Galang kini berbalik arah pada dirinya. Pernikahan yang dirancang oleh nya kini diambang kehancuran.
Ibu Galang tak menyadari bahwa putranya telah mengetahui sandiwara yang dibuatnya pada masa lalu.
"Aku harus bicara pada Galang", ucap ibu dengan keyakinan dapat mempengaruhi putranya untuk tidak menceraikan Intan.
"Bu, saya ingin bicara", ucap Intan datang dengan tiba-tiba membuyarkan lamunannya.
"Bicaralah nak", jawab ibu Galang pada menantu kesayangannya itu.
"Ibu tak akan bisa membujuk mas Galang, selama ini ia tak pernah mencintai aku. Ia berbuat baik hanya karena ibu. Hanum masih menjadi cinta sejatinya bu", ungkap Intan dengan suara pelan dan penuh kesedihan.
"Jangan kau sebut nama wanita itu lagi, aku tak ingin mendengarkannya, kau tenang saja hanya kau yang layak menjadi menantu ku. Aku akan membereskan semua", ucap ibu dengan sorot mata penuh amarah dan kebencian terhadap Hanum.
Intan memberikan nomor handphone Hanum kepada mertuanya. Ia menceritakan bahwa beberapa kali bertemu dengan Hanum.
"Kenapa kau malah meminta bantuan padanya Intan?, ucap ibu Galang kesal.
__ADS_1
"Aku bingung pada saat itu bu, tak terpikir dengan pertemuan mereka berdua membuat Galang semakin tak ingin berpisah dengan wanita itu", ucap Intan lirih merasa telah membuat suatu kesalahan fatal terhadap hubungan rumah tangganya.
Intan merasa bahwa Hanum telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan padanya. Intan tak mengetahui bahwa Galang telah mengetahui rahasia terbesar dari ibunya. Itulah alasan sesungguhnya Galang ingin mengakhiri sandiwara yang dibuatnya.
"Bodohnya aku, begitu percaya pada wanita itu. Aku tak menyangka dibalik wajahnya yang bersahaja tersimpan hati busuk yang ingin merebut suamiku", ungkap Intan didalam Hati.
**************************************
Hanum semakin merasa terganggu dengan panggilan dari nomer yang tak tersimpan diponselnya. Panggilan tersebut hanya diam tak bersuara ketika panggilan itu diterima Hanum.
Dering dari ponsel Hanum berbunyi kembali. Seakan enggan ia menerima panggilan tersebut. Dibiarkannya saja ponsel itu berdering sampai berhenti sendiri.
Tanpa melihat siapa yang menelpon Hanum biarkan saja beberapa kali panggilan itu masuk keponselnya.
*************************************
Galang pulang dari kantor dengan wajah murung dan tak bersemangat. Beberapa hari ini merasakan tak ada gairah untuk bekerja.
Ibunya sudah sengaja menunggu kepulangannya dari kerja. Sebelum melanjutkan langkah kakinya menaiki anak tangga langkah kakinya terhenti dengan suara yang datang dari belakangnya.
"Galang ibu mau bicara", ucap ibu galang dengan suara tegas dan penuh keseriusan.
__ADS_1
"Aku capek dan ingin segera beristirahat bu", Jawab Galang dengan suara datar tanpa menoleh kearah ibunya.
"Ibu tunggu diruang kerja", ucap ibunya seolah tak menerima alasan yang diberikan putranya.
Setelah mandi dan berganti pakaian santai Galang dengan berat hati Melangkahkan kaki keruang kerja ibunya. Sebenarnya ia ingin menghindari pertengkaran karena ia sudah mengerti apa yang akan ibunya bicarakan.
"Apa maksud mu ingin berpisah dengan Intan?, tanya ibu tanpa basa basi langsung kepermasalahan.
"Aku sudah lelah dengan hubungan ini dan ingin segera mengakhirinya", ucap Galang dengan suara pelan dan tenang.
###
Like 👍👍
Komen 📩
Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟
Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤
Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢
__ADS_1
Terima Kasih...🙏🙏
Salam Hangat Lemb@gung