
"Sayaaang aku kangen padamu" seraya memeluk dan mencium dahi adiknya Bram terlihat sangat bahagia.
Bram sangat menyayangi adik perempuannya terlihat jelas dari raut wajah dan gestur tubuh lelaki itu ketika bertemu dengan Laura.
Walaupun sudah memiliki sepasang anak tubuh Laura sangat terawat sekilas seperti masih seorang gadis.
Kalau diprediksi usia Laura dibawah Hanum, terlihat masih muda. Ditambah dengan pandai menjaga tubuhnya sehingga tertutupi statusnya yang telah memiliki sepasang anak.
"Sudah bertemu Hanum?, Bram menarik tangan istrinya yang berdiri beberapa langkah darinya.
"Ya, mama sudah mengenalkan ku", jawab adik perempuannya itu dengan nada tak tertarik.
Hanum sudah tahu bahwa Laura tak begitu merespon dan terlihat tak menyukai dirinya. Padahal baru saja bertemu entah sebab apa wanita itu tidak menyukainya.
"Selamat datang sayang, aku sangat senang kau juga kembali, mana Frans?, dengan mata sinis memandang Hanum menunjukkan kedekatannya pada adik perempuan Bram.
Hanum terkejut dia wanita yang sama hadir pada saat resepsi pernikahannya. Brian terlihat sangat tak menyukai wanita ini pada saat itu begitu juga suaminya.
"Siapa wanita ini, namanya tak asing ditelinga ku", besit Hanum dalam hati dengan penuh tanda tanya dan penasaran akan wanita dihadapannya.
"Terima kasih, aku juga senang kau ada disini Clara. Kau kan tahu selera ku, gimana kalau memilih teman", ucap Laura seraya melirik Hanum dengan mata merendahkan.
Bram melihat adik perempuannya memperlakukan istrinya seperti itu lalu berkata: "Hanum kakak iparmu sekarang, jadi mau tak mau sebaiknya kau harus berteman padanya, kau belum mengenal pribadinya yang tulus dan tak palsu Laura,,,,".
Mata Bram memandang tak menyukai Clara seraya berkata pada adiknya. Bram tahu betul bagaimana karakter dan sifat asli Clara.
"Maaf, saya permisi melihat putri ku", ucap Hanum yang sedari tadi hanya diam dan tak bersuara.
Hatinya terluka mendengar dan melihat dua wanita yang merendahkanya dari tatapan mata ketika memandangnya. Sedari tadi sudah ia tahan bulir bening diujung matanya.
__ADS_1
Sembari menitikkan bening bulir diujung matanya Hanum berjalan meninggalkan suaminya dan kedua wanita itu. Bram mengetahui istrinya terluka akibat perkataan dari adik perempuannya. Segera mengikuti Hanum dari belakang dan meraih tangan istrinya.
"Sayang, mau kemana? ucap lembut Bram dengan sorot mata penuh cinta.
Hanum kaget tangannya telah ditarik Bram, tak menyangka suaminya mengikuti dari belakang. Dihapusnya cepat air mata yang sempat jatuh dipipinya.
"Aku mau mencari Fay, sedari tadi aku tak melihatnya", dengan tersenyum Hanum memandang wajah suaminya dan berusaha menutupi perasaan sakit hati dan rasa sedihnya.
"sayang jangan kau dengar perkataan Laura ya,,, apalagi temannya itu", ucap Bram dengan mata penuh kebencian terhadap teman adik perempuannya.
Hanum menganggukan kepala pertanda setuju dengan apa yang dikatakan suaminya. Ada sedikit rasa terharu melihat Bram membelanya didepan kedua wanita tadi.
Digandenganya tangan Hanum untuk kembali pada pesta makan malam itu. Bram memang lelaki yang cukup peka, dengan cepat mengerti perasaan istrinya yang sedang tersakiti.
Disaat Bram tak disamping Hanum dengan cepat Clara mendekatinya. Sepertinya wanita itu sengaja mencari celah disaat Bram tak ada disampingnya.
Asisten rumah tangga dirumah besar itu tak sengaja melihat perlakuan Clara pada nyonya rumah. Pak Kus merasa sedih melihat Hanum diperlakukan seperti itu.
Pak Kus tahu benar bahwa Fay bukan lah anak haram, putri kecil itu memang anak dari tuannya karena dirinya tahu persis cerita dimasa lalu.
Disengajanya minuman itu tertumpah dan mengenai pakain Clara. Wanita itu sangat marah melihat pakaiannya basah akibat minuman yang dipegangnya tertumpah.
"Dasar bodoh!!!,kemana mata mu!! dasar kelas rendah!!! teriak keras Clara sehingga membuat semua orang menoleh kearahnya yang mencaci maki pak Kus.
Bram segera datang melihat keributan yang dilihatnya ada Hanum disamping Clara.
"Hentikan teriakan mu Clara", ucap Bram dengan wajah datar dan tak menyukai sikap Clara.
"Braaaam, lihat pelayan itu telah menumpahkan minuman dibaju ku", dengan sikap manja dan tak tahu malu Clara bergelayut dilengan Bram.
__ADS_1
"Kau tak seharusnya berkata kasar dan berteriak seperti itu, kau tak lihat semua orang memandang mu", ucap Bram dengan melepaskan tangan Clara yang ada dilenganya.
"Maaf non, saya tak sengaja berjalan menyenggol nona, maafkan saya non", ucap pak Kus pada Clara yang masih melihat wajahnya dengan amarah.
"Sudahlah pak, tidak apa-apa silahkan bapak pergi", ucap Bram lembut dengan pelayan rumahnya itu.
Laura yang melihat temannya itu langsung mendekati dan berkata: "Mari kekamar ku, kau bisa ganti dengan baju ku".
Laura menarik tangan Clara mengajak temannya untuk berlalu pergi menuju kekamarnya.
Hanum memandang wajah pak Kus dengan sorot mata mengisyaratkan bahwa ia tahu penyebab pak Kus melakukan itu.
Ada senyum dibibir pelayan tua itu, sebuah senyum rasa puas telah membela nyonyanya yang telah dihina oleh wanita yang tak disukainya.
###
Like 👍👍
Komen 📩
Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟
Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤
Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢
Terima Kasih...🙏🙏
Salam Hangat Lemb@gung
__ADS_1