Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2
Eps 180 Depresi


__ADS_3

Mentari pagi bersinar cerah, secerah hati Hanum hari ini. Dikelilingi oleh - orang yang terkasih yang menyayangi dirinya. Ada sebuah harapan baginya akan hari esok.


Orang tua Hanum telah datang menjenguk, melihat keadaan Hanum yang semakin pulih pasca dari keguguran.


Hampir satu pekan Hanum dirumah sakit, Bram tak ingin kecolongan lagi. Sebisa mungkin menjaga Hanum 24 jam, terkadang tak dipikirkannya kesehatan.


"Sayang...Tidurlah, aku sudah baikkan kok!" Tukas Hanum pada Bram yang melihat wajah kuyu suaminya karena kurang tidur.


Diciumnya wajah istrinya dengan lembut dan mesrah. Begitu besar cinta Bram pada istrinya, tak bisa diungkapkan dengan kata - kata.


"Tak ada yang sangat membahagiakan diriku lain tak bukan melihat wajahmu tersenyum sayang... " Balas Bram dengan senyum. menghiasi wajahnya dan tatapan mata penuh cinta.


"Dokter mengatakan bahwa Hanum besok bisa pulang kerumah," dengan senyum tak lepas dari wajah Bram.


Ada raut kesedihan diwajah Hanum, mengingat Galang masih dirawat dirumah sakit ini.


"Apakah Galang juga bisa diperbolehkan pulang?" Tanya Hanum dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Dia akan segera pulang juga," jawab Bram singkat.


***


Atas kejadian yang telah menimpa Galang dan Hanum, Clara menjadi depresi. Menangis dan tertawa tanpa sebab didalam ruang isolasi dirumah sakit tersebut.


Sedangkan kekasihnya Andrew telah mendekam dihotel Prodeo untuk mempertanggung jawabkan atas segala tindakan berencana yang telah dilakukannya.


Tidak hanya tindakan kriminal melainkan juga kasus penipuan yang menjerat Andrew. Banyak laporan yang merasa dirugikan oleh tindakan Andrew.


Sebenarnya Clara hanya sebagai alat untuk Andrew menghasilkan uang. Tidak murni karena cinta pada Clara.


"Aku telah membunuh nya! Ha ha ha," dengan tertawa keras Clara bersikap seolah - olah masih pada kejadian tersebut.


Sesaat kemudian Clara menangis terseduh dan merasa terpukul atas nasib yang menimpanya akibat dari perbuatan yang telah dilakukannya.


Mengenal sejarah keluarga Clara, ternyata Clara terlahir dari keturunan kaya. Tetapi karena dekat dengan Andrew keluarganya telah mengasingkan dirinya.

__ADS_1


Andrew membawa pengaruh buruk pada Clara, bahkan mengajak Clara pada hal - hal yang berbau dunia malam.


Itu pula yang membawa Laura pada pergaulan bebas sehingga hamil pada usia masih muda.


Kini dengan kejadian tersebut keluarganya benar - benar telah membuang dirinya, seakan tak memiliki seorang putri yang bernama Clara.


"Bram..." Aku sangat membencimu," teriak Clara dengan histeris. Tiba - tiba Clara mencoba melukai dirinya sendiri dengan cara membenturkan kepala kedinding ruang tersebut.


Melihat tindakkan Clara, petugas segera menyuntikkan obat penenang baginya. Akibat dari obat penenang tersebut Clara dapat dikendalikan.


Laura melihat wanita yang sekarang tak berdaya, wanita yang pernah menjadi orang yang terdekat baginya. Kini tatapan wanita tersebut kosong.


Sungguh sangat menyedihkan melihat keadaan Clara saat ini. Wanita dengan style bak model dan polesan make up tebal diwajah tak ditemukan lagi oleh sosok Clara yang dahulu.


"Sangat menyedihkan! Itulah balasan dari perbuatan mu sendiri," umpat Laura seraya memandang Clara dengan sorot mata kesal.


Laura bahkan tak mengaggap teman lagi setelah apa yang dilakukannya terhadap dirinya.

__ADS_1


"Tak ada sedikit belas kasihmu pada ku," guman Laura dengan kesal.


Ada amarah terpancar dimata Laura dengan memandang Clara yang tak mengenal dirinya lagi.


__ADS_2